Gagal Deal dengan Klien, Hati Salesman Muda Ini Hancur

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 26 April 2019 06:50
Gagal Deal dengan Klien, Hati Salesman Muda Ini Hancur
Dia merasa stres, lalu melakukan ini.

Dream – Tak jarang profesi salesman bikin cemburu banyak orang. Komisi yang didapatkan menguntungkan dan jam kerjanya fleksibel. Tapi, tak banyak orang yang sadar bahwa tenaga penjual juga merasa stres setiap hari.

Dikutip dari World of Buzz, Jumat 25 April 2019, pria berusia 25 tahun di China, ini merasa hancur berkeping-keping di depan umum setelah mabuk. Dia terbaring di tanah di samping tumpukan muntahannya.

Warga yang peduli kepada salesman ini menghubungi polisi, yang kemudian datang dan membantu anggota keluarga untuk membangunkannya.

Setelah sadar, polisi bertanya apakah pria itu mabuk. Sang salesman ini mengaku tak punya pilihan selain minum dengan kliennya.

Tiba-tiba dia mulai menangis dan mencurahkam isi hatinya kepada polisi.

1 dari 2 halaman

Gagal Deal

Salah seorang polisi yang tak disebutkan namanya ini mengatakan pria tersebut datang ke Nanjing, China, bersama istrinya, untuk bekerja. Sang pria bercerita bahwa keluarganya tidak miskin. Dia juga tak pernah meminta uang dari keluarganya.

“ Karena dia seorang tenaga pemasar, dia dipaksa minum dengan klien untuk menutup transaksi,” kata polisi.

Yang menyedihkan, pria itu tak bisa menyelesaikan kesepakatan malam itu. Bahkan, setelah sesi minum, klien harus menunggu instruksi lebih lanjut.

Ini yang memicu kehancuran. Dapat dipahami pria ini tak suka minum. Tapi, dia harus melakukannya demi klien.

2 dari 2 halaman

Mengharukan

Sepuluh menit kemudian, sang istri tiba di tempat kejadian dan segera memeluk suaminya. Pria itu terus meminta maaf kepadanya, sedangkan sang istri menghibur dan meyakinkan suami bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Momen mengharukan ini direkam di sebuah video dan menjadi viral di jejaring sosial.

Banyak warganet merasakan betapa sakit hatinya pria itu karena dia telah meninggalkan kampung halamannya untuk bekerja di kota besar. Selain berurusan dengan kesepian, mereka harus menghadapi tekanan pekerjaan dan biaya hidup yang terus meningkat.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna