Fakta di Balik Geger Kostum Pawai Anak TK Bercadar & Panggul Senjata Mainan

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 18 Agustus 2018 20:19
Fakta di Balik Geger Kostum Pawai Anak TK Bercadar & Panggul Senjata Mainan
Pihak pengelola TK dan polisi angkat bicara.

Dream - Rangkaian pawai hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di Probolingggo, Jawa Timur jadi perbincangan di sosial media. Dalam unggahan yang menjadi viral tersebut terlihat peserta pawai dari anak-anak sebuah sekolah Taman Kanak-kanak (TK).

Penampilan peserta pawai, yang sebagian besar perempuan, dari TK itu memang cukup mencolok.

Dari unggahan sebuah video akun Twitter @AbidUmarFaruq, Sabtu 18 Agustus 2018, terlihat anak-anak dari TK tersebut berpawai dengan mengenakan busana hijab dengan cadar menutup wajahnya. Perhatian netizen justru teralihkan dengan aksesoris yang dipakai para bocah cilik tersebut.

Anak-anak TK tersebut memegang senjata mainan sebagai aksesoris penampilannya.Ketika berpawai, terlihat ada orang-orang dewasa yang mendampingi pawai ini.

" Karnaval Di Kota Probolinggo, di perankan anak TK K*****A di lingkungan KODIM 0820 Probolinggo ???pengajaran perang atau pendidikan radikalisme https://t.co/rqfnwW4K4i," cuit @AbidUmarFauq seraya memasukan beberapa akum Twitter lainnya.

Para anak sekolah tersebut adalah peserta dari Pawai Budaya dengan tema Bhinneka Tunggal Ika tingkat TK se-Kota Probolinggo oleh Diknas Kota Probolinggo dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun RI ke-73. Event ini digelar pada Sabtu, 18 agustus 2018 sejak pukul 07.00 sampai 11.00 WIB di Kota Probolinggo dengan 158 peserta. 

Kegiatan ini merupakan event rutin setiap tahun yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Probolinggo dengan Tema Pawai Budaya Bhinneka Tunggal Ika.

1 dari 5 halaman

Warganet Gusar

Penampakan video yang segera menjadi viral di media sosial tersebut membuat sebagain warganet gusar. Netizen langsung menuding jika pihak pengelola TK mengajarkan radikalisme pada anak didiknya.

Sebagian lagi menyebut pihak sekolah mengajarkan paham terorisme sejak dini.

" Ternak teroris sejak dini," cuit@Sentjoko.

" Ini kok semakin nyleneh saja," cuit @amruddinnejad1 dalam bahasa Jawa.

" Coba dicek penggeraknya. Apa kurang baju daerah atau hal lucu lainnya. Kenapa bajunya radikal?" Cuit @sirnajati19.

 

2 dari 5 halaman

Penanggung Jawab TK Minta Maaf

Mengetahui video tersebut viral di sosial media, pihak Polres Probolinggo, langsungg menggelar keterangan pers untuk menjelaskan masalah yang terjadi dari penampilan para peserta pawai tersebut.

Dikutip dari laman www.polresprobolinggokota.info, keterangan pers tersebut dihadiri Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal, Dadim 0820 Probolinggo Letkol Kav. Depri Rio Saransi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Probolinggo Drs. Moch. Maskur, M.Pd, Ketua Panitia Pawai Budaya Supini dan Kepala Sekolah TK dari TK bersangkutan, Hartatik.

Letkol Kav. Depri Rio Saransi, sebagai penanggung jawab TK dan Paud yang berada di dalam naungan Kodim 0820 Probolinggo menegaskan kejadian tersebut murni untuk memanfaatkan properti yang tersimpan di tempat penyimpanan barang - barang yang ada di sekolah.

“ Dalam hal konteks tema yang sudah disampaikan oleh kepala sekolah, hal itu merupakan murni bertujuan untuk memberikan murid murid tentang perjuangan agama Islam dan saya tekankan lagi murni tidak ada maksud sama sekali atau unsur sengaja untuk menunjukkan paham radikalisme”, jelasnya.

Depri menyampaikan permohonan maaf sekali kembali menegaskan jika insiden yang terjadi tidak ada unsur kesengajaan.

" Sekali lagi tidak unsur dengan sengaja, ini hanyalah semata mata untuk menunjukkan bahwa ikut berpartisipasi dan bukan pemberian doktrin radikalisme”, tambahnya.

 

3 dari 5 halaman

Alasan Pengelola Sekolah TK

Sementara itu Hartatik sebagai kepala sekolah TK menegaskan tak ada niat dari pengelola sekolah untuk menanamkan jiwa kekerasan pada anak didiknya.

Menurut Hartatik, pemilihan kostum sepenuhnya dilakukan karena spontanitas dan memanfaatkan properti yang ada di Sekolah TK. Pihak sekolah berharap bisa menghemat anggaran karena tak perlu mengeluarkan biaya menyewa kostum.

" Atas kejadian ini saya meminta maaf kepada masyarakat. Kami berjanji untuk tidak mengulangi hal yang sama,” ucap Hartatik.

 

4 dari 5 halaman

Polisi Akan Selidiki Motifnya

Sementara Kapolres Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal, menjelaskan pelaksanaan Pawai Budaya tingkat TK tersebut tidak mengajukan izin dari Kepolisian.

Namun Polres Probolinggo Kota tetap melakukan pengamanan jalur dan pengamanan kegiatan secara spontanitas mengingat kegiatan tersebut ditonton oleh banyak orang dengan rute di tengah kota.

“ Sedangkan terkait penggunakan kostum dan atribut tersebut akan kami lakukan pendalaman”, jelas Alfian dikutip dari keterangan tertulisnya. (Baca selengkapnya di sini)

5 dari 5 halaman

Lihat Videonya di Sini!

Lihat videonya: