Geger Wanita di Bandara Bawa Koper Penuh Tulang Belulang Suami

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 5 Agustus 2020 12:46
Geger Wanita di Bandara Bawa Koper Penuh Tulang Belulang Suami
Tulang manusia siapakah ini?

Dream – Dua wanita yang merupakan ibu dan putrinya membawa tulang belulang manusia di dalam sebuah koper. Aksi tersebut ketahuan saat pengecekan di Bandara Jerman.

Seorang wanita berusia 72 tahun bersama putrinya, berusia 52 tahun, dihentikan oleh petugas bea cukai di bandara karena ketahuan membawa tulang belulang mayat manusia di dalam koper.

Dua wanita itu ternyata sedang membawa kerangka suami sekaligus ayah yang telah meninggal 12 tahun lalu, tepatnya pada tahun 2008.

Ilustrasi© freepik.com

Wanita itu meletakkan tulang belulang di dalam sebuah kotak yang ditaruh di koper mereka. Rencananya mereka akan membawa pulang kerangka suami sekaligus ayahnya it uke Armenia.

1 dari 3 halaman

Karena memiliki dokumen resmi, maka perjalanan dua wanita yang membawa tulang belulang manusia itu diizinkan. Kejadian itu sempat menghebohkan Bandara karena petugas menemukan adanya tulang belulang di dalam koper penumpang.

Ilustrasi© freepik.com

Sebelumnya, jenazah suami sekaligus ayah kedua wanita itu dimakamkan di Yunani. Namun setelah 12 tahun, mereka memutuskan untuk memindahkan makam suaminya ke Armenia.

Mereka berdua sedang dalam perjalanan dari Yunani ke Armenia, dan sedang singgah di Munich. Saat singgah di Munich itulah pihak berwenang di Jerman mendapati kedua wanita itu membawa barang yang mencurigakan.

2 dari 3 halaman

Lantas petugas bea cukai, dokter, dan jaksa dipanggil untuk menyelidiki penemuan tersebut. Stelah melalui proses penyelidikan, para petugas menyimpulkan bahwa tidak ada tindak kejahatan yang dilakukan oleh kedua wanita itu.

Ilustrasi© freepik.com

Seorang ibu dan putrinya yang enggan disebut namanya itu diminta membuat dokumen resmi terkait pemindahan makam suami sekaligus ayah mereka.

3 dari 3 halaman

Lantas dengan adanya dokumen itulah mereka berdua diizinkan melanjutkan perjalanan ke Armenia.

Tidak diketahui secara pasti mengapa mereka baru memindahkan makam setelah 12 tahun lamanya dari Thessaloniki Yunani ke tanah kelahiran di Armenia.

Semoga tulang belulang suami dari wanita lanjut usia itu bisa segera dimakamkan di tanah kelahiran, sehingga bisa dekat dengan keluarga.

Sumber: Metro

Beri Komentar