Digerebek, Ngaku Temani Janda yang Ketakutan Dihantui Roh Ibu

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 17 Februari 2017 13:02
Digerebek, Ngaku Temani Janda yang Ketakutan Dihantui Roh Ibu
Warga curiga melihat lelaki itu sering berkunjung ke rumah kontrakan janda itu hingga lewat malam, terutama ketika orang-orang nyenyak tidur. Ternyata...

Dream - " Sumpah, kami tak buat apa-apa. Saya cuma ingin temani dia tidur sebab sering diganggu arwah ibunya," demikian penjelasan seorang duda ketika tertangkap berkhalwat di rumah kontrakan pasangannya di Bukit Kecil, Kuala Terengganu, Malaysia.

Duda dua anak berusia 49 tahun ditahan setelah rumah kontrakan pasangannya yang juga janda anak dua digerebek sepasukan petugas Departemen Urusan Agama Terengganu (JHEAT) bersama tiga anggota polisi dari Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Kuala Terengganu, sekitar jam 3.20 pagi waktu setempat.

Komisaris Urusan Agama Negeri, Datuk Wan Mohd Wan Ibrahim mengatakan, penggerebekan dilakukan menindaklanjuti informasi publik di sekitar tempat tinggal janda 36 tahun tersebut yang menunjukkan perilaku mencurigakan selama ini.

Katanya, sebelum ini, masyarakat mengamati pria yang bekerja di sebuah bank di kota ini sering berkunjung ke rumah kontrakan janda itu hingga lewat malam, terutama ketika orang-orang nyenyak tidur.

Kenal pertama lewat...

1 dari 3 halaman

Saat Digerebek...

" Duda itu mengklaim tujuannya sering ke rumah tersebut adalah semata-mata untuk menemani wanita itu yang takut tidur sendirian karena sering diganggu arwah ibunya.

" Dia mengklaim wanita yang hidup menjanda sejak dua tahun lalu itu menghubunginya untuk meminta tolong datang ke rumah karena terlalu takut. Karena kasihan, dia memutuskan pergi ke rumah itu," katanya.

Wan Mohd mengatakan, pria itu mengaku kenal pasangannya melalui melalui media sosial 'grup WhatsApp' dan hubungan mereka sekadar teman. Janda itu katanya bekerja sebagai pedagang online.

" Pria tersebut juga mengklaim mereka hanya mengobrol sambil menonton film sebelum rumah itu digerebek," katanya.

Apapun alasan pasangan itu, mereka dibawa ke kantor JHEAT untuk penyelidikan lebih lanjut dengan dakwaan melanggar Bagian 31 Enakmen Kesalahan Pidana Syariah (takzir) (Terengganu) 2001 karena berkhalwat.

(Sumber: Sinar Harian)

2 dari 3 halaman

Ada Razia, Kabur Tinggalkan Pacar dan Sandal Dipakai di Tangan

Dream - Ada-ada saja tingkah orang yang tertangkap basah berduaan. Seperti yang terjadi di salah satu waduk di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, ini.

Waduk yang menjadi tempat wisata itu ternyata kerap 'disalahgunakan' oleh muda-mudi. Mereka memadu kasih di tempat tersebut.

Namun, Selasa lalu, ketenangan waduk tersebut berubah menjadi gaduh akibat razia Satuan Polisi Pamong Praja. Para muda-mudi tersebut seketika berhamburan menyelamatkan diri.

Ada satu kejadian konyol saat razia itu. Seorang pemuda kabur menyelamatkan diri dan meninggalkan kekasihnya.

Lucunya, pemuda tersebut mengenakan sandal tidak pada tempatnya. Bukan di kaki, pemuda itu memakai sandalnya di tangan. Setelah itu lari terbirit-birit.

Aksinya membuat para petugas tertawa.

" Kami merazia lokasi itu karena banyak warga yang resah," ujar Kepala Bidang Penertiban Satuan Polisi Pamong Praja Soppeng, Amiruddin, dikutip Dream dari Berita Kota.

Amiruddin mengatakan, warga kerap mengeluh lantaran waduk tersebut dimanfaatkan sebagai tempat memadu kasih.

3 dari 3 halaman

Ada Razia, Kabur Tinggalkan Pacar dan Sandal Dipakai di Tangan

Dream - Seorang wanita yang menjabat Hakim Pengadilan Agama ditangkap karena berkhalwat (bersama seorang pria yang bukan muhrimnya) di salah satu hotel di kota Bukittinggi, Padang pada 9 Oktober lalu.

Dikutip dari laporan Posmetro Padang, Hakim Pengadilan Agama beranak tiga itu tidak bisa mengelak meskipun keduanya mencoba berkelit ketika digerebek.

Akibat dari perbuatannya itu, hakim wanita berusia 49 tahun tersebut berhadapan dengan Pengadilan Tinggi Agama di Kota Padang.

Lebih mengejutkan lagi, pria yang merupakan diduga selingkuhan hakim wanita itu adalah sepupu dari suaminya sendiri.

Sementara itu guru besar IAIN Imam Bonjol Padang Asasriwani mengatakan, perbuatan hakim wanita tersebut telah melecehkan lembaga pengadilan agama.

Ia telah melanggar norma-norma agama. Apalagi ia seorang hakim yang seharusnya menegakkan hukum dan menjadi pegangan masyarakat.

Atas perbuatannya itu, wanita yang tak disebutkan namanya itu harus disidang seperti pelaku lainnya.

(Sumber: eberita.org)

Beri Komentar