Saat Mandi, Mawi Injak Sepasang Ular Piton Seukurang Tiang Listrik

Reporter : Sugiono
Jumat, 19 Juni 2020 18:40
Saat Mandi, Mawi Injak Sepasang Ular Piton Seukurang Tiang Listrik
Kejadian yang menghebohkan warga RT 5 Kelurahan Sumber Agung, Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Dream - Warga RT 5 Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dikejutkan dengan penemuan sepasang ular piton.

Penemuan yang menghebohkan ini terjadi ketika seorang warga hendak mandi ke Sungai Bujuk, pada hari Rabu, 17 Juni 2020.

Soleh Delly, ketua RT mengatakan, penemuan ular itu berawal dari warga bernama Mawi yang akan pergi ke Sungai Bujuk untuk mandi.

Menurut Soleh, jarak Sungai Bujuk dengan perkampungan warga hanya 100 meter. Mawi mandi di sungai karena air PDAM mati.

1 dari 5 halaman

Namun saat mandi di sungai, kaki Mawi menginjak tubuh salah satu ular. Tentu saja Mawi kaget karena ada dua ular besar di dalam sungai.

Karena takut, Mawi keluar dari sungai dan mencari teman-temannya. Bersama 7 temannya, Mawi berusaha menangkap ular piton tersebut.

Tetapi, salah satu ular tersebut susah untuk ditangkap karena ukurannya yang sangat besar dan panjang.

2 dari 5 halaman

Karena takut ular itu membahayakan orang lain, Mawi dan teman-temannya memukulnya beramai-ramai. Tak pelak, kepala ular raksasa sepanjang 6,5 meter hancur dan ular piton itu mati.

" Namun yang satu lagi dengan panjang 4 meter ditangkap hidup-hidup," kata Soleh.

Begitu berhasil ditangkap, Mawi dan teman-temannya memasukkan ular itu ke dalam karung. Setelah itu, mereka menggotong ular itu beramai-ramai ke perkampungan.

Penemuan ular raksasa ini menggemparkan warga RT 5 Kelurahan Sumber Agung. Mereka ramai-ramai melihat ular itu dan merekamnya untuk diunggah di media sosial.

Sumber: LinggauPos

3 dari 5 halaman

Tubuh Ular Piton Membengkak, Astaga Mangsanya Ternyata....

Dream - Pawang ular terkejut bukan kepalang ketika dipanggil ke sebuah rumah di Kuranda, Queensland. Saat tiba di lokasi dia menemukan seekor ular piton tengah meringkuk dengan tubuh membengkak.

" Sudah dua dekade menangkap ular, saya belum pernah melihat kejadian seperti itu. Seluruh rumah gembira pada saat kami tiba di sana, itu bukan sesuatu yang kamu temui setiap hari," kata Hayley-Anne Hill pawang ular dari Miss Hiss Reptiles.

Melihat kondisi perut ular, si pawang langsung menerka jika reptil itu baru saja makan sesuatu. Apalagi melihat tonjolan seukuran ayam di tengah-tengah tubuh ular itu.

Tapi dia sama sekali tak tahu makanan apa yang dilahap ular tersebut. 

Tak dididuga `si pasien` ternyata melahap menu makan yang salah. Ular sepanjang 2 meter ini memakan mainan boneka sapi milik putri pemilik rumah.

Ular© dream.co.id

" Bagus mereka (pemilik rumah) mengawasinya, kalau tidak, kita tidak akan tahu itu mainan dan itu bisa saja merugikan."

Setelah menangkap ular itu, Hill membawanya ke dokter hewan setempat.

Dokter itu menawarkan operasi untuk melepas mainan yang bersarang di perut sang ular.

" Mainan yang berbulu menyerap banyak cairan internal, jadi kami memberi cairan ular itu kemudian salah satu dokter hewan kami menyuntiknya dengan anestesi umum dan mengoperasinya," kata perawat kehewanan, Shannon Diblasio.

Awalnya mereka mendapat laporan si ular menelan mainan anak-anak tetapi dokter tidak yakin apa jenisnya.

" Saat dilakukan operasi, sapi mainan itu keluar utuh, hampir seperti melahirkan mainan. Kami telah melihat beberapa kasus yang tidak biasa tetapi tidak ada yang seperti ini" .

Ular ini mungkin akan mengalami kematian yang mengerikan karena maianan yang terjebak di dalam perutnya.

Karena kejadian ini, ular itu dinamai 'Moo'. Selanjutnya, para pawang ular berencana untuk melepaskannya kembali ke alam liar.

(Sah, Laporan: Erisa Riyana. Sumber: abc.net.au)

4 dari 5 halaman

Digigit Kobra, Tubuh Pawang Ular Kalimantan Alami Keajaiban

Dream - Pawang ular asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rizky Ahmad alias Dewa, 19 tahun, digigit kobra peliharaannya pada Minggu, 8 Juli 2018. Sehari kemudian, Dewa dinyatakan meningggal dunia usai menjalani perawatan selama 25 jam di RSUD dr Doris Sylvanus.

Tetapi, ada yang aneh dalam peristiwa itu. Meski sudah tidak bernapas, tubuh Dewa yang sudah dinyatakan meninggal dunia itu masih hangat dan sesekali mengeluarkan keringat di bagian leher.

Keluarga pun belum yakin betul Dewa benar-benar meninggal. Mereka kemudian berharap adanya mukjizat.

" Memang, korban sebelumnya sudah sempat mau dimandikan, namun saat dipegang badannya kok hangat," ujar ayah Dewa, Suwardi, dikutip dari jpnn.com, Selasa 10 Juli 2018.

Keluarga, kata dia, memutuskan untuk tidak memandikan jasad Dewa lebih dulu. Padahal, liang lahat sudah digali.

Kabar keanehan itu menarik perhatian seorang habib setempat. Pada Senin sore, sang habib yang tidak disebut namanya datang bersama beberapa jemaahnya ke rumah Suwardi.

Rombongan berpakaian serba putih itu kemudian masuk ke dalam rumah dan melihat tubuh Dewa yang tertutup kain batik. Beberapa saat kemudian, pintu rumah ditutup dan warga tidak bisa melihat ke dalam.

5 dari 5 halaman

Saat Sang Habib Melihat Tubuh Dewan, Ternyata...

Sekitar sepuluh menit kemudian, pintu rumah dibuka. Sang habib mengatakan masih ada harapan Dewa selamat. Pria itu menyarankan jasad Dewa dibaringkan di tanah depan rumah tanpa alas.

" Insya Allah masih bisa (selamat)," kata pria tua yang dikenal sebagai habib itu, lalu pergi. Keluarga menuruti saran tersebut. Jasad Dewa ditidurkan di tanah, lalu dikelilingi kelambu.

Jasad Dewa dikelilingi ular-ular peliharannya seperti dua ekor piton besar, tiga ekor piton kecil, dan seekor Kobra. Warga menyebut itu sebagai ritual tidur dengan ular.

Keluarga berharap ular-ular itu bisa mengisap racun yang ada di tubuh Dewa. Perlakuan keluarga terhadap jasad Dewa membuat warga penasaran dan berdatangan untuk melihat hal yang belum pernah terjadi itu.

Sumber: jpnn.com

Beri Komentar