Fakta Mengejutkan Pembunuhan Staf Cantik oleh Dosen Bergelar Doktor

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 25 Maret 2019 17:22
Fakta Mengejutkan Pembunuhan Staf Cantik oleh Dosen Bergelar Doktor
Pelaku sempat mengaburkan fakta pembunuhan.

Dream - Kematian staf Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) Universitas Negeri Makasar (UNM) Siti Zulaeha menjadi pembicaraan. Dalam pengembangan polisi, pembunuh Siti tak lain rekan kerjanya yang berprofesi sebagai dosen Fakultas Keolahragaan UNM, Wahyu Jayadi.

" Ya, sudah kita amankan, Doktor Wahyu Jayadi, M.Pd. Dosen sekaligus kepala unit KKN di Universitas Negeri Makassar," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, kepada Liputan6.com, Senin, 25 Maret 2019.

Wahyu disebut tega membunuh Zulaeha karena perempuan itu terlalu jauh mengurusi kehidupan pribadinya. Dicky mengatakan, Wahyu tak terima dengan perlakuan Zulaeha yang selama ini dianggap sebagai keluarga.

" Korban tersebut sudah telalu jauh ikut campur masalah pekerjaan dan masalah pribadi pelaku," ujar dia.

Berikut beberapa fakta pembunuhan Zulaeha:

 

 

 

1 dari 5 halaman

1. Wahyu Merekayasa Peristiwa

Wahyu disebut merekayasa peristiwa pembunuhan Zulaeha. Polisi menyebut Wahyu sempat memecahkan kaca mobil Zulaeha guna merekayasa bahwa kasus ini berawal dari kasus perampokan.

 Pembunuhan Zulaeha di Gowa. Sulawesi Selatan (Foto: Liputan6.com)Pembunuhan Zulaeha di Gowa. Sulawesi Selatan (Foto: Liputan6.com) © Liputan6.com

Pembunuhan Zulaeha di Gowa. Sulawesi Selatan (Foto: Liputan6.com)

" Pelaku ini memang terlebih dahulu membunuh korban. Lalu membawanya ke depan gudang itu lalu memecahkan kaca mobil, agar seolah itu adalah kasus perampokan," ujar Dicky.

Meski merekayasa kasus itu, polisi tak segera yakin. Sebab, polisi curiga tidak ada barang Zulaeha yang hilang.

 

2 dari 5 halaman

2. Sempat Diantar ke Rumah Sakit

Untuk meyakinkan penyidik, Wahyu sempat mengantar jenazah Zulaeha ke RS Bhayangkara Makassar. Lokasi tersebut menjadi tempat polisi menangkap Wahyu.

Dari hasil interogasi, Wahyu mengaku membunuh Zulaeha. Kepada polisi, Wahyu mengaku membunuh Zulaeha dengan cara mencekik lehernya.

" Sempat ditinju juga, lalu dicekik lagi hingga tewas," kata Dicky.

 

3 dari 5 halaman

3. Bukti Bercak Darah

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, penetapan status tersangka Wahyu juga mempertimbangkan bukti yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di mobil Zulaeha terdapat bercak darah milik Wahyu.

" Jejak darah inilah mengantarkan kami bahwa pelaku memiliki luka. Kami melakukan pendalaman pada luka W dan menimbulkan dampak psikologis baginya," kata Shinto.

 Pembunuhan Zulaeha di Gowa. Sulawesi Selatan (Foto: Liputan6.com)Pembunuhan Zulaeha di Gowa. Sulawesi Selatan (Foto: Liputan6.com) © Merdeka.com

Pembunuhan Zulaeha di Gowa. Sulawesi Selatan (Foto: Merdeka.com)

Wahyu sempat membantah darah tersebut miliknya. Dia menyebut, mendapatkan luka empat hari lalu.

W kemudian panik saat dokter forensik melakukan pemeriksaan. Luka yang didapat Wahyu diketahui akibat korban melakukan perlawanan hingga akhirnya mencakar lengan pelaku.

 

4 dari 5 halaman

4. Pesan Ibu Korban ke Pelaku

 Pembunuhan Zulaeha di Gowa. Sulawesi Selatan (Foto: Liputan6.com)Pembunuhan Zulaeha di Gowa. Sulawesi Selatan (Foto: Liputan6.com) © Foto: Liputan6.com

Pembunuhan Zulaeha di Gowa. Sulawesi Selatan (Foto: Liputan6.com)

Wahyu mengaku ke polisi sempat mendapat pesan dari ibunda Zulaeha. Ibunda Zulaeha mengatakan, Wahyu dan Siti diketahui memang dekat layaknya saudara.

Sebelum meninggal, Siti berpesan agar Wahyu menjaga anaknya.

" Kita tak punya hubungan emosional dalam tanda kutip bahwa kita saling suka sama suka. Ini karena persoalan hubungan emosional karena hubungan keluarga. Saya ingat pesannya almarhumah mamanya, 'jaga adikmu, jaga adikmu. Kamu bukan orang lain," kata Wahyu.

 

5 dari 5 halaman

5. Bukan Karena Asmara

Polisi menyebut motif pembunuhan Zulaeha bukan karena asmara. Dilaporkan , Wahyu membunuh korban karena emosi sesaat yang dilampiaskan.

" Pelaku secara tidak terkontrol akibat ketersinggungan pelaku pada korban. Pelaku tidak mengakui adanya hubungan asmara dengan korban. Keduanya hanya rekan kerja. Di hasil sementara otopsi juga, tidak ditemukan tanda-tanda kehamilan," kata Shinto.

Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak