Geger Kemunculan Danau Misterius di Tengah Gurun

Reporter : Puri Yuanita
Rabu, 4 November 2015 18:08
Geger Kemunculan Danau Misterius di Tengah Gurun
Lalu tiba-tiba ia melihat sebuah danau besar berkilauan di bawah terik matahari, di tengah-tengah gurun yang kering, sekitar 25 km dari kota Gafsa.

Dream - Cerita berawal saat Agustus 2014 lalu, seorang pemuda bernama Mehdi Bilel dalam perjalanan pulang setelah menghadiri pernikahan kerabatnya di utara Tunisia.

Lalu tiba-tiba ia melihat sebuah danau besar berkilauan di bawah terik matahari, di tengah-tengah gurun yang kering, sekitar 25 km dari kota Gafsa.

Mehdi Bilel mendadak tertegun sebab danau itu tidak ada beberapa hari yang lalu. Pada awalnya ia pikir dirinya hanya berhalusinasi. Namun ternyata danau tersebut benar-benar ada.

Sejak saat itu berita mengenai danau misterius itu menyebar sangat cepat dan ratusan orang dari berbagai wilayah di Tunisia berbondong-bondong datang ke tempat yang kini dikenal sebagai 'Lac de Gafsa' itu.

Lac de Gafsa bak oase di tengah teriknya gurun pasir di kawasan itu yang suhunya bisa mencapai 40 derajat celcius.

Hingga kini asal pembentukan danau ini masih belum diketahui secara pasti. Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa telah terjadi gempa kecil di bawah perut bumi yang menyebabkan pecahnya bebatuan di sana hingga mengalirkan jutaan meter kubik air ke permukaan.

Danau Lac de Gafsa terhampar luas dengan kedalaman 10 sampai 18 meter. Sejak kemunculannya, danau misterius ini menjadi daya tarik utama daerah tersebut.

Namun dikabarkan, saat ini masyarakat dilarang berenang di sini lantaran air danau yang disinyalir terkontaminasi zat fosfat.

Senyawa fosfat merupakan zat kimia yang biasa digunakan untuk memproduksi pupuk, pestisida, deterjen dan sejenisnya.

Tanda bahwa Lac de Gafsa telah terkontaminasi antara lain dapat dilihat dari warna air yang berubah. Air danau ini berubah dari biru kristal mejadi hijau keruh akibat pengaruh ganggang. Keberadaan ganggang mengisyaratkan bahwa air di sini tidak mengalir atau bersirkulasi. Dengan demikian kemungkinan besar dipenuhi bakteri dan penyakit.

Karena ini pula, sekitar dua minggu lalu, Kantor Keamanan Publik di Gafsa memperingatkan pengunjung bahwa danau tersebut berbahaya untuk berenang. Namun tampaknya peringatan tersebut tak terlalu dihiraukan. Buktinya masih banyak orang yang sengaja datang ke tempat ini untuk berenang.

(Ism, Sumber: Amusing Planet)

 

Beri Komentar