Tak Suka Dipanggil `Cantik`, Pramuniaga Aniaya Pembeli

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 26 Maret 2019 12:41
Tak Suka Dipanggil `Cantik`, Pramuniaga Aniaya Pembeli
Akibatnya, bisa seperti pembeli yang satu ini. Jarinya patah dan harus menjalani pengobatan serius.

Dream – Mungkin saja, pria di Fujian, Tiongkok, ini sedang sial. Seorang pramuniaga memukulnya gara-gara dia memanggil wanita ini dengan pujian cantik.

Dikutip dari South China Morning Post, Selasa 26 Maret 2019, kejadian ini bermula ketika pria bernama Yang, pergi ke toko sambil membawa sepatu.

Dia ingin menukar kembali sepatu yang baru saja dibeli. Kala itu, ada seorang pramuniaga bernama Wang yang sedang bertugas.

Sesampainya di toko, Yang meletakkan sepatu di konter. Dia meminta pramuniaga untuk menukarnya.

“ Hai, Cantik. Sepasang sepatu ini tidak nyaman. Tolong tukar untuk saya,” kata dia.

Tak suka dipanggil “ cantik”, Wang langsung meraih tangan kanan Yang sambil berteriak, “ Mengapa kamu panggil saya ‘cantik’?”

Yang merasakan jarinya sakit dan diketahui jarinya patah. Dia memanggil polisi dan menjelaskan telah memanggil Wang dengan “ cantik”.

Wang membela diri. Dia merasa Yang menggodanya dengan panggilan “ cantik”.

Sekadar informasi, belakangan ini, kata “ meinu” (cantik) dan “ shuagie” (tampan) menjadi sapaan umum di Tiongkok.

1 dari 1 halaman

Badmood

Ketika Wang mereda, polisi bertanya perihal kejadian itu. Wanita ini mengaku sedang badmood karena pekerjaan.

Emosinya meledak setelah Yang datang dan memanggilnya “ cantik”. Wang setuju untuk membiayai perawatan Yang senilai 3 ribu yuan (Rp6,34 juta).

Kata sapaan ini menjadi perdebatan di jejaring sosial. Seorang pengguna Weibo mengakui berhenti memanggil orang dengan “ cantik” atau “ tampan”. Dia juga tidak menyukai orang lain memanggilnya dengan panggilan itu. (ism)

Beri Komentar