Heboh! Ibu dan Nenek Menangis Histeris, Termakan Isu Penculikan Anak

Reporter : Sugiono
Sabtu, 3 November 2018 11:24
Heboh! Ibu dan Nenek Menangis Histeris, Termakan Isu Penculikan Anak
Kejadian kocak ini sempat membuat warga heboh dan viral di media sosial. Tidak hanya warga sekitar, polisi dan sejumlah perangkat desa juga ikut berdatangan untuk ikut mencari.

Dream - Kasus penculikan anak-anak dalam beberapa hari ini telah membuat masyarakat resah. Apalagi berita tentang penculikan anak-anak ini banyak bertebaran di media sosial.

Hal ini makin membuat para ibu semakin cemas dan khawatir. Mereka pun jadi 'sensitif' jika tidak melihat anak-anak mereka sebentar saja.

Salah satu yang tiba-tiba jadi sensitif itu adalah seorang ibu yang merupakan penduduk Aek Goti, Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara.

Dilansir Merdeka.com, seorang ibu bernama Jumini, 32 tahun, terlihat menangis histeris setelah anaknya yang berusia 5 tahun, Najwa Umaira, hilang dari rumahnya.

Aksi Jumini yang menangis sambil meraung di lantai, meratapi putrinya, terekam dalam video yang diunggah akun makassar_info.

Tidak hanya Jumini, sang nenek juga ikut menangis histeris karena menduga cucunya hilang diculik orang.

Kejadian ini membuat warga heboh. Tidak hanya warga sekitar, polisi dan sejumlah perangkat desa juga ikut berdatangan ke rumah Jumini.

1 dari 3 halaman

Setelah Ditelusuri, Anaknya Ternyata...

Namun, setelah melakukan penelusuran dan pencarian di sekitar rumah, polisi dan warga akhirnya menemukan Najwa yang ternyata sedang tertidur dibalik pintu.

Padahal, berita penculikan Najwa ini sempat ramai dan menjadi viral di media sosial. Akhirnya kebenaran berita penculikan Najwa pun terungkap. Dia tidak diculik tapi tertidur di balik pintu rumahnya.

      View this post on Instagram

A post shared by MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

Kisah ini menjadi peringatan sekaligus pelajaran bagi kita semua. Sebagai netizen yang baik, kita tidak boleh langsung percaya dengan berita yang beredar di media sosial, apalagi yang sampai menjadi viral.

Kita seharusnya bisa menyaring berita yang beredar di media sosial agar tidak termakan isu penculikan seperti yang dialami oleh Ibu Jumini.

(Sumber: Merdeka.com)

2 dari 3 halaman

Heboh Penculikan Anak dan Organnya Dijual, Polisi Nyatakan Hoaks

Dream - Kabar soal penculikan anak termasuk yang paling cepat menyebar melalui aplikasi chat maupun media sosial. Hal tersebut memang ampuh membuat orangtua jadi waspada, tapi ternyata sebagian besar adalah berita bohong atau hoaks.

Salah satu yang menimbulkan kepanikan adalah enam kabar penculikan anak dan pencurian organ tubuh manusia. Polri menyatakan informasi tersebut hoaks alias kabar bohong.

Tim patroli siber Polri telah menelusuri kabar penculikan anak yang berkembang di masyarakat. Hasilnya, polisi menemukan enam kabar penculikan anak dan pencurian organ tubuh manusia. Lima di antaranya hoaks dan hanya satu yang diduga benar terjadi.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, isu penculikan anak di media sosial tersebut dibuat oleh akun yang berbeda di waktu dan tempat berbeda pula. Foto maupun video yang digunakan tidak ada kaitannya dengan peristiwapenculikan.

" Foto yang dipasang dituliskan tentang penculikan anak dan pencurian organ tubuh sehingga menimbulkan rasa takut masyarakat," ujar Setyo, Jakarta, Rabu 31 Oktober 2018.

Polisi kini tengah menyelidiki penyebaran isu penculikan anak yang cukup masif tersebut. Belum diketahui secara pasti apa motif pembuat isu dan penyebar hoaks penculikan anak dan pencurian organ tubuh manusia itu.

" Segera kita ungkap secara tuntas, termasuk penyebarnya," kata Setyo.

3 dari 3 halaman

Berikut Deretan Hoaks Penculikan Anak dan Faktanya

1. Pontianak

Viral penculikan anak di Pontianak pada Jumat 19 Oktober 2018. Pelakunya berhasil ditangkap dan diarak warga adalah hoaks.

Faktanya, foto yang digunakan merupakan peristiwa pencurian ponsel di Desa Cimpabuan, Kabupaten Bogor pada 16 Oktober 2018. Pelaku berinisial I mencuri ponsel di sebuah warung. Namun dia berhasil ditangkap warga setelah diteriaki maling oleh korbannya.

2. Cakung

Viral penculikan anak di Cakung dan dikembalikan setelah tiga hari dengan kondisi mata sudah diambil pada Senin 21 Oktober 2018 adalah hoaks.

Faktanya, foto yang digunakan merupakan bocah SD yang meninggal dunia akibat kelelahan dan dehidrasi pada 20 Oktober 2018. Bocah tersebut sebelumnya bersepeda dengan teman-temannya dari Ujung Menteng-Marunda. Karena kehausan dan tak punya uang, korban minum air di kamar mandi milik Dinas Kebersihan DKI. Namun usai minum, dia tak sadarkan diri hingga meninggal dunia di rumah sakit.

3. Kemayoran

Viral penemuan jasad bocah SD dengan kondisi organ dalam tubuh diambil di Kemayoran pada Rabu 24 Oktober 2018 adalah hoaks.

Faktanya, foto yang digunakan merupakan peristiwa penemuan jasad korban pemerkosaan dan pembunuhan di sebuah kebun sawit Dusun Rejosari, Tanjung Medan, Rokan Hilir pada 24 Oktober 2018. Pelaku bernama Hendri Limbong sudah ditangkap dan diproses di kantor polisi setempat.

4. Jakarta Utara

Viral isu penculikan anak dan organ dalamnya diambil di Jakarta Utara pada Rabu 24 Oktober 2018 adalah hoaks.

Faktanya, foto yang digunakan merupakan peristiwa seorang anak yang sempat meninggalkan rumah namun sudah kembali berkumpul dengan keluarganya pada 24 Oktober 2018. Bocah bernama M Rizki Saputra itu sempat meninggalkan rumah selama sehari untuk mencari orangtuanya hingga ke PLTU Ancol. Dia kemudian diantar warga yang menemukannya ke rumahnya di kawasan Pasar Nalo.

5. Kerinci

Viral isu penculikan anak di Kabupaten Kerinci pada Rabu 17 Oktober 2018 adalah hoaks.

Faktanya, berita tersebut diambil dari kasus orang mengalami gangguan jiwa di Jambi pada 27 Oktober 2018. Sementara foto yang digunakan diambil dari peristiwa penculikan yang terjadi di Cianjur Selatan pada 23 Maret 2017. Sejauh ini, polisi tidak menemukan tindak pidana penculikan anak di Kabupaten Kerinci.

6. Bali

Sementara viral penculikan anak di Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali pada Minggu 28 Oktober 2018 diduga benar terjadi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 Wita. Korban berinisial NLPSE (6).

Awalnya orangtua korban mendengar anaknya menangis di sekitar warung. Setelah dilihat, ternyata korban sudah dipeluk orang tak dikenal dan siap digendong untuk dibawa kabur. Pelaku berhasil ditangkap warga setelah diteriaki oleh orangtua korban.

Sumber: Nafiysul Qodar/ LIputan6.com

Beri Komentar