Beda Cara Tekan Pasta Gigi, Suami Istri Cerai

Reporter : Sugiono
Jumat, 20 Desember 2019 15:12
Beda Cara Tekan Pasta Gigi, Suami Istri Cerai
Sebagian kasus perceraian disebabkan karena alasan konyol dan tidak masuk akal.

Dream - Perjalanan kapal bernama rumah tangga tidak selamanya berjalan dengan mulus. Terkadang, riak kecil atau bahkan badai muncul menghadang.

Ada sebagian pasangan yang mampu bertahan meski dilanda perselisihan hebat. Tapi, tak sedikit pula yang memilih bercerai meski hanya karena masalah sepele.

Baru-baru ini seorang petugas di Pengadilan Syariah di Malaysia bercerita tentang beberapa kasus perceraian yang ditanganinya.

Dia mengatakan ada sebagian kasus perceraian itu yang disebabkan karena alasan konyol dan tidak masuk akal.

1 dari 3 halaman

Berdebat Cara Menekan Odol yang Benar

Salah satu kasus perceraian aneh yang pernah ditanganinya disebabkan hanya karena masalah odol atau pasta gigi.

Awalnya pasangan suami istri berdebat masalah bagaimana memencet odol yang benar.

Si istri ingin memencet odol dari tengah. Sementara sang suami maunya memencet dari ujung.

" Suaminya lebih suka memencet dari ujung pasta gigi. Sedangkan istrinya mau memencet dari bagian tengah pasta gigi," kata petugas tadi.

2 dari 3 halaman

Disarankan Berdamai, Tetap Pilih Bercerai

Perdebatan yang awalnya terlihat biasa itu berubah menjadi sebuah pertengkaran hebat. Masing-masing bersikukuh dengan pendapatnya.

Karena semakin memanas, akhirnya mereka mendatangi Pengadilan Syariah untuk melayangkan gugatan cerai.

Meski sudah disarankan untuk berdamai, suami istri tersebut bersikeras dengan pendapatnya. Akhirnya mereka tetap bercerai.

Selain masalah pasta gigi, perceraian aneh lainnya terjadi hanya karena sang suami terlalu pendiam.

3 dari 3 halaman

Cerai Karena Suami Terlalu Pendiam

Seorang perempuan awalnya telah menikah dengan sosok pria yang sudah lama jadi kekasihnya.

Di tahun pertama pernikahan mereka, semuanya berjalan baik. Namun lama-lama sang istri jadi bosan dengan sikap pendiam suaminya.

Sebenarnya, sang suami adalah sosok lelaki yang pendiam sejak masih anak-anak. Tidak hanya di luar, di lingkungan keluarga, suaminya termasuk yang paling pendiam.

Karena sudah tidak tahan dengan sifat suaminya yang terlalu pendiam, si istri memutuskan untuk menceraikannya.

Pesan moral dari dua kisah ini adalah menikah merupakan keputusan besar dalam hidup. Sehingga, sebelum mengambil keputusan untuk menikah, selalu pikirkan semuanya terlebih dahulu. (ism) 

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak