Fakta-fakta Tewasnya Wanita di Polewali Mandar Usai Tertimpa Pohon Kelapa

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 20 November 2019 14:26
Fakta-fakta Tewasnya Wanita di Polewali Mandar Usai Tertimpa Pohon Kelapa
Tubuh dan sepeda motor remuk.

Dream - Nasib tragis dialami oleh seorang wanita bernama Amira Amir. Pada Senin 18 November 2019, nyawanya tak tertolong setelah tubuh dan motor yang dikendarainya tertimpa pohon kelapa setinggi 50 meter.

Peristiwa bermula ketika Amira yang tengah mengendarai sepeda motornya melintas di sebuah perkampungan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Saat dia melintas, tiba-tiba pohon kelapa tumbang dan menimpanya.

Sejumlah fakta muncul dari peristiwa tersebut, berikut sejumlah fakta tewasnya Amira dikutip dari Pojoksatu.id,

 

1 dari 5 halaman

Luka Serius

1. Tubuh Amira Tertindih Pohon Selama Dua Jam

Setelah pohon itu tumbang dan menimpa Amira, warga sekitar rupanya tak mampu berbuat banyak. Mereka hanya bisa menyaksikan lantaran pohon kelapa itu ukurannya terlalu besar. Sementara peralatan tidak memadai.

Selang dua jam setelah alat berat didatangkan. Tubuh Amira akhirnya bisa dievakuasi dan nyawanya tidak dapat diselamatkan.

2. Alami Luka Serius

Dari pemeriksaan awal, Amira diketahui menderita patah di bahu dan leher. Sementara kepalanya remuk akibat tertimpa pohon kelapa setinggi 50 meter.

3. Motor Hancur

Selain itu, motor yang dikendarai Amira juga terlihat hancur dihantam kuatnya pohon kelapa yang juga turut menjepit tubuh korban.

 

2 dari 5 halaman

Ini Videonya

      View this post on Instagram

A post shared by JOURNALISTCITIZEN19 (@journalistcitizen19) on

3 dari 5 halaman

Mantan Penyiar Televisi Tewas Tertimpa Pohon Kelapa

Dream - Mantan pembawa berita televisi India Doordarshan dan instruktur yoga, Kanchan Nath, 58 tahun, mengalami nasib nahas. Dia meninggal dunia karena tertimpa pohon kelapa di Sant Venkaih Marg.

Menurut laporan The Times of India, peristiwa itu terjadi pada Kamis, 20 Juli 2017 usai Kanchan pulang dari tempat kerjanya di Chembur, Mumbai, India. Saat melintas di jalanan Sant Venkaih Marg, hujan deras sedang terjadi.

Tiba-tiba, pohon kepala itu tumbang dan menimpa tubuh Kanchan. Dia sempat ditolong beberapa warga dan membawanya ke Rumah Sakit Sushrut. Tetapi, akibat luka yang parah, dia meninggal pada Sabtu, 22 Juli 2017.

Peristiwa itu tertangkap kamera CCTV. Rekaman itu menjadi ramai di media sosial India.

Insiden itu membuat warga geram. Warga setempat menyalahkan otoritas Kota Mumbai.

Rajat, suami Kanchan, meminta pertanggungjawaban otoritas Kota Mumbai. Sebab, menurut dia, salah seorang pemilik bungalow pada Februari 2017 telah meminta agar pohon kelapa itu ditebang.

" Pemilik bungalow, Avinash Pol telah protes ke otoritas kota Mumbai agar pohon kelapa itu ditebang. Tapi, pegawai dari otoritas kota Mumbai mengatakan pohon kelapa itu tak perlu ditebang," kata Rajat.

Sepanjang 10 Juni hingga 21 Juli, otoritas kota Mumbai sebetulnya telah menerima 1.250 keluhan pohon tumbang. Tetapi, rupanya keluhan semacam itu tak diperhatikan oleh pejabat setempat.

4 dari 5 halaman

Panjat Pohon Kelapa Tak Bisa Turun, Pria Ini Akhirnya...

Dream - Seorang pemetik kelapa umumnya sudah sangat lihai dalam " menaklukkan" tingginya pohon. Jika sudah naik, tentu mereka bisa turun.

Tapi tidak dengan pemetik kelapa yang satu ini. Ruswanto bisa memanjat pohon kelapa, tetapi harus tinggal di atas.

Entah apa yang terjadi pada Ruswanto hingga tiba-tiba ia tak berani turun dari pohon kelapa yang telah dipanjatnya. Peristiwa menegangkan ini terjadi di Pasinggangan, Banyumas, Jawa Tengah.

Ruswanto selama ini memang sudah rutin memanjat pohon untuk memetik kelapa. Tetapi, entah mengapa pada Senin, 17 Juli 2017 lalu, tepatnya pukul 16.30 WIB, pria berusia 60 tahun itu tiba-tiba ketakutan untuk turun lagi ke bawah dari pohon kelapa setinggi 10 meter.

Ruswanto pun terpaksa bertahan di pucuk pohon kelapa sampai waktu Maghrib tiba. Hingga akhirnya anak Ruswanto, Rofik, 20 tahun, mengetahui keberadaan sang ayah yang sedang ketakutan di atas pohon kelapa.

 

5 dari 5 halaman

Detik-detik Menegangkan

Dream - Rofik pun meminta bantuan pada warga sekitar. " Saksi (Rofik), kemudian meminta tolong lagi ke warga sekitar untuk mengamankan Ruswanto dengan menggunakan sarung dan tali dadung lalu dikaitkan lagi di pohon kelapa," tulis laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, dikutip Rabu,19 Juli 2017.

Setelah itu, baru kemudian warga melaporkan kasus itu ke BPBD setempat. Tepat pukul 20.55 WIB, Ruswanto akhirnya bisa dievakuasi dari atas pohon kelapa.

" Dievakuasi menggunakan teknik vertical rescue."

Berikut detik-detik menegangkan proses evakuasi Ruswanto dari atas pohon kelapa:

 

 Sutopo Purwo Nugroho   ?@Sutopo_PN    

Menurut anda apakah wajar orang suka naik tapi tidak mau turun? Kisah penderes kelapa yang takut turun dan dievakuasi BPBD Banyumas.

   Embedded video
  42 Twitter Ads info and privacy

Beri Komentar
Bikin Geleng-geleng Kepala, 3 Mobil Ini Sukses Terjang Banjir