Gadis AS Ingin `Mati Bermartabat` Saat Ultah ke-30

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 11 Oktober 2014 13:13
Gadis AS Ingin `Mati Bermartabat` Saat Ultah ke-30
Maynard bertekad untuk bertahan hidup meski kanker ganas menggerogoti pikirannya.

Dream - Menikah selama setahun, Brittany Maynard, 29 tahun, mendapati dirinya mengidap kanker otak yang agresif. Menurut pemeriksaan dokter, penyakit Maynard tidak mungkin diobati alias tidak ada obatnya. Akibatnya, dia divonis hanya dapat bertahan hidup paling lama enam bulan.

Menyadari hal itu, Maynard yang awalnya tinggal di San Francisco ini memutuskan pindah ke Oregon. Dia bisa saja memilih tinggal di kota kelahirannya dan meninggal dengan segala kondisi akibat kanker otak yang diidapnya.

Mulai dari perubahan kepribadian dan verbal, kehilangan kognitif dan motorik. Dia tak ingin keluarganya menyaksikan dirinya tersiksa dengan itu semua.

Namun karena dia merasa masih muda dan sehat, Maynard bertekad untuk bertahan hidup meski kanker ganas menggerogoti pikirannya. Karena itulah dia ingin meninggal secara bermartabat dengan melakukan Euthanasia. Setelah mencari negara bagian yang mengesahkan Euthanasia, Maynard menjatuhkan pilihan di Oregon.

Kondisi Maynard ternyata memenuhi syarat untuk melakukan Euthanasia di Oregon. Namun tinggal di sini merupakan langkah yang besar. Semuanya harus berubah, mulai dari SIM, dokter, kartu pemilih dan Dan Diaz, suaminya, harus kehilangan pekerjaannya.

Maynard mengaku, langkahnya ini bukan aksi bunuh diri. Karena dia sebelumnya mendapat perawatan medis. Jika ini bunuh diri, Maynard mengaku mungkin sudah melakukannya sejak lama.

" Aku tidak ingin mati. Tapi aku sekarat. Dan aku ingin mati dengan caraku sendiri," ujar dia. " Aku tidak menganjurkan orang untuk memilih mati secara bermartabat." Bagi Maynard, siapapun berhak memilih seperti apa yang dipilihnya sekarang. Termasuk memilih untuk menjalankan 'keinginannya' pada ulang tahunnya ke-30 pada 19 November mendatang. (Ism, CNN)

Beri Komentar