Film-Film Luar Negeri yang Sebutkan Kata Indonesia di Dalamnya

Reporter : Idho Rahaldi
Rabu, 24 April 2019 16:44
Film-Film Luar Negeri yang Sebutkan Kata Indonesia di Dalamnya
Itu menandakan bahwa mereka kenal lho sama negara kita.

Dream - Mungkin masih banyak masyarakat Indonesia yang pesimistis mengenai eksistensi negara kita di mata negara lainnya. Bahkan sebagian dari kamu bisa jadi masih minder jika ditanya berasal dari Indonesia.

Faktanya, salah besar kalau di antara kamu masih ada yang mengira orang luar negeri enggak mengenal kita.

Kita ambil dari contoh kecil saja, ternyata banyak film luar negeri yang memasukkan unsur Indonesia ataupun menyebutkan kata Indonesia di dalamnya.

Ya, walaupun terkadang ada yang kurang pas, setidaknya itu menandakan bahwa mereka kenal sama Indonesia.

Memang film apa aja sih? Untuk lebih jelasnya kamu bisa melihatnya di video dibawah ini:

1 dari 4 halaman

Indonesia

(Youtube.com/Nathanael Ashagie)

2 dari 4 halaman

Pakar Sebut Beauty and The Beast Film Disney Paling Berbahaya, Mengapa?

Dream - Disney Studio selalu konsisten menampilkan film-film animasi maupun musikal yang mampu membuat penikmatnya jatuh hati.

Tokoh-tokoh yang diciptakan Disney selalu memiliki ciri khas yang membuat penonton betah menantikan karya-karya animasi lainnya.

Jadi tak heran jika film Disney, baik yang klasik atau pun yang terbaru, menjadi bagian penting dalam perjalanan kehidupan di setiap generasi.

Namun kabar kurang menyenangkan datang dari para pakar yang menilai film buatan Disney yang selama ini menemani anak-anak di dunia ternyata cukup berbahaya bagi tumbuh kembang mereka.

Seperti dilansir dari mirror.co.uk, film-film seperti Snow White, Sleeping Beauty dan Lion King mempromosikan kesan tubuh yang tidak sehat, materialistik dan bahkan rasis serta kekerasan domestik.

Dari banyaknya film Disney, ada satu film yang disebutnya paling berbahaya. Film tersebut adalah Beauty and the Beast.

3 dari 4 halaman

Stockholm Syndrome

Menurut Dr Victoria Cann, dosen sastra di University of East Anglia, Inggris, Beauty and the Beast mengisahkan tentang kondisi yang dinamakan Stockholm Syndrome.

Dimana terdapat gambaran respons psikologis dalam kasus-kasus seperti sandera penculikan menunjukkan tanda-tanda kesetiaan kepada penyanderanya.

 Beauty© dream.co.id

Mereka secara emosional menjadi menyayangi penyandera bahkan membela mereka tanpa mempedulikan bahaya atau risiko yang telah dialaminya.

" Ini adalah yang paling berbahaya karena Beast selalu merasa di ambang kekerasan. Ini juga memberi ide bahwa jika seorang wanita yang lemah bertahan cukup lama, dia bisa mengubah pasangan yang pemarah,” ucapnya.

4 dari 4 halaman

Aladdin Rasis?

Tak hanya Beauty and the Beast, Cann juga menyoroti film Aladdin tahun 1992. Ia menyebut jika film itu rasis.

Menurutnya, semua karakter baik termasuk Aladdin memiliki kulit putih pucat, sementara yang buruk atau tokoh antagonis berkulit lebih gelap.

 Aladdin© dream.co.id

Tak berbeda jauh juga dengan film Lion King di mana si jahat berwarna lebih gelap dibanding karakter lain.

Pakar lain, Dr Laura Coffey-Glover dari Nottingham Trent University, percaya bahwa film Disney lainnya, Snow White menciptakan harapan palsu bagi gadis muda.

Dia mengatakan, film itu menggambarkan wanita sebagai karakter lemah yang hanya menunggu seorang pria untuk datang dan membangkitkan mereka.

Mereka juga percaya bahwa Sleeping Beauty bisa mendorong seseorang menjadi anoreksia, melihat karakter yang digambarkan memiliki pinggang yang sangat kecil. Dua film tersebut juga menunjukkan bagaimana seorang wanita dicium pria ketika tidur.

Cann mengatakan bahwa film-film tersebut seolah " mewajarkan hak pria atas tubuh wanita.”

Meski demikian, para pakar tersebut memuji film terbaru Disney seperti Frozen yang mengangkat kisah lebih modern, termasuk pelajaran tentang persahabatan, kesetiaan keluarga dan feminisme.

Bagaimana menurut kamu Sahabat Dream? Setuju dengan pendapat para ahli itu?

(Sah, mirror.co.uk)

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam