Pengakuan Imam Mahdi dari Depok: Roh Terbang ke Mekah dan Nama dari Allah

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 31 Mei 2019 11:02
Pengakuan Imam Mahdi dari Depok: Roh Terbang ke Mekah dan Nama dari Allah
Winardi membuat pengakuan mengenai dari mana gelar Imam Mahdi didapatnya.

Dream - Kemunculan pria mengaku Imam Mahdi di Depok, tengah menjadi sorotan. Winardi, pria yang merupakan pimpinan padepokan Trisula Weda ini membuat geger lantaran mengaku sebagai Imam Mahdi.

Keriuhan muncul usai tersebarnya video berisi undangan halal bihalal yang akan digelar padepokan yang berlokasi di Kelurahan Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat pada Kamis, 6 Juni 2019 nanti. Undangan tersebut mencantumkan keterangan Winardi yang bergelar Imam Mahdi.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok menggelar mediasi untuk mengingatkan Winardi agar bertobat. Dalam mediasi itu, Winardi bercerita asal usul gelar Imam Mahdi yang disandangnya.

Winardi mengaku gelarnya merupakan pemberian Allah SWT setelah dia menjalankan perintah melalui mimpi. Dalam mimpi itu, dia mengaku rohnya diperjalankan dari Padepokan Trisula Weda menuju kampung halamannya di Cepu, Blora, Jawa Tengah.

Di sana, dia mengaku bertemu dengan kakek, nenek, ibu, bapak dan leluhurnya. Semua sudah tidak lagi di dunia.

" Setelah itu saya diperjalankan ke Tanah Suci, Arab Saudi," kata Winardi, dikutip dari Merdeka.com.

1 dari 6 halaman

Mengklaim Kehendak Allah

Dia mengaku perjalanan yang berlangsung pada malam hati itu merupakan perintah dan kehendak Allah. Winardi mengklaim sama sekali tak punya keinginan untuk pergi ke Tanah Suci lewat mimpi.

" Pemberian nama Imam Mahdi diberikan oleh Allah SWT. Jadi bukan saya memberikan nama itu," kata dia.

Klaim Winardi tak cukup sampai di situ. Dia juga mengaku bertemu leluhur di Tanah Suci, lalu diarahkan untuk memandu mereka menjalankan thawaf di Masjidil Haram, melontar Jumroh Aqabah dengan tujuh kerikil.

" Selanjutnya saya diperjalankan ke makam Nabi Muhammad SAW di Madinah," terang dia.

Mimpi itulah yang mendasari Winardi menyebut diri sebagai Imam Mahdi. Padepokan tempat tinggalnya juga digambar menyerupai Kabah.

 

2 dari 6 halaman

Tobat

Warga setempat meminta Winardi mengubah bangunan berbentuk menyerupai Kabah itu. Sebab, bangunan tersebut merupakan tempar Winardi dan pengikutnya menjalankan ritual.

" Itu hanya hiasan mushola saja, tempat suci untuk ibadah sholat," kata dia.

Winardi akhirnya bertobat dan mengaku salah setelah mendapat masukan dari sejumlah tokoh agama dan masyarakat. " Kegiatan saya lakukan salah dan keliru. Saya tobat, saya menyesal. Pengikut saya sekitar 70-an," kata dia.

Dia juga akan menghilangkan unsur menyerupai Kabah pada bangunan yang ada di lingkungan padepokannya. " Sudah ya, cukup, saya akan tutup semua dan mengubah bangunan yang menyerupai Kabah," ucap dia.

Sumber: /Nur Fauziah

3 dari 6 halaman

Geger Undangan Halal Bihalal Dihadiri Imam Mahdi di Depok

Dream - Warga Kelurahan Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat, digegerkan beredarnya undangan halal bihalal Idul Fitri 1440 H di media sosial. Sebab, undangan itu mencantumkan keterangan acara tersebut akan dihadiri oleh Imam Mahdi.

Dalam foto yang tersebar, tercantum undangan itu dibuat oleh Padepokan Keluarga Besar Trisula Weda. Rencananya, acara digelar pada Kamis, 6 Juni 2019 pukul 16.00 WIB.

Tersebarnya undangan tersebut juga sampai ke aparat keamanan. Sejumlah personil Polisi dan TNI segera bergerak dan mendatangi lokasi.

Ketua RW.05 Kelurahan Bedahan, Hasan, mengatakan warga hanya mengetahui lokasi yang menjadi markas padepokan itu adalah tempat pengobatan gratis. Tidak ada yang tahu lokasi tersebut menjadi sarang aliran sesat.

" Saya baru tahu dari aparat Polisi dan TNI datangi kediaman itu. Undangan itu ramai di media sosial," kata Hasan, dikutip dari 

 

 

4 dari 6 halaman

Berkedok Tempat Pengobatan

Menurut Hasan, tempat pengobatan gratis itu sudah ada sejak 2013. Awalnya, padepokan itu didatangi sedikit orang namun semakin ramai seiring berjalannya waktu.

" Para pengikutnya Padepokan Trisula Weda bukan asli Depok, setahu saya ada dari Jawa, Sumatera, dan luar Pulau Jawa," kata Hasan.

Salah satu pengikut, Mahfuzi, meyakini pemimpin padepokan itu, Winardi, sebagai Imam Mahdi.

" Ya kami meyakini pimpinan kami itu Imam Mahdi, sebagai guru, pemimpin kami, petunjuk kami ke dalam masalah ilmu keagamaan," kata dia.

Selain itu, kata Mahfuzi, pengikut padepokan berasal dari berbagai macam latar belakang agama. Mereka berkumpul dan salon belajar ilmu keagamaan.

" Ya di sini kami belajar, belajar ilmu, tuntunan, sifatnya lebih untuk mengetahui dan memperdalam ilmu agama, untuk mengetahui agama yang selurus-lurusnya," ucap dia.

Sumber: Merdeka.com/Nur Fauziah

5 dari 6 halaman

MUI Kota Depok Bergerak

Kabar pengakuan Winardi sebagai Imam Mahdi sampai ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok. Lembaga itu pun langsung turun tangan memperingatkan Winardi.

Ketua MUI Kota Depok, KH Dimyati Badruzzaman, mengatakan sudah terjadi musyawarah dengan Winardi. Musyawarah tersebut juga dihadiri pewakilan koramil, polsek, serta masyarakat.

" Intinya itu salah, keliru, dan diarahkan untuk tobat," kata Kiai Dimyati, dikutip dari Pojoksatu.id.

Kiai Dimyati mengatakan pemicu awal munculnya kehebohan adalah tersebarnya undangan halal bihalal di YouTube. Video itu mencantumkan lokasi digelarnya acara tersebut.

 

6 dari 6 halaman

Winardi Bertobat

Kiai Dimyati dan sejumlah orang bergegas menuju alamat yang tertera pada video. Menurut dia, Winardi mengaku mendapat gelar Imam Mahdi lewat mimpi.

" Ya katanya 'saya pernah didatangi oleh Allah diberi gelar Imam Mahdi'," ucap Kiai Dimyati menirukan perkataan Winardi.

Pengakuan Winardi langsung disanggah. " Mungkin kayak jin atau setan yang mau kacaukan Ramadan," kata Kiai Dimyati.

Winardi akhirnya mengakui kesesatannya dan bertobat dengan mengucap kalimat syahadat. Dia juga berjanji menutup segala kegiatan yang selama ini dijalankan kelompok Trisula Weda dan membatalkan rencana halal bihalal.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'