20 Negara Diklaim Paling Aman Kala Virus Mematikan Serang Dunia

Reporter : Idho Rahaldi
Jumat, 31 Januari 2020 15:45
20 Negara Diklaim Paling Aman Kala Virus Mematikan Serang Dunia
Indonesia masuk daftar?

Dream - Virus corona dengan karkateristik mirip SARS tengah menjadi perhatian masyarakat Internasional. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan kasus virus yang berkembang menjadi 2019-NCoV ini dalam status darurat internasional.

Hingga saat ini setidaknya sudah ada 22 negara yang mengkonfirmasi kemunculan kasus pengidap tersebut.

Tak menutup kemungkinan juga bisa bertambah lebih banyak lagi.

Merujuk dari hal itu, sebuah penelitian coba untuk melihat negara mana saja yang masih terbilang aman jika semisal ada serangan virus atau bencana yang mampu melenyapkan peradaban manusia.

1 dari 4 halaman

Penelitian dari 2 Ilmuwan

Seperti dilansir dari The Sun, penelitian berjudul 'The Prioritization of Island Nations as Refuges from Extreme Pandemics' itu mengungkap jika ada 20 negara teraman yang bisa ditinggali jika terjadi wabah mematikan.

Negara-negara ini dinilai berdasarkan karakteristik seperti, tempat tinggal, lokasi yang baik, sumber daya alam dan juga keharmonisan politik.

Dua orang ilmuan, Matt Boyd dan Nick Wilson mengatakan," negara-negara dengan PDB (Produk Domestik Bruto) yang tinggi, memadai untuk produksi pangan dan energi, jauh lebih baik."

Lantas negara mana sajakah itu?

2 dari 4 halaman

Negara Mana Saja

Australia dan Selandia Baru menjadi negara paling aman yang bisa ditinggali. Disusul Islandia, Malta dan Jepang.

 Wabah© dream.co.id

Foto: The Sun

Para peneliti mengatakan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menyempurnakan metodologi mereka.

Meski begitu mereka berharap jika negara yang tidak masuk dalam daftar bisa merubah situasi dengan meningkatkan produksi pangan dan energi juga menyelesaikan ketidakstabilan politik.

3 dari 4 halaman

Resmi! WHO Tetapkan Wabah Virus Corona Status Darurat Dunia

Dream - Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) resmi menetapkan wabah virus corona di Wuhan, China dalam status darurat global. Keputusan ini diambil, menyusul adanya peningkatan jumlah kasus kematian akibat terjangkiti virus corona terus bertambah.

WHO mendefinisikan darurat internasional sebagai kejadian luar biasa yang berisiko bagi negara lain dan memerlukan respon dunia yang terkoordinir.

Ketika keputusan ini diumumkan pada Kamis sore waktu setempat, jumlah kematian akibat terjangkiti virus corona mencapai 213 jiwa. Sedangkan hari ini, Jumat, 31 Januari 2020, Komisi Kesehatan China melaporkan jumlah kasus pasien terinfeksi telah mencapai angka 9.692.

Dilaporkan Aljazeera, sebanyak 102 ribu orang saat ini tengah diobservasi medis untuk mengetahui kemungkitan terjangkiti virus ini.

Kasus virus corona pertama kali dilaporkan China ke WHO akhir Desember lalu. Sejak itu, 18 negara lain melaporkan kasus yang sama, sementara para ilmuwan berupaya mengkaji bagaimana virus itu menyebar dan seberapa parahnya.

" Alasan utama deklarasi ini bukan karena apa yang terjadi di China namun apa yang terjadi di negara lain," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

4 dari 4 halaman

Cegah Penyebaran Meluas

Ghebreyesus melanjutkan hal yang menjadi kekhawatiran terbesar WHO adalah semakin meluasnya sebaran virus ini. Terutama jika sampai menyebar ke negara-negara dengan sistem kesehatan lebih lemah yang tidak siap untuk menghadapinya.

" Deklarasi ini bukan merupakan mosi tidak percaya kepada China. Sebaliknya, WHO selalu percaya China memiliki kapasitas mengendalikan wabah," kata Ghebreyesus.

Menanggapi hal ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan Beijing sangat mampu memenangkan pertarungan. Dia juga menjelaskan China akan terus bekerja dengan WHO dan negara-negara lain untuk mengelola keamanan akan kesehatan masyarakat global maupun regional.

Beri Komentar
5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin