Heboh Video Uang Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Reporter : Idho Rahaldi
Jumat, 23 September 2016 15:30
Heboh Video Uang Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Pria ini dapat menggandakan uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000, waduh. Benarkah?

Dream - Taat Pribadi, pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, tela ditangkap dan menjadi tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana santri yang juga pengusaha emas, Abdul Gani dan santri padepokan, Ismail. 

Penangkapan Taat Pribadi yang merupakan pimpinan padepokan membutuhkan kekuatan besar. Setidaknya 1.500 personel polisi gabungan dikerahkan. 

Taat Pribadi dikenal sebagai orang yang mampu menggandakan uang di daerahnya. Diduga, kasus dugaan pembunuhan itu karena Taat Pribadi khawatir praktik penggandaan uang itu terungkap. 

Taat Pribadi pernah menghebohkan dunia maya. Ini karena videonya menggandakan uang beredar. Dari video itu terlihat, Taat Pribadi bersama anak buahnya menghitung uang yang luar biasa banyak di sebuah ruangan. Seperti apa videonya, berikut tayangannya: 

1 dari 3 halaman

Kangjeng Dimas Ditangkap Polisi

Dream - Polisi menjemput paksa Taat Pribadi karena sudah 3 kali dipanggil untuk dimintai keterangan namun tidak datang juga.

Akhirnya Polda Jatim mengerahkan sekitar 2.500 personil pasukan gabungan yang terdiri dari pasukan Brimob Polda Jatim dan pasukan gabungan dari sejumlah polres jajaran.

Tak hanya itu, Polda juga mengerahkan sejumlah kendaraan taktis, watercannon dan barakuda.

Saat ini Dimas Kanjeng Taat Pribadi, sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Timur sebagai otak pelaku pembunuhan.

Polisi juga telah menangkap dan menahan 10 orang santri Dimas Kanjeng karena kasus pembunuhan itu. 

Polisi akan menjerat Dimas Kanjeng Taat Pribadi dengan pasal pembunuhan berencana. 

2 dari 3 halaman

Dukun, Tukang Ramal, dan Zodiak dalam Pandangan Islam

Dream - Banyak dari kita masih mempercayai ramalan seperti Zodiak, tukang ramal, atau orang 'pintar' alias dukun. Yang konon mampu membaca tentang kehidupan masa yang akan datang seperti jodoh, rezeki, pekerjaan, dan lainnya.

Namun, bagaimana pandangan Islam menelisik ketiga perkara tersebut? Seperti yang diriwayatkan Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

Rasulullah SAW bersabda bahwa "  Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun kemudian membenarkan perkataannya, maka ia telah kufur dengan Al Qur’an yang telah diturunkan kepada Rasulullah'" .

Berikut beberapa pembahasan yang diambil dari berbagai penjelasan para ulama, serta ayat-ayat yang terkandung dalam Alquran. Baca selengkapnya ditautan ini ... 

(Ism) 

 


Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)

3 dari 3 halaman

Heboh Bayi Usia 2 Hari Dipaksa Berjalan

Dream - Sebuah pengobatan tak lazim dipraktikkan oleh seorang dukun di Assam, Morigaon, India. Dan praktik itu dilakukan terhadap bayi laki-laki yang baru berusia dua hari.

Dikutip Dream dari NDTV, Jumat 22 Mei 2015, bayi tersebut mengalami demam. Sehingga pada Senin, awal pekan ini, orangtuanya memanggil dukun perempuan yang di desa itu dikenal sebagai " dokter" .

Dan bukan obat yang diberikan. Dukun perempuan yang berusia sekitar 50 tahun itu memaksanya untuk " berjalan" . Sang dokter memegangi bagian belakang leher bayi itu. Dan memaksa bayi merah itu untuk berjalan beberapa langkah.

Namanya juga bayi. Apalagi baru lahir. Pasti belum bisa berjalan. Bayi itu menangis sejadi-jadinya. Adegan itu dilihat oleh warga desa yang berkerumun. Dan perawatan yang aneh itu segera dihentikan saat salah satu warga merekamnya dengan kamera telepon seluler.

Video pengobatan aneh itu segera menyebar luas. Polisi pun melakukan penyelidikan. Setelah itu, dukun perempuan tersebut ditangkap dan segera diajukan ke pengadilan. Sementara bayi laki-laki itu langsung dirawat di rumah sakit

Pemerintah setempat mengatakan, dukun-dukun di wilayah itu memang dengan mudah mempengaruhi masyarakat di wilayah Assam. Sebab, banyak warga yang kurang sadar dengan perawatan bayi dan ibu yang baru melahirkan.

" Bayi itu menderita demam, tapi kondisinya sekarang sudah sehat. Kami harus merombak sistim perawatan pasca kelahiran kami, telah diarahkan untuk meluncurkan promosi yang gencar," kata Rakesh Kumar, seorang pejabat senior di Morigaon. (Ism)  

Beri Komentar