Geger, Topeng Emas Fir'aun Disambung Lem Batu

Reporter : Agung
Senin, 26 Januari 2015 18:02
Geger, Topeng Emas Fir'aun Disambung Lem Batu
Topeng emas King Tuth dari Mesir patah saat pekerja mengganti lampu bohlam. Benda indah dan tak ternilai harganya itu hanya disambung dengan lem untuk batu.

Dream - Topeng Raja Nebkheperure Tutankhamun atau King Tuth disebut sebagai salah satu benda bersejarah yang tak ternilai harganya. Dibuat dengan indah berbahan emas. Namun sejak Rabu, 21 Januari 2015 ada keanehan pada benda berusia 3.300 tahun ini.

Pengunjung Museum Kairo, Mesir melihat benda yang paling diburu para kolektor itu ada yang tak wajar. Terlihat ada sambungan pada topeng dengan bagian jenggot topeng.

Keanehan itu diakui oleh pihak pengelola museum. Menurut mereka, jenggot topeng itu patah saat seorang petugas mengganti lampu pada kotak kaca penyimpanan. " Kami sudah menyambungnya memakai lem," begitu keterangan resmi pihak pengelola museum.
Terang saja penyelesain asal-asalan ini mengundang kontroversi.

Seorang pakar konservasi menyindir bahwa salah satu benda bersejarah yang indah itu tak bisa hanya dilem memakai lem untuk batu atau logam. " Ini tak cocok untuk topeng emas King Tuth," katanya seperti dikutip ABC News.

King Tuth adalah Firaun dari Dinasti ke-18 di Mesir. Dia memerintah antara 1333 hingga 1324 sebelum masehi, pada masa yang disebut Kerajaan Baru Mesir. Nama aslinya, Tutankhaten, berarti " Jelmaan hidup Aten" , sedangkan Tutankhamun berarti " Jelmaan hidup Amun" .

Pada tahun 1922, makamnya ditemukan oleh Howard Carter dan sejak itu Tutankhamun menjadi ikon populer dari peradaban Mesir Kuno. Makamnya dirampok setidaknya dua kali sejak zaman kuno.

Berdasarkan barang diambil, dan bukti restorasi dari makam setelah intrusi, tampak jelas bahwa perampokan ini terjadi dalam beberapa bulan, saat raja baru saja dimakamkan.

Beri Komentar
TOP 3 Gara-Gara BTS, Menara Seoul jadi Ungu