Divonis Dokter Segera Meninggal, Wanita 160 Kg Ini Bikin Keajaiban

Reporter : Sugiono
Kamis, 28 Maret 2019 14:38
Divonis Dokter Segera Meninggal, Wanita 160 Kg Ini Bikin Keajaiban
Sebelumnya, bobot tubuhnya mencapai 160 kilogram karena kecanduan makanan cepat saji.

Dream - Salah satu masalah yang cukup mengganggu kesehatan seseorang adalah kegemukan atau obesitas.

Sebagian penderita obesitas biasanya cuek dengan kondisi dirinya. Namun ada juga yang sadar akan bahayanya.

Nah, salah satu orang yang sadar akan bahaya obesitas adalah wanita Australia bernama Emma Turner.

Perawat di Melbourne ini berhasil mengurangi kecanduan makanan cepat saji dan berat badannya yang mencapai 100 kilogram lebih.

Emma mengaku ketakutan setelah dokter memberi peringatan bahwa dia akan mati pada usia 40 tahun jika masih tetap obesitas.

1 dari 2 halaman

Berawal dari Sakit Pinggang

Lima tahun lalu, berat badan Emma mencapa 160kg dan harus mengenakan pakaian ukuran super jumbo.

Saat itu, dia tidak bisa mengatasi kecanduan makanan cepat saji seperti pizza, burger, kentang goreng dan es krim.

Emma baru merasa perlu mengatasi kecanduan makanan dan menurunkan berat badan saat dokter memperingatkan tentang bahaya obesitas.

Dokter berkata dia tidak akan hidup dua tahun lagi untuk melihat ulang tahunnya yang ke-40. Emma pun memutuskan " cukup sudah" .

Kebetulan, ketika itu dia pergi ke dokter untuk memeriksakan pinggangnya yang terasa sakit.

" Aku baru ke dokter setelah pinggangku terasa sakit. Saat itulah dokter membuka mataku," katanya.

" Katanya, jika aku tidak menurunkan berat badan, bukan saja pinggangku tidak bertambah baik tapi aku tidak akan bertahan hingga usia 40 tahun," tambahnya.

2 dari 2 halaman

Lakukan Operasi Bedah Bariatrik

Akhirnya, Emma setuju untuk menjalani operasi bedah bariatrik yaitu Gastric Band. Operasi ini akan memasang cincin berbahan silikon pada saluran yang akan masuk ke lambung Emma.

Dengan begitu, Emma akan cepat merasa kenyang dan dapat mengurangi porsi makan hingga bisa menjalani diet jangka panjang dengan aman dan tepat sasaran.

Sekarang berusia 42 tahun, bobot tubuh Emma telah berkurang sebanyak 104 kg sejak menjalani operasi tersebut.

Dia mengatakan, tubuh langsing memungkinkannya untuk menikmati dunia dengan cara yang tidak bisa dia lakukan saat tubuhnya gemuk.

" Sebelumnya, aku harus cari restoran di Google sebelum ke sana untuk memastikan kursi mereka muat. Tapi sekarang aku bisa menikmati dunia seperti yang aku inginkan," pungkas Emma.

Sumber: Newshub NZ

Beri Komentar
Detik-Detik Jokowi Umumkan Kabinet Indonesia Maju