Merinding, Video Teriakan Menyayat Hati di Pusat Wabah Virus Corona

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 28 Januari 2020 11:36
Merinding, Video Teriakan Menyayat Hati di Pusat Wabah Virus Corona
Terkurung di kota yang jadi pusat penyebaran virus Corona, penduduk mencoba saling menyemangati. Teriakan mereka membuat merinding

Dream - Warga Wuhan, kota yang pertama kali terdeteksi wabah virus corona di Tiongkok, hidup tak menentu. Sejak keputusan isolasi yang diberlakukan beberapa waktu lalu, kota berpenduduk 11 juta jiwa itu tak bisa keluar atau masuk dengan leluasa. 

Dengan penyebaran yang semakin cepat, Wuhan mendadak menjadi kota mati. Penduduk di kota ini memilih tinggal di dalam rumah untuk menghindari kontak dengan sumber penyakit yang mirip SARS dan MERS itu. 

(Baca: Video Wajah Wuhan Usai Diisolasi Akibat Virus Corona, Bak Kota Hantu)

Tak hanya warga biasa, wabah Corona yang bermutasi menjadi 2019-NCoV itu membuat para tenaga medis frustasi. Mereka melampiaskan kemarahan dengan menangis ejadi-jadinya.

(Baca: Viral Video Tangis Dokter Merawat Pasien Corona: `Saya Ingin Hidup Juga`)

Tak putus asa dengan kondisi tersebut, sejumlah warga Wuhan mencoba saling menguatkan diri dengan sesamanya. Tindakan yang mereka lakukan bahkan membuat merinding orang yang mendengarnya.

Diketahui sebuah video tengah viral di platform twitter yang membuat publik terharu. Video tersebut menunjukkan warga Wuhan yang tinggal di apartemen saling berteriak di dari apartemen mereka.

Teriakan mereka terdengar sangat jelas mengingat situasi kota yang sepi dari kendaraan. 

Akun Twitter @minhtngo mengunggah video penuh haru tersebut. Dari video itu terdengar suara " Wuhan, Jiayou" yang dapat diartikan " Wuhan, Kamu Bisa."

Saat malam hari, orang-orang yang mengkarantina diri di apartemen berdiri di jendela. Mereka lalu bersahutan memberikan semangat bagi yang lain untuk terus bertahan.

1 dari 6 halaman

Menggema di Seluruh Wuhan

Laman media New China melaporkan teriakan ini menggemas hampir di sebagian besar kawasan apartemen di Wuhan. Mereka menyemangati Wuhan agar bangkit.

Frasa 'Jiayou' memiliki arti sebenarnya yaitu 'tambahkan minyak'. Frasa ini sering pula digunakan untuk menunjukkan dukungan kepada sesama.

Data Wuhan Coronavirus Global Cases mencatatkan hingga Senin, 27 Januari 2020 pukul 08.30 malam sebanyak 4.474 kasus terkonfirmasi di seluruh dunia. Jumlah kematian mencapai 107 jiwa, sementara yang berhasil sembuh sebanyak 63 jiwa.

2 dari 6 halaman

Dengar Teriakan Mereka, Bikin Merinding

3 dari 6 halaman

Virus Corona Diduga Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Dream - Menyebarnya virus Corona jenis baru (2019-nCoV) diduga berasal dari pasar grosir Huanan Seafood di Wuhan, China. Tapi ada spekulasi lain, yang menyebut virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan.

Nature, sebuah laman penerbitan akademik Springer Nature, yang memperbarui jurnal ilmiah, telah menulis tentang laboratorium yang baru dibangun di Wuhan pada 2017. Laman tersebut menulis mengenai pembangunan lima hingga tujuh fasilitas biosafety level-4 (BSL-4) di seluruh daratan China.

Laboratorium biosafety level-4 merupakan laboratorium biosafety level tertinggi yang digunakan untuk diagnosis patogen berbahaya seperti virus Ebola dan patogen berbahaya lainnya.

4 dari 6 halaman

Laboratorium Bocor

Laboratorium yang memenuhi syarat sebagai BSL-4 harus memenuhi kriteria penyaringan udara, pengolahan air, limbah sebelum meninggalkan tempat. Para peneliti juga diharuskan berganti pakaian dan mandi sebelum dan sesudah menggunakan fasilitas lab.

Singkatnya, laboratorium BSL-4 memenuhi syarat untuk menangani patogen yang paling berbahaya.

Sementara ahli mikrobiologi China merayakan tonggak sejarah mereka yang luar biasa, beberapa ilmuwan di luar China khawatir tentang pelarian patogen. Sebab, laboratorium baru di Wuhan akan menguji Ebola, SARS, serta virus Lassa Afrika Barat.

Richard Ebright, seorang ahli biologi molekuler Amerika Serikat, mengemukakan keprihatinannya ketika virus SARS lolos dari fasilitas tingkat tinggi di Beijing beberapa kali sebelum pembukaan laboratorium Wuhan.

Salah satu alasan mengapa lab khusus ini menjadi viral di internet karena hanya berjarak 32 kilometer dari Pasar Huanan yang terkenal.

5 dari 6 halaman

Viral Video Tangis Dokter Merawat Pasien Corona: `Saya Ingin Hidup Juga`

Dream - Pesatnya penyebaran virus corona telah menyebabkan munculnya rasa frustasi dari tenaga medis di Tiongkok. Setelah viral seorang perawat yang menangis histeris, kini laman sosial media kembali melihat pria diduga dokter yang marah-marah saat melakukan sambungan telepon. 

Saking emosional dengan kondisi yang dihadapinya, dokter yang mengenakan kacamata dan masker itu tak kuasa lagi menahan tangis saat menelepon. 

Untuk diketahui, Wuhan saat ini memiliki 11 juta penduduk. Sejumlah rumah sakit di kota tersebut kewalahan melayani banyaknya jumlah pasien yang terus berdatangan.

Cepatnya penularan virus 2019-NCoV membuta para tenaga medis juga rentan terpapar. Terbukti, seorang dokter dikabarkan meninggal dunia setelah bekerja keras membantu pasien terinfeksi virus corona.

Kelelahan dan kecemasan petugas medis di Wuhan juga dialami dokter di video berikut ini.

Dimana terekam seorang dokter menangis di sela menghadapi banyaknya pasien akibat terkena virus corona.

Dari video terlihat dokter yang tak diketahui namanya itu tengah berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon.

6 dari 6 halaman

Ingin Hidup Juga

Dikutip dari World Of Buzz, sambil menangis dokter itu mengatakan bahwa dirinya juga ingin bertahan hidup.

" Saya ingin bertahan hidup juga, tetapi ada begitu banyak orang yang berbaring di tanah," kata dokter dalam rekaman video tersebut.

 DOkterDOkter © dream.co.id

Diketahui bahwa dokter itu tengah mencoba untuk menghubungi ketua rumah sakit.

" Kapan kami bisa melihatmu? Bagaimana kita bisa pulang dan menghabiskan waktu bersama keluarga kita untuk Tahun Baru Imlek? Apa yang kamu lakukan?" ucapnya.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'