Kala Muslimah Belgia Jatuh Cinta pada Kaligrafi

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 3 Agustus 2014 14:04
Kala Muslimah Belgia Jatuh Cinta pada Kaligrafi
Pertama kali menginjakan kaki di Abu Dhabi, wanita muslimah Belgia ini sama sekali tak mengenai huruf arab dan kaligrafi.

Dream - Sebuah lukisan berbentuk kaligrafi tergantung di sebuah studio di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Jika kurang teliti, kaligrafi yang membentuk hati ini sebetulnya rangkaian kata cinta.

Karya kaligrafi itu jelas menunjukan karya seni dari seorang kaligrafer terlatih. Namun, pengunjung studio itu mungkin akan terperanjat jika mengetahui pembuat kaligrafi indah itu bukan asli orang Arab, tapi seorang wanita muslim asal Belgia.

Dia adalah Sarah Sillis, yang sudah menetap di Uni Emirat Arab (UEA) lebih dari 12 tahun. Hebatnya, saat baru pertama menginjakkan kaki di Abu Dhabi, Sarah tidak tahu apa pun tentang bahasa dan tulisan Arab.

Namun itu cerita masa lalu. Sekarang, studio sekaligus rumahnya di Abu Dhabi dipenuhi lukisan kaligrafi dengan aneka warna. Kaligrafi ini lahir untuk dirinya sendiri, teman-teman, atau klien Sarah. Potongan dekoratif dan karya abstrak tanpa huruf juga tempat jatuh cinta Sarah.

" Saya sudah melukis sepanjang hidup saya," cerita Sarah seperti dikutip Dream.co.id dari laman thenational.  " Saya mulai dengan gambar pensil, tapi saya kurang mahir menggambar hewan atau obyek tradisional lainnya, makanya saya tertarik pada bentuk abstrak atau geometris."

Kisah `asmara` Sarah dan dunia kaligrafi dimulai di Dubai pada 2002. Sarah yang memang suka dunia seni tak ragu menghabiskan banyak waktu di Sharjah hanya untuk menjelajahi distrik seni.

Di sinilah, Sarah menemukan studio milik Khalifa El Shimy, seorang seniman Mesir terkenal yang mengkhususkan diri dalam kaligrafi dan bekerja sebagai artis profesional untuk pemerintah Sharjah. " Segera setelah saya melihat karyanya, saya pikir itu menakjubkan dan begitu indah," kata Sarah.

El Shimy yang melihat gairah dan minat Sarah, menawarinya untuk mempelajari dasar-dasar kaligrafi. Sarah pun mulai sering mengunjungi studio El Shimy dan belajar huruf. Selama lebih dari empat tahun, Sarah berkunjung setiap pekan, kadang-kadang beberapa kali dalam seminggu.

" Itu sangat menyenangkan, saya menyukainya," katanya. " Berkat dialah saya belajar semua yang saya tahu tentang kaligrafi."

Pada tahun 2007, Sarah meninggalkan UEA dan pindah ke Kuwait selama satu tahun. Ketika kembali lagi ke Dubai, Sarah mulai menjual hasil karyanya untuk pertama kalinya. Dalam kepalanya, tidak pernah terpikir rencana untuk menjual lukisannya karena semuanya dilakukan hanya untuk bersenang-senang.

Sampai suatu hari, salah seorang rekan Sarah mengaku telah jatuh cinta dengan tiga karyanya dan ingin membeli untuk dekorasi rumahnya.

Dari sinilah, Sarah mulai banyak menerima pesanan untuk melukis dan akhirnya berubah menjadi usaha kecil-kecilan. " Saya masih tidak pernah ingin menjualnya," katanya. " Saya jauh lebih kreatif jika melukis bukan untuk komersial, terutama untuk hasil karya seni saya."

Meski bekerja full-time sebagai pelukis kaligrafi, karir Sarah sebagai seorang seniman terus menanjak. Bahkan kini bisnisnya telah bercabang ke sektor lain -menjual pakaian renang Islam.

Sarah masuk Islam ketika usia 16 dan agama telah memainkan peran penting dalam hidupnya. Namun, ketika bergelut dengan seni, dia tidak hanya melukis simbol-simbol agama.

" Saya melukis karena itu menarik minat saya, tapi saya juga melakukan berbagai jenis lukisan," jelasnya. " Sebagai contoh, sejak saya pertama kali mulai melukis, saya telah melukis gambar mandala. Sekarang saya mengajar kelas seni lukis di pusat meditasi Dubai."

Beri Komentar