Geger Penemuan Emas Batangan Bergambar Soekarno di Makam Kuno

Reporter : Eko Huda S
Minggu, 8 Juli 2018 17:29
Geger Penemuan Emas Batangan Bergambar Soekarno di Makam Kuno
Kolidi mengaku, saat sedang bersantai itu dia mendengar suara yang jatuh dari atas dekat pohon mangga di depan rumahnya.

Dream - Kabar mengejutkan datang dari Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kepala Desa di kampung itu, Moch Kolidi, mengaku mendapatkan belasan lempengan emas bergambar presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Kepada Jombang Times, sebagaimana dikutip Dream dari Probolinggo Times, Kolidi mengaku pertama kali mendapat lempengan-lempengan emas tersebut pada tahun 2014. Lempengan-lempengan itu panjangnya mencapai delapan sentimeter dengan lebar empat sentimeter.

Satu sisi lempengan itu terpahat ukiran Presiden Soekarno, sementara lainnya bergambar Garuda Pancasila. Namun pada artikel itu tak dijelaskan apakah lempengan-lempengan itu telah diuji keasliannya. Tak disebutkan pula berapa kandungan emas pada batangan tersebut.

Kisah Kolidi mendapatkan lempengan-lempengan itupun cukup aneh. Dia mengaku mendapatkan benda-benda berwarna kuning itu saat malam hari, ketika sedang duduk-duduk di teras rumahnya.

Kolidi mengaku, saat sedang bersantai itu dia mendengar suara yang jatuh dari atas dekat pohon mangga di depan rumahnya. Saat itu dia mengira adaa mangga yang jatuh dari pohonnya. Tapi ketika dihampiri, ternyata gumpalan tanah basah yang di dalamnya terdapat lempengan gambar Soekarno.

“ Kemudian saya bersihkan dengan air di dalam rumah, ternyata kelihatan kuning-kuning yang ternyata bentuk lempengan itu,” ujar Kolidi. Aneh memang, cerita ini susah untuk dinalar dengan akal.

1 dari 1 halaman

Mimpi Aneh Sebelum Menemukan Lempengan

Jombang Times juga mengunjungi rumah Kolidi. Di depan kediaman Kolidi terdapat sejumlah makam kuno yang tertimbut batu bata kuno. Ukurannya terbilang lebar, tidak seperti batu biasa pada umumnya.

Menurut Kholidi, 13 lempengan bergambar Soekarno itu jatuh tepat di samping empat makam kuno yang berlokasi di depan rumah Kolidi. “ Awalnya 2014 itu nemu sembilan. Lalu setahun lagi, selang musim mangga baru nemu lagi empat. Jadinya 13,” ujar Kolidi.

Kisah penemuan batangan-batangan yang disebut sebagai emas itu terbilang ganjil. Namun jangan heran dulu, sebab cerita sebelum menemukan benda-benda itu tak kalah aneh. Kolidi mengaku beberapa kali bermimpi didatangi sosok orang tua.

Baca selengkapnya di sini.

Beri Komentar