Jika Tak Ada Peristiwa Ini, Gurun Sahara Tetap Jadi Hutan

Reporter : Idho Rahaldi
Kamis, 23 Maret 2017 09:29
Jika Tak Ada Peristiwa Ini, Gurun Sahara Tetap Jadi Hutan
Pernahkah Anda membayangkan jika gurun Sahara pada 10 ribu tahun yang lalu adalah tanah hijau nan subur?

Dream - Gurun Sahara dikenal sebagai padang pasir yang ganas dan mengerikan. Hamparan pasir luas, seolah tanpa batas, menjadikan Gurun Sahara sebagai padang pasir terbesar di dunia.

Tapi pernahkah Anda membayangkan jika gurun seluas 9 juta kilometer persegi ini pada 10 ribu tahun yang lalu adalah tanah hijau nan subur?

David Wright, seorang arkeolog lingkungan di Seoul National University, mengatakan bahwa ketika manusia menyebar ke wilayah barat Sungai Nil pada 8.000 tahun yang lalu, mereka membawa domba, sapi, dan kambing.

 Gurun Sahara

Binatang ternak itulah yang memangkas habis dan menghancurkan vegetasi asli di Sahara. Aktivitas binatang ternak itu telah mengubah lanskap dan iklim lokal hingga menjadi gurun seperti yang kita lihat sekarang.

" Kambing adalah tersangka utamanya. Saya bahkan pernah melihat seekor kambing makan batu bata. Mereka adalah binatang ternak yang tidak pilih-pilih soal makan. Mereka makan lebih banyak dari ukuran tubuhnya," kata Wright, sebagaimana dikutip Dream dari wittyfeed.com, Kamis 23 Maret 2017.

 Gurun Sahara

Kawanan kambing dan binatang lainnya telah membuat tanah yang sebelumnya tersembunyi oleh tebalnya vegetasi terpapar ke permukaan dengan konsekuensi iklim lokal menjadi berubah.

Selain itu, tanah dan pasir berwarna kecokelatan akan memantulkan cahaya matahari yang mengandung energi kembali ke atmosfer.

Hal ini akan membuat atmosfer menjadi panas. Di wilayah tropis, atmosfer yang panas cenderung sulit membentuk awan dibandingkan atmosfer yang dingin. Sedikit awan berarti sedikit hujan. Itulah yang terjadi di Sahara.

 Gurun Sahara

Sebelumnya, ilmuwan hanya tahu bahwa Gurun Sahara terbentuk karena pengaruh perubahan orbit Bumi yang mengurangi sinar Matahari di daerah tropis. Hal itu menyebabkan curah hujan berhenti.

Perpindahan penduduk juga menyebabkan wilayah Sahara mencapai titik kritis. Sebab, ke mana pun manusia pergi, selalu meninggalkan bekas berupa semak belukar.

 Gurun Sahara

Wright percaya bahwa penggembalaan berlebihan telah menyebabkan kekeringan di Sahara. Kekeringan tersebut menghambat pertumbuhan vegetasi yang pada gilirannya mengubah lanskap Sahara.

Hal itu semakin memperburuk kekeringan, yang akhirnya menciptakan gurun yang panas, kering, berdebu kira-kira seukuran Amerika Serikat.

 Gurun Sahara

Namun, benarkah teori yang dipaparkan oleh Wright tersebut? Ternyata gagasan Wright tentang Sahara yang provokatif itu tidak didukung oleh ilmuwan lainnya.

Beberapa peneliti meragukan penjelasan Wright tersebut, termasuk pakar iklim dan Direktur Eksekutif California Academy of Sciences, Jon Foley.

 Gurun Sahara

" Hilangnya vegetasi di seluruh Sahara dipicu oleh perubahan orbit Bumi. Tanaman menyerap kelembaban dari tanah dan mengeluarkannya melalui daun, sehingga menguap ke atmosfer. Ketika vegetasi menghilang, atmosfer kehilangan sumber utama air, yang memperburuk kekeringan," jelas Foley.

Bagaimana menurut Anda? Wallahu a'lam...

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri