Sejak Bayi Diasuh Kera, Ini Reaksi Pertama Saat Ketemu Orang

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 10 April 2017 09:02
Sejak Bayi Diasuh Kera, Ini Reaksi Pertama Saat Ketemu Orang
Gadis itu berteriak dan marah seperti layaknya kera.

Dream - Gadis berusia delapan tahun ditemukan hidup dengan monyet dan tidak bisa berjalan atau berbicara seperti manusia normal umumnya. Orang-orang pun menjuluki anak itu sebagai 'Mowgli di dunia nyata'.

Mowgli merupakan tokoh dalam buku cerita The Jungle Book. Buku karangan Rudyard Kipling ini berkisah tentang seorang anak laki-laki bernama Mowgli yang dibesarkan oleh serigala.

Dn gadis yang dijuluki 'Mowgli di dunia nyata', sebagaimana dilaporkan Mirror, berjalan dengan cara merangkak dan hanya bisa berkomunikasi menggunakan pekikan. Dia berkeliaran di sebuah cagar alam terpencil di Bahraich, India bagian utara.

Pejabat di Kepolisian Uttar Pradesh, Wakil Inspektur Suresh Yadav, menjadi orang pertama yang melihat gadis kecil itu.

Saat itu, Suresh sedang berpatroli rutin dan melihat gadis itu sedang duduk dengan santai bersama para kera di Katarniaghat Wildlife Sanctuary, dekat perbatasan dengan Nepal.

Mowgli di dunia nyata© Mirror

Times of India melaporkan ketika Suresh mencoba untuk menyelamatkan gadis itu, para kera memekik padanya. Begitu pula dengan gadis kecil itu.

Polisi masih mencoba untuk mencari tahu dari mana asal gadis itu berasal dan berapa lama dia telah tinggal di alam liar.

Gadis kecil itu sekarang sedang dirawat di sebuah rumah sakit. Dokter yang memeriksa mengatakan bahwa 'Mowgli di dunia nyata' itu masih ketakutan saat bertemu dengan manusia lain. Dia bahkan mudah marah serta liar seperti seekor kera.

Meski pun telah menunjukkan perkembangan setelah diajar untuk berjalan di atas dua kaki, gadis kecil itu masih sering terlihat menggunakan tangan dan kakinya untuk berjalan. (eko)

1 dari 3 halaman

Geger Kadal Raksasa Berkeliaran di Rumah Warga

Dream - Warga Thurgoona, New South Wales, Australia, digemparkan oleh kemunculan kadal berukuran raksasa di rumah penduduk. Kadal Australia -yang disebut goanna- dengan panjang 1,5 meter itu terlihat menempel di tembok rumah seorang pensiunan, Eric Holland.

“ Saya tentu saja sangat terkejut, saya mengira itu makhluk dari Mars yang jatuh ke rumah saya,” kata Holland, sebagaimana dikutip Dream dari laman The Daily Telegraph, Jumat 4 Desember 2015.

Foto goanna itu dengan cepat menyebar ke media sosial. Holland juga membawa foto itu ke surat kabar setempat dan dimuat. Jadilah masyarakat di sana terkejut dengan kehadiran kadal raksasa ini.

Dalam foto itu, terlihat binatang melata berkaki empat dan berekor panjang sedang menempel di dinding. Banyak warga bertanya-tanya, apakah itu benar-benar goanna? Kalau benar, dari mana datangnya?

Tapi dalam wawancara dengan media, Holland mengaku melihat kadal raksasa itu saat akan keluar dari gudang. Karena kaget, dia lantas masuk kembali ke dalam gudang. Dan saat keluar lagi, dia melihat kadal itu sudah memanjat ke dinding. “ Hampir ke atap.”

Dengan hati berdebar, Holland mencoba mendekat. Namun, kadal itu hanya sedikit bergeser dari posisi semula. “ Dia hanya bergeser sedikit ke depan dan kemudian turun di depan rumah,” tambah Holland.

Foto yang beredar di media sosial memang cuma satu engel saja. Inilah yang menimbulkan kesangsian. Kalau itu benar-benar goanna, mengapa hanya ada satu foto saja? Mengapa binatang yang biasa di alam liar itu berkeliaran di perkampungan? Tapi Holland punya penjelasan atas pertanyaan ini.

“ Saya kira, jika saya cukup berani saya seharusnya memutari rumah dan mendapatkan foto lain,” ujar Holland. Selain masyarakat lokal, kadal itu juga membuat penasaran turis asing yang datang ke wilayah itu.

2 dari 3 halaman

Misteri Jutaan Ikan Mati di Laut Ancol Terkuak!

Dream - Masyarakat Jakarta tengah digegerkan dengan fenomena jutaan ikan yang mati dan terdampar di tepi Pantai Ancol, Jakarta Utara sejak kemarin.

Lantas apa yang menjadi penyebabnya?

Ternyata, matinya ikan-ikan tersebut dipicu oleh pencemaran air laut oleh lumpur yang mengandung hidrogen sulfida atau H2S.

" Ada pemasukan air yang sangat besar dari sungai-sungai ke daerah muara Ancol akibat pembalikan atau pengangkatan lumpur-lumpur. Lumpur ini mengandung H2S. Racun itu," terang Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov DKI Jakarta, Lilik Litasari, saat berbincang dengan Dream, Selasa 1 Desember 2015. 

Lumpur yang mengalir dari sungai itu kemudian mengotori pesisir laut dan merusak habitat di daerah tersebut. Ikan-ikan tak mampu bernapas karena kandungan oksigennya sangat tipis. 

Fenomena itu, memang bisa terjadi di musim hujan seperti sekarang usai kemarau panjang. Peristiwa semacam ini sebenarnya sudah pernah terjadi tahun lalu di Pantai Ancol, hanya saja intensitasnya tidak sebanyak sekarang.

3 dari 3 halaman

Misteri Ikan Raksasa Terdampar di Kali Ciliwung Terkuak

Dream - Masyarakat Bogor dihebohkan oleh penemuan seekor ikan berukuran raksasa pada Minggu 29 November 2015. Ikan yang besarnya seukuran tubuh orang dewasa itu terdampar di aliran Sungai Ciliwung, tepatnya di Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.

Ikan yang panjangnya sekitar 2 meter itu tersangkut di bebatuan Kali Ciliwung, tepat di bawah jembatan. Warga yang penasaran berbondong ke pinggir kali. Meriung ingin menyaksikan ikan itu dengan mata kepala sendiri.

Tak hanya warga di sekitar kali. Banyak pula pengendara sepeda motor dan mobil yang ikut menepi untuk melihat ikan itu. Semua bertanya-tanya, ikan apa gerangan. Mungkin baru kali ini mereka melihat ikan di kali itu dengan ukuran super jumbo. 

Ikan tersebut merupakan jenis Arapaima Gigas. Ikan ini banyak hidup di Sungai Amazon, Amerika Selatan. Kok bisa sampai ke Kali Ciliwung? Usut punya usut, ikan tersebut berasal dari tempat wisata Sumber Karya Indah (SKI) Tajur, Bogor.

Ikan itu sebelumnya ditemukan mati mengambang di kolam, lalu dibuang ke aliran Sungai Katulampa hingga akhirnya terdampar di aliran Ciliwung.

Pengelola SKI Tajur sementara ini belum mengetahui penyebab kematian ikan langka ini. Koleksi ikan Arapaima Gigas sendiri di SKI Tajur hanya berjumlah 15 ekor. Ikan tersebut didatangkan langsung dari Sungai Amazon, Brasil.

Sementara itu, pasca penemuan, warga Bogor akhirnya kembali menghanyutkan bangkai ikan raksasa itu karena sudah berbau busuk.

(Berbagai sumber)

Beri Komentar