Siswa SMP Meninggal Saat Dihukum Lari Karena Telat Masuk Sekolah

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 2 Oktober 2019 12:20
Siswa SMP Meninggal Saat Dihukum Lari Karena Telat Masuk Sekolah
Fanli Lahingide jatuh tersungkur saat berlari keliling halaman sekolah.

Dream - Seorang ibu asal Manado, Sulawesi Utara, Julin Mandiangan, 40 tahun, tidak menyangka waktu sarapan pada Selasa kemarin, 1 Oktober 2019, menjadi momen terakhirnya bertemu sang putra, Fanli Lahingide, 14 tahun. Remaja itu meninggal beberapa saat setelah tiba di sekolahnya di SMP Kristen 46 Mapanget.

Julin mengatakan Fanli berangkat sekolah sekitar pukul 06.30 WITA. Dua jam setelahnya, Julin mendapat kabar dari guru bernama Krendis Kodmanpode mengenai kondisi anaknya.

" Saya dikabarkan salah satu guru bahwa anak saya terjatuh dan tak sadarkan diri," ujar Julin, dikutip dari Liputan6.com.

Menurut Julin, Fanli tidak punya riwayat penyakit berat apapun. Dia menunggu hasil otopsi atas jenazah Fanli.

" Terkait permasalahan yang ini, kami serahkan kepada aparat hukum saja," kata Julin.

1 dari 5 halaman

Kronologi Kejadian

Kapolsek Mapanget, Ajun Komisaris Muhlis Suhani, pihaknya mendapat keterangan dari salah satu guru mengenai peristiwa ini. Menurut dia, Fanli tiba di sekolah pukul 07.25 WITA, terlambat 25 menit dari jam masuk yang ditetapkan.

Alhasil, Fanllu dan beberapa temannya tidak boleh ikut apel. Salah satu guru berinisial CS memberikan hukuman kepada Fanli dan teman-temannya berupa lari keliling halaman sekolah beberapa putaran.

Masuk putaran kedua, Fanli tiba-tiba jatuh tersungkur. Dia lalu tak sadarkan diri.

Seketika, Fanli dilarikan ke RS AURI Manado lalu dirujuk ke RS Prof Kandou. Sayangnya, nyawa Fanli tidak tertolong.

Muhlis mengatakan pihaknya langsung bergerak ke TKP begitu mendapat informasi mengenai peristiwa ini. Pihaknya juga telah meminta keluarga korban untuk membuat laporan.

" Selain itu juga berkoordinasi dengan RS Bhayangkara untuk memindahkan korban dari RS Prof Kandou ke RS Bhayangkara," kata dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Yoseph Ikanubun)

2 dari 5 halaman

Viral Siswa Pramuka Paksa Pencuri di Minum Air Cabai

Dream - Seorang pria tua yang diduga mencuri barang milik siswa di sebuah SMA Negeri, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dipaksa minum air yang dicampur dengan cabai.

Peristiwa itu terjadi apda Jumat 31 Agustus 2019. Saat sejumlah siswa melakukan kegiatan pramuka. Pria itu kepergok mengambil barang salah satu peserta pramuka.

Oleh karena itulah pria berinisial BL itu diikat. Dalam kondisi badan terikat itulah BL diminta meminum. Namun BL memuntahkan air yang dia tenggak dari gelas plastik tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Beery Juana Putra, mengatakan, penyidik masih belum tahu siapa orang yang merekam dan pelaku pemaksaan tersebut.

" Lidik anggota kita bahwa ada video viral pelajar salah satu SMA di Bulukumba yang memaksa seorang pria tua itu meminum air putih yang dicampur cabai. Jadi bukan urine," kata Beery dikutip dari , Senin 2 September 2019.

Beery mengungkapkan, para siswa itu memaksa BL minum air cabai karena mengambil baju dan tas peserta kegiatan pramuka.

" Kita telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan untuk mengundang kepala sekolah dan guru guna dilakukan verifikasi," ujar dia.

Soal unsur pidana kejadian itu, Berry mengatakan, belum bisa menyimpulkan. Alasannya karena pihak kepolisian tengah melakukan pendalaman.

Sumber: Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

3 dari 5 halaman

Unik, Pasangan Ini Menikah Memakai Seragam Pramuka

Dream - Setiap pasangan pengantin tentu punya konsep masing-masing untuk pesta pernikahan mereka. Konsep itu diusahakan semenarik mungkin agar tidak mudah dilupakan.

Tampaknya, hal ini juga diterapkan oleh sepasang pengantin asal Jawa Timur. Saliandra Anita Rahman dan Rezha Indratha Debonrat yang menikah pada 1 Juli 2017 lalu ini punya konsep unik.

Tak ada gaun yang menyapu lantai atau jas hitam legam. Pasangan ini malah memilih mengenakan seragam Pramuka. 

 Gerakanpramuka© dream.co.id

Momen pernikahan unik inipun diunggah ke akun Instagram @gerakan pramuka. Beberapa hari usai pernikahan itu berlangsung, foto tersebut viral dan mendapat 5.895 likes.

Di hari bahagianya, Saliandra mengenakan setelan pramuka perempuan, lengkap dengan hasduk merah-putih yang melingkar di lehernya. Riasan khas pengantin mempercantik wajah perempuan asal Ngawi itu.

 Gerakanpramuka© dream.co.id

Ia juga nampak mengenakan hijab dengan nuansa coklat dilengkapi tiara dan untaian bunga melati. Sedangkan pengantin pria, Rheza hanya menambahkan peci hitam di atas kepalanya. Keduanya tampak serasi dalam balutan seragam Pramuka lengkap.

 Gerakanpramuka© dream.co.id

Keunikan yang lain, mereka juga membentuk uang mahar menyepuai tunas kelapa yang merupakan lambang Pramuka. Meski busana mereka sederhana, hal itu tidak mengurangi kesakralan pernikahan tersebut. (ism) 

4 dari 5 halaman

Heboh Foto Pramuka Makan Beralas Tanah, Ini Kata Adyaksa Dault

Dream - Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault, menyayangkan beredarnya foto yang menunjukkan anggota Pramuka makan di atas tanah, tanpa alas. Kegiatan di dalam foto itu tidak selayaknya terjadi.

" Jangan sampai Gerakan Pramuka tercoreng, hanya karena satu foto makan tanpa alas," ujar Adhyaksa dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 27 Maret 2017.

Adhyaksa mengaku mendapat foto tersebut melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. Dia sempat melakukan pelacakan dan mendapati foto itu terunggah di akun media sosial resmi Gerakan Pramuka. Foto itu banyak menuai kecaman dari anggotanya.

" Saya tegaskan ini bukan bagian dari pendidikan dan pembinaan di Gerakan Pramuka, saya sangat menyayangkan ini. Saya pastikan bahwa pembinaan kegiatan tersebut belum mengikuti atau memenuhi kualifikasi pelatih dan pembina Pramuka," kata Adhyaksa.

Adhyaksa mengatakan ada ribuan kegiatan Pramuka dilaksanakan setiap hari. Kegiatan itu digelar baik di sekolah-sekolah maupun di alam terbuka.

" Dan semua kegiatan Pramuka itu mendidik, menggembirakan, menginspirasi, serta menyenangkan, menguatkan persaudaraan anak-anak kita," kata dia.

Selanjutnya, Adhyaksa menyatakan telah berkoordinasi dengan Kepala Pusdiklatnas Kwarnas Pramuka Suyatno, Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Muda Pramuka S Budi Prayitno, dan Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Dewasa Susi Yuliati terkait masalah ini.

" Saya minta agar panitia kegiatan tersebut ditegur dan diberikan pembinaan. Kejadian ini harus dijadikan pelajaran berharga, dan tidak boleh terulang kembali. Kita akan selesaikan ini dengan sebaik-baiknya," ucap dia.

5 dari 5 halaman

Ditinggal Anggota ke Toilet, Mobil Damkar di Parkiran Dibawa Kabur Maling

Dream - Aksi pencuri ini benar-benar nekat. Entah iseng atau memang sudah ada niat, seorang pencuri nekat membawa kabur sebuah mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang sedang terparkir di depan kantor pos polisi. 

Kejadian ini dialami Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jakarta Utara tadi pagi, Kamis, 13 Juni 2019 sekitar pukul 6 WIB. 

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jakarta Utara, Satriadi Gunawan, menceritakan mobil Damkar itu terparkir dalam keadaan mesin menyala. Mobil itu memang sedang dipanaskan oleh satu satu anggotanya.

" Mobil dipanasin di sebelahnya kantor pos polisi, kita barengan sama-sama kan (panasin mobil), cuma anggota kencing ke belakang. Pas balik lagi mobil enggak ada," ujar Satriadi kepada Dream, Kamis 13 Juni 2019.

Menyadari mobil tidak berada di tempatnya, anggota Damkar segera melakukan pengejaran. Mereka menyusuri bekas air di jalanan yang berasal dari tangki mobil tersebut.

" Ketemunya di Pasar Baru (Jakarta Pusat), dikejar sama anggota, ditelusuri tapak air. Tapi langsung ketemu, kejadian jam 6, jam setengah 7 ketemu," ucap dia.

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair