Jangan Panggil Nama 'Awang' di Kampung Ini, Maka yang Terjadi Sungguh Menakutkan

Reporter : Cynthia Amanda Male
Kamis, 30 September 2021 14:14
Jangan Panggil Nama 'Awang' di Kampung Ini, Maka yang Terjadi Sungguh Menakutkan
Masyarakat di desa ini geger. Jika mereka memanggil nama Awang, maka yang terjadi sungguh menakutkan.

Dream - Warga di Kampung Cempaka, Kuantan, Pahang, Malaysia, sempat digegerkan oleh kemunculan buaya. Yang unik, buaya tersebut hanya akan muncul jika dipanggil dengan nama “ Awang”.

" Kalau ada yang berteriak nama Awang, dia baru mau muncul," kata penduduk Kampung Cempaka, Mohd. Zaki Taufik, penduduk Kampung Cempaka, sebagaimana dikutip Dream dari mynewshub.cc.

" Tapi kalau dipanggil dengan nama lain, buaya itu tak mau ke permukaan," tambah pria berusia 31 tahun tersebut.

Penduduk setempat menyebut buaya itu berwarna kuning kecokelatan. Sehingga sebagian juga menyebutnya sebagai buaya tembaga. Buaya ini diduga terdampar di parit kampung tersebut akibat meluapnya Sungai Kuala Baru ketika terjadi banjir tahun lalu.

1 dari 7 halaman

Zaki menambahkan, setelah kemunculan Awang, banyak warga datang ke parit itu setiap pagi dan petang. Mereka semata-mata ingin melihat buaya itu muncul dan memberinya makanan.

“ Buaya ini tidak mengancam penduduk di sini. Sebaliknya keberadaan Awang membuat desa kami terkenal karena banyak orang dari luar datang untuk melihatnya,” katanya.

Sementara itu, kepala desa Kampung Cempaka, Mat Lazim Kadir, mengatakan, sejak daulu, daerah kampung itu sering menjadi tempat 'persinggahan' buaya yang terdampar akibat hanyut oleh air pasang sungai dan laut.

2 dari 7 halaman

Menurutnya, buaya-buaya tersebut kembali ke habitat aslinya ketika terjadi air pasang yang berikutnya.

“ Kemunculan buaya di sini sebenarnya sudah lama terjadi. Tapi karena media sosial, baru kali ini menjadi buah mulut orang sampai tersebar luas,” ujar Kadir.

“ Ada yang bilang ada tiga ekor buaya tembaga di dalam parit ini, tapi saya hanya pernah melihat dua karena mereka tidak muncul secara serentak,” tambah Kadir.

Namun, menurut Kadir, reptil sepanjang hampir dua meter itu tidak berbahaya bagi penduduk, karena sudah jinak dan mengenal penduduk sekitar.

3 dari 7 halaman

“ Parit yang dalam dengan jumlah ikan yang banyak menyebabkan buaya nyaman berada di dalam parit itu. Reptil itu hanya akan meninggalkan parit tersebut ketika terjadi banjir besar dan air pasang besar lagi,” tutur dia.

Selain itu, tambah Kadir, karena sering diberi makanan, buaya itu tampaknya tidak takut manusia dan akan muncul meskipun dikerumuni orang banyak yang menunggu untuk melihatnya.

Sekretaris Kampung Cempaka, Mohd. Azri Abdul Rahman, berharap pemerintah memasang papan tanda peringatan agar warga lebih berhati-hati.

4 dari 7 halaman

Sementara itu, Departemen Perlindungan Satwa Negeri Pahang akan melakukan operasi penangkapan buaya tembaga itu. Salah satu caranya dengan menggantung ayam di permukaan parit.

“ Sebelum ini tali yang digunakan untuk menjerat moncong buaya yang diapung menggunakan pelampung tidak berhasil karena arus air yang deras,” tutur Datuk Khairiah Mohd. Shariff, Direktur Departemen Perlindungan Satwa.

“ Kami menyarankan warga agar tidak mendekati daerah itu untuk menghindari kejadian tidak diinginkan. Jika perlu kami harus bertindak tegas dengan membatasi warga dari mendekati tebing parit itu,” tambah dia.

Menurutnya, parit tersebut bukan tempat tinggal reptil seperti itu dan dikhawatirkan buaya tersebut akan menjadi buas ketika lapar dan terancam.

“ Hanya sungai saja menjadi habitat alami buaya,” kata Khairiah Shariff. 

5 dari 7 halaman

Buaya Salah Pilih Lawan, Mau Kenyang Malah Jadi Bulan-bulanan

Dream - Seorang turis seolah tidak bisa percaya dengan pengalamannya saat merekam adegan langka di Tanzania. Menikmati pemandangan alam liar dia justru melihat pemandangan mengerikan. 

Saat mengamati kehidupan binatang liar di Serengeti, dia melihat sekelompok kuda nil tengah menyerang seekor buaya.

Seperti kita ketahui, kuda nil selalu berbagi tempat dengan buaya di sungai yang membelah sabana Serengeti.

Mereka biasanya tidak akan saling mengganggu jika sedang berada bersama-sama di dalam sungai.

Namun kejadian yang direkam oleh turis India bernama Harish Kumar ini sungguh di luar kebiasaan dua binatang penyuka air itu.

Harish melihat sekelompok kuda nil memaksa buaya itu untuk pergi dari wilayah kekuasaan mereka dengan cara yang sangat brutal.

6 dari 7 halaman

Herbivora yang juga dikenal dengan kuda sungai itu menggigit tubuh buaya yang keras itu dengan mudahnya. Mereka juga menginjak-injak buaya itu saat berada di dalam air.

Dalam salah satu adegan, seekor kuda nil mencoba mengangkat tubuh buaya itu dengan mulutnya dan melemparkannya ke pinggir sungai.

Buaya itu segera menghilang di kedalaman air sungai yang keruh. Sementara kawanan kuda nil itu terus mendengus sambil mengeluarkan suara kemarahan.

" Kami bepergian ke Taman Nasional Kruger di Afrika Selatan dalam kelompok sekitar 18 orang. Kami hanya memiliki 2 hari libur yang tersisa dan pemandu membawa kami ke Kolam Hippo.

" Kami semua hanya berjalan-jalan saat tiba-tiba istriku memanggil dan memberitahuku bahwa ada sesuatu yang aneh terjadi di kolam itu," jelas Harish dalam videonya yang diunggah di LatestSightings.com.

7 dari 7 halaman

Harish langsung berlari ke arah yang ditunjuk istrinya dan mulai merekam. Dia bahkan tidak sempat memasang tripod karena takut ketinggalan momen yang langka itu.

" Keberuntungan benar-benar ada di pihakku karena aku bisa berdiri dengan kamera di tempat yang tepat untuk membuat film itu. Ini benar-benar pemandangan yang luar biasa," kata pria 71 tahun itu.

Kuda nil adalah binatang paling berbahaya di Afrika. Meski jenis hewan pemakan tanaman, kuda nil telah menewaskan sekitar 2.900 orang dalam satu tahun.

Gigi seri kuda nil panjangnya 40 sentimeter, sedangkan gigi taringnya bisa mencapai 50 sentimeter.

Ini bukan pertama kalinya terjadi bentrokan antara seekor buaya dan kuda nil yang tertangkap kamera.

Seekor wilderbeest diselamatkan dari gigitan buaya oleh dua ekor kuda nil pemberani di Taman Nasional Kruger pada 30 Agustus lalu.

Pada bulan yang sama, seorang nenek bernama Carol Sue Kirken, dari Detroit, tewas oleh seekor kuda nil yang mengamuk. Saat kejadian, Carol tengah berlibur bersama keluarganya di Tanzania. 

(thesun.co.uk)

Beri Komentar