Viral, Patah Tulang Belakang Akibat Kursi Ditarik Teman

Reporter : Idho Rahaldi
Sabtu, 7 September 2019 09:02
Viral, Patah Tulang Belakang Akibat Kursi Ditarik Teman
Sampai saat ini dia tidak bisa duduk dan hanya menangis kesakitan

Dream - Mengetahui kapan sesuatu disebut bercanda atau bukan sangat penting. Apalagi jika seseorang sampai terluka parah akibat karena niat bercanda. 

Situasi mengerikan akibat bercanda kelewat batas baru-baru ini menimpa seorang siswi SMA di Pamekasan, Jawa Timur.

Dari video yang tengah viral, gadis itu terlihat menangis dan mengerang kesakitan.

Diketahui gadis itu terluka parah lantaran ulah candaan temannya, yang menarik kursinya saat akan duduk.

1 dari 5 halaman

Hanya Bisa Menangis Kesakitan...

Melansir akun instagram @makassar_iinfo, sang pengunggah video bernama Andy Shubhan mengatakan, gadis bernama Anggun itu mengalami patah tulang belakang karena ulah iseng teman.

Dia juga menambahkan, sampai saat ini Anggun tidak bisa duduk dan hanya bisa menangis kesakitan.

Peristiwa bermula saat Anggun sedang berdiri untuk membereskan alat tulis dan buka yang ada di mejanya. Ketika hendak duduk, tiba-tiba seorang temannya menarik kursinya.

Anggun pun terjatuh dengan posisi terduduk. Alhasil, dia mengalami patah tulang di bagian tulang ekornya.

Andy juga menyematkan sebuah pesan pada kirimannya. Dia mengatakan untuk menjadikan kejadian ini sebagai bahan renungan agar berhati-hati saat hendak bercanda.

" SEBAGAI RENUNGAN BERSAMA. Hati-Hati jangan sampai terulang kembali. Menarik kursi saat temannya mau duduk, mengakibatkan orang lain mengalami kecelakaan Hingga menyebabkan patah tulang belakang..." tulis Andy.

Berikut kisah lengkapnya:

3 dari 5 halaman

6 Larangan Bercanda dalam Islam

Dream - Islam tak melarang atau mengharamkan bercanda. Justru Rasulullah SAW adalah sosok yang humoris. Akan tetapi, dalam bercanda harus tetap ada " rambu-rambu" atau batasan-batasan yang perlu diperhatikan.

Jangan sampai candaan kebablasan hingga membuat orang lain tidak nyaman atau bahkan tersinggung.

Nah menurut ajaran Islam, ada 6 larangan bercanda yang mesti Anda pahami. Berikut ulasannya: 

4 dari 5 halaman

Tidak Berbohong

Tidak Berbohong

Abu Hurairah RA menceritakan saat para sahabat berkumpul dalam majelis Rasulullah SAW, para sahabat bertanya kepada Rasulullah,

" Wahai Rasulullah, apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?" Maka Rasulullah SAW menjawab, " Tentu, hanya saja aku akan berkata benar."  (HR. Ahmad)

Rasulullah juga bersabda, " Neraka Wail bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk melucu (membuat orang tertawa), neraka Wail baginya, neraka Wail baginya."

(HR. Abu Dawud dalam kitab Al-‘Adab – 88, Bab Ancaman Keras terhadap Dusta; hadits no. 3990 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud III: 942 no.4175).

Tidak Tertawa Berlebihan

Rasul SAW telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa, "  Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati."  (HR. Ibnu Majah)

Seperti hadits dari Aisyah RA, "  Aku belum pernah melihat Rasullullah SAW tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan amandelnya, namun Beliau hanya tersenyum.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tidak Menakuti

Rasullullah SAW juga bersabda, " Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain." (HR. Abu Dawud)

5 dari 5 halaman

Jangan Bercanda Pernikahan

Jangan Bercanda Pernikahan

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, " Tiga hal yang apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh maka berguraunya pun dinilai sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh, yaitu: nikah, talak, dan rujuk" . (HR Abu Dawud)

Jadi, jangan pernah bercanda mengenai pernikahan. Contohnya dengan mengatakan, " Saya akan nikahi kamu!" atau juga talak " Saya akan ceraikan dia!" atau mungkin candaan " Saya akan menikah lagi" . Sebab, candaan-candaan tersebut akan bernilai sungguhan. 

Jangan Olok-olok

"  Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain, boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah panggilan yang buruk sesudah beriman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."  (QS. Al-Hujarat: 11)

Jangan Candai Asma Allah

" Dan jangan kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab," Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah, " Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman."  (QS. At-Taubah: 65-66)

Beri Komentar