Arkeolog Mengklaim Temukan Desa Tempat Nabi Isa AS Sembuhkan Pria Buta

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 28 Agustus 2020 07:16
Arkeolog Mengklaim Temukan Desa Tempat Nabi Isa AS Sembuhkan Pria Buta
Desa Betsaida merupakan sebuah desa yang konon menjadi tempat Nabi Isa as mendapatkan dua mukjizat.

Dream – Nabi Isa AS diberi sejumlah mukjizat oleh Allah. Salah satunya, membuat orang yang buta sejak lahir bisa melihat. Mukjizat itu tertera dalam ayat Alquran.

Dalam surat Al Maidah ayat 110 dijelaskan, " Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku."

Sementara, dalam surat Al Imran ayat 49 dijelaskan pula sejumlah mukjizat Nabi Isa yang diberikan oleh Allah, salah satunya menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir.

Baru-baru ini, para arkeolog mengklaim telah menemukan tempat yang diyakini menjadi tempat Nabi Isa AS menyembuhkan pria yang buta tersebut, yaitu Desa Betsaeda.

1 dari 5 halaman

Dekat Laut Galilea

Ilustrasi© Pixabay

Para arkeolog percaya bahwa desa itu terletak di bawah sekitar 1,6 kilometer dari Laut Galilea, Israel.

Laut itu juga disebut sebagai danau Tiberias yang diyakini sebagai tempat Nabi Isa AS mendapatkan mukjizat bisa berjalan di atas air.

Ilustrasi© Pen News/El-Araj Excavation Project/via Mirror

Lokasi sebenarnya Desa Betsaida hilang dari sejarah dan peradaban. Ada perbedaan pendapat di kalangan arkeolog tentang penemuan desa Betsaida. Beberapa tidak percaya bahwa tempat itu adalah desa bersejarah semasa Nabi Isa AS.

Akan tetapi seorang arkeolog dari Universitas Nebraska, profesor Rami Arav, percaya bahwa misteri desa itu telah terpecahkan. Meskipun banyak muncul perdebatan di kalangan arkeolog, sejumlah bukti telah ditemukan saat melakukan ekspedisi.

2 dari 5 halaman

Sejarawan Romawi

Ilustrasi© Pen News/Bethsaida Excavations Project/via Mirror

Selama 32 tahun penggalian, Profesor Arav meyakini bahwa Et-Tell, situs penggalian di dataran Tinggi Golan, merupakan tempat yang sama dengan Desa Betsaida.

“ Tempat kuno itu menjadi bukti atas identifikasi desa Betsaida. Penemuan di Et-Tell tidak hanya meyakinkan saya, namun juga ahli-ahli yang lain juga percaya bahwa itu adalah tempat yang digunakan Nabi Isa as saat menyembuhkan orang buta."

Profesor Arav mengacu pada sumber kuno, yaitu seorang sejarawan Romawi bernama Titus Flavius Josephus yang juga menjelaskan lokasi Betsaida.

“ Josephus mengatakan bahwa kota itu berada di bawah Dataran Tinggi Golan, yaitu dekat muara sungai Jordan. Artinya ini adalah tempat di mana kita bisa menemukan desa Betsaida,” jelas Arav, mengulang informasi dari Sejarawan Romawi itu.

3 dari 5 halaman

Asal Nama Betsaida

Ilustrasi© Pen News/Bethsaida Excavations Project/via Mirror

Profesor Arav juga menyoroti uraian Josephus tentang bagaimana Betsaida kemudian berganti nama menjadi Julias setelah masa pemerintahan istri kaisar Romawi Augustus.

“ Di Et-Tell kami menemukan sebuah kuil yang didedikasikan untuk Julia, istri Augustus,” jelasnya.

Nama Betsaida pun diterjemahkan sebagai rumah berburu. Profesor Arav percaya bahwa timnya akan mendapatkan petunjuk dalam ekspedisi penggalian ini.

Ia menambahkan, reruntuhan di Et-Tell dulunya dikenal sebagai Zer, yang juga bisa ditranskripsikan sebagai Tzed, yaitu Bahasa Ibrani yang artinya berburu atau memancing. Nama ini menurut Profesor Arav berubah menjadi Beit-tzed yang akhrinya disebut Betsaida.

Et-Tell berjarak lebih dari 1,6 kilometer dari Laut Galilea, tentu saja ini bertentangan dengan deskripsi sejarah tentang lokasi desa Betsaida yang katanya sebagai tempat yang dapat diakses dengan perahu. Tapi kemungkinan situs penggalian lebih dekat dengan zaman tersebut.

4 dari 5 halaman

Bukti Pendukung

Ilustrasi© Pen News/Nir-Shlomo Zelinger/via Mirror

Perubahan lokasi tersebut bisa dijelaskan oleh gerakan lempeng bumi dan perubahan permukaan air di danau Galilea.

Profesor Arav mengatakan, pada dasarnya Laut Galilea berada di tengah-tengah celah Siro di Afrika yang rentan terhadap pergeseran lempeng bumi.

Para arkeolog juga menemukan peralatan memancing kuno di antara reruntuhan permukiman. Meskipun Betsaida tidak dihancurkan namun akhirnya desa itu ditinggalkan.

“ Untung saja Nabi Isa tidak mengatakan kapan kota itu akan dihancurkan. Jadi pada abad ke-4 ditinggalkan oleh warga dan karena tidak terawat akhirnya bangunan-bangunannya pun runtuh,” kata Profesor Arav.

5 dari 5 halaman

Perbedaan Penemuan

Ia juga menantang para arkeolog yang percaya bahwa Desa Betsaida terletak di dekat El-Araj untuk membuktikan hasil penemuannya. Menurut Profesor Arav, timnya yakin bahwa yang ditemukan oleh tim arkeolog yang lain itu adalah bekas kamp militer.

Ilustrasi© Pen News/Bethsaida Excavations Project/via Mirror

“ Ekspedisi penggalian ini merupakan pencapaian yang luar biasa, namun Betsaida tidak disebutkan satupun di sejarah kuno. Namun penemuan mereka (para arkeolog lainnya) tidak memenuhi syarat untuk menetapkan sebagai Betsaida. Penemuan mereka itu hanya cocok dengan sebuah bekas kamp militer,” katanya.

Pihaknya akan meminta ketua tim penggalian di El-Araj untuk segera menerbitkan artikel untuk meninjau hasil penemuan mereka.

“ Sejauh ini mereka gagal melakukannya,” ucapnya.

Ekspedisi penggalian arkeologi di El-Araj sempat terhenti karena diterpa bencana banjir pada awal tahun.

Sumber: Mirror.co.uk

Beri Komentar