Dokter di Wuhan yang Kulitnya Jadi Hitam karena Covid-19 Meninggal Dunia

Reporter : Sugiono
Rabu, 3 Juni 2020 17:07
Dokter di Wuhan yang Kulitnya Jadi Hitam karena Covid-19 Meninggal Dunia
Kematiannya memicu kemarahan warga China, mengapa?

Dream - Masih ingat dengan dokter di Wuhan yang kulitnya menghitam akibat terinfeksi virus corona penyebab Covid-19?

Dokter bernama Hu Weifeng tersebut dikabarkan telah meninggal dunia. Dokter Weifeng sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 pada 18 Januari.

Bersama dokter Yi Fan yang juga terinfeksi Covid-19, dokter Weifeng dirawat di Rumah Sakit Paru Wuhan.

Namun kondisi dokter Yi Fan masih lebih baik dari dokter Weifeng yang dilaporkan menjalani perawatan 99 hari di rumah sakit.

Meski dinyatakan sembuh, tapi kesehatan dokter Weifeng secara keseluruhan masih dibilang lemah. Selain Covid-19, dokter yang merawatnya juga mengkhawatirkan kondisi mentalnya.

1 dari 7 halaman

Kulit Menghitam karena Penyakit Liver?

Kematian dokter Weifeng pada 2 Juni 2020 kemarin cukup mengejutkan netizen karena dia dikenal sebagai pasien yang gigih melawan Covid-19.

 Kondisi dokter Hu Weifeng yang kulitnya menghitam.© Pear Video, CCTV Beijing

Kondisi dokter Weifeng menjadi berita utama pada bulan Maret, ketika kulitnya menjadi hitam, diduga akibat efek terinfeksi virus corona.

Namun kabar menyebutkan perubahan kulit dokter Weifeng yang menghitam akibat penyakit liver yang dideritanya selama dirawat di rumah sakit.

Penyebab pasti kematian dokter Weifeng tidak diumumkan kepada publik. Namun di media sosial, berita kematiannya telah menimbulkan kemarahan netizen.

2 dari 7 halaman

Satu Kerja dengan Dokter Pertama Penemu Virus Corona

Banyak surat kabar, termasuk surat kabar pemerintah Global Times, melaporkan bahwa dokter Weifeng bekerja di rumah sakit yang sama dengan dokter Li Wenliang.

Dokter Wenliang dikenal sebagai 'whistle-blower' yang pertama kali memperingatkan rekan-rekannya tentang virus corona penyebab Covid-19 pada akhir Desember lalu.

Namun setelah tertular virus corona, dokter Wenliang meninggal dunia tak lama setelahnya.

Kematian dokter Wenliang yang tidak diumumkan juga memicu kemarahan di China. Banyak yang menuduh pihak berwenang telah berusaha membungkam dokter Wenliang agar tidak bicara tentang virus corona.

3 dari 7 halaman

Mengundang Kemarahan Netizen

Seperti kasus dokter Wenliang, kematian dokter Weifeng juga memicu kemarahan dan tanda tanya di kalangan netizen.

Banyak yang menanyakan bagaimana dokter Weifeng meninggal. Selain itu tidak sedikit yang menuntut pejabat rumah sakit tempat dokter Weifeng meninggal dicopot.

" Kapan para pemimpin Rumah Sakit Pusat Wuhan dimintai pertanggungjawaban?" kata seorang netizen.

" Ini adalah pekerja medis kelima yang meninggal di Rumah Sakit Pusat Wuhan karena virus corona," kata yang lain.

Sumber: BBC News

4 dari 7 halaman

Dua Dokter di Wuhan Kritis Karena Covid-19, Saat Bangun Kulit Jadi Hitam

Dream - Dua orang dokter di China kulitnya menghitam saat mengalami masa kritis akibat terinfeksi virus corona penyebab Covid-19.

Dokter Hu Weifeng dan dokter Yi Fan sebelumnya tertular virus corona ketika merawat pasien di Rumah Sakit Pusat Wuhan pada bulan Januari.

Stasiun televisi Pemerintah China CCTV melaporkan kedua dokter tersebut sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 pada 18 Januari dan dirawat di Rumah Sakit Paru Wuhan.

5 dari 7 halaman

Kondisi Kedua Dokter di Wuhan

Dokter Fan sendiri merupakan ahli jantung RS Pusat Wuhan. Dia dinyatakan sembuh setelah dokter memasang mesin pendukung kehidupan yang disebut ECMO selama 39 hari.

 Kondisi dokter Yi Fan kulitnya menghitam.© RS Pusat Wuhan, CCTV Beijing

Mesin ini menggantikan fungsi jantung dan paru dengan memompa oksigen ke dalam darah manusia dari luar.

Menurut Dr Fan, dia masih belum pulih seluruhnya. Meski Dr Fan bisa bergerak di tempat tidur secara normal, tetapi di masih susah untuk berjalan secara mandiri.

Dr Fan mengaku bahwa penyakit Covid-19 ini telah membuatnya trauma. Namun, berkat konseling yang dilakukan secara teratur, Dr Fan secara psikologis mulai tenang sekarang.

6 dari 7 halaman

Mengkhawatirkan

Sementara itu, kondisi yang lebih buruk menimpa Dr Weifeng. Dokter urologi itu menjalani perawatan Covid-19 selama 99 hari.

 Kondisi dokter Hu Weifeng yang kulitnya menghitam.© Pear Video, CCTV Beijing

Meski dinyatakan sembuh, tapi kesehatan Dr Weifeng secara keseluruhan masih dibilang lemah. Selain Covid-19, dokter yang merawatnya juga mengkhawatirkan kondisi mentalnya.

Dokter Weifeng juga menjalani terapi ECMO dari 7 Februari hingga 22 Maret. Dia sudah mampu berbicara lagi pada 11 April.

Tapi kesehatan mental Dr Weifeng mengkhawatirkan. Dia tidak pernah berhenti berbicara kepada setiap dokter yang berkunjung untuk memeriksa kesehatannya.

7 dari 7 halaman

Ada Dua Penyebab Kulit Menghitam

Dokter yang merawat mereka curiga kulit Dr Weifeng dan Dr Fan berubah warna akibat ketidakseimbangan hormon setelah liver mereka rusak oleh virus.

Kemungkinan lain kulit mereka menjadi gelap karena jenis obat tertentu yang telah mereka terima dari awal perawatan.

Namun dokter tersebut tidak menyebutkan obat jenis apa yang diminum oleh kedua pasien tersebut.

Dokter berharap kulit kedua pasien tersebut bisa segera normal setelah fungsi liver mereka kembali membaik.

Sumber: Science Times

Beri Komentar