Jasa Saudi Yang Terlupakan Selama Musim Haji

Reporter : Idho Rahaldi
Senin, 5 Oktober 2015 10:00
Jasa Saudi Yang Terlupakan Selama Musim Haji
Banyak kritik diarahkan ke Saudi. Terlebih setelah suasana musibah yang banyak menimpa jamaah haji. Tapi nyatanya banyak data data unik yang tidak banyak diketahui orang di Arab Saudi

Dream - Segelintir pihak meragukan kemampuan Arab Saudi dalam menangani jutaan manusia yang melakukan ibadah haji dalam waktu bersamaa. Namun jika lebih objektif, Arab Saudi harus diakui telah membuat kemajuan besar dalam menjamin terlaksananya rukun Islam kelima ini.

Mekah dalam kesehariannya membutuhkan jutaan liter air. Dengan standar kebutuhan 20 liter air bersih untuk Mandi, Cuci, da Kakus (MCK), di luar zam-zam, kota Mekah memerlukan sekitar 80 juta liter air untuk kebutuhan 40 juta orang.

Padahal lembah hijaz itu, tidak memliki sumber air selain zam zam. Sumber Air bersih untuk kebutuhan MCK adalah laut merah, yang disuling. Itupun harus dialirkan sejauh 60 km.

Anda yang pernah Umrah maupun haji di sana, pernah merasakan kesulitan mendapatkan air bersih? Pernah terkendala dengan kran macet, tandon kosong, seperti keluhan air PAM di tempat kita?. Pastinya tidak pernah.

Kebutuhan Air Minum dan Wudhu

Beralih ke kebutuhan air minum dan wudhu di masjidil haram, air zam zam.
Jika Setiap hari 1 orang jamah rata rata mengambil 3 liter, maka dalam 1 hari, ada 12 juta liter zam-zam harus disediakan. Belum lagi zam-zam yang dibawa jamaah haji dan umrah, untuk oleh-oleh di tanah air.

Adakah jamaah mengeluh karena tidak kebagian zam-zam? Kayaknya belum pernah masuk berita media liberal? Berararti tidak pernah terdengar keluhan ini.

Masalah sampah.

Jika seorang jamaah menghasilkan sampah 20 gram saja sehari, sebanyak 4 juta orang setidaknya membuang 8 ton sampah kering perhari yang harus dibersihkan dan disediakan tempat penampungan.

Tidak bisa bayangkan, andai kota Mekah ada di bumi jakarta. Betapa pusingnya pemerintah DKI dalam menanganinya. Mungkin presiden harus sediakan menteri khusus urusan sampah.

Masalah Sanitasi

Untuk bisa BAB, tentu butuh sarana dan prasarana.
Sekarang, berapa kotoran padat dan cair manusia di Mekah yang harus dibersihkan?
Jika seorang jamaah buang kotoran padat 5 gram dan setengah liter kotoran cair, tentu jumlahnya mencapai sekitar 20 ton kotoran padat dan 40 ton kotoran cair.

Adakah jamaah mengeluh terekena penyakit akibat sanitasi yang mampet? Atau masalah MCK yang tak beres? Hampir tidak kita jumpai.

Mungkin Anda perlu tahu, pengelola masjidil haram setiap hari harus menumpahkan cairan desinfektan untuk mencegah pencemaran lingkungan.

Tenaga kerja pembersih masjidil haram terbagi dalam 3 shift dan beberapa jenis pekerjaan.
Singkatnya ratusan Tenaga pembersih harus dikerahkan setiap shift agar masjidil haram tetap bersih dan nyaman.

Uang yang Dihabiskan

Mari kita hitung, jika seorang tenaga kerja dibayar 500 riyal saja per-bulan (ini angka kasar minimal), berapa juta riyal yang harus dikeluarkan untuk biaya tenaga kerja itu?

Adakah jemaah diminta untuk infak? Atau anda pernah melihat ada kotak infak bersliweran di masjidil haram?

Jutaan riyal dikeluarkan pengurus masjidil haram, sementara kita sepeserpun tak jemaah diminta iuran.

Satu lagi yang tidak bisa dihitung dengan uang secara instan, yaitu keamanan dan stabilitas di Makkah. Tanpa ini, anda tidak mungkin bisa berhaji atau berangkat Umrah.

(Sumber: konsultasisyariah.com)

Beri Komentar