Tertidur di Kursi Pijat, Saat Bangun Syok Terkunci di Mal

Reporter : Idho Rahaldi
Rabu, 23 Oktober 2019 10:40
Tertidur di Kursi Pijat, Saat Bangun Syok Terkunci di Mal
"Ya ampun, saya terkunci!"

Dream - Akibat terlalu nyaman, seorang pria terkunci di sebuah pusat perbelanjaan di Jepang. Pria ini tertinggal di dalam lantaran tertidur saat berelaksasi menggunakan kursi pijat di dalam mal.

Hal itu terungkap melalui akun media sosialnya, dimana ia meminta tolong dengan mencuitkan status di akun twitter.

" Ya ampun, saya terkunci!" cuitnya.

1 dari 5 halaman

Meminta Bantuan

Melansir independent.co.uk, Selain meminta tolong, pria dengan akun @_Asphodelus itu juga mengeposkan foto kondisi bagian dalam mall yang yang gelap, sepi, dan kosong.

Dalam foto-foto yang dia posting, jelas terlihat bahwa pusat perbelanjaan bernama KS itu memang sudah tertutup.

Sudah kehabisan cara untuk keluar dari pusat perbelanjaan itu, sang pria akhirnya memutuskan untuk membunyikan alarm keamanan untuk memberi tahu polisi.

Alhasil petugas kepolisian berhasil menghubungi manajer toko dan mengeluarkannya.

2 dari 5 halaman

Dikeluarkan Polisi

Ketika ditemukan, 10 petugas polisi menggeledahnya untuk memastikan bahwa dia bukan pencuri.

Setelahnya, pria Jepang ini pun kembali mencuitan status di Twitter bahwa ia sudah berhasil keluar dari toko.

Pria itu juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang membantunya keluar dengan banyak menunduk kepada mereka semua.

Salah satu pengguna Twitter dengan akun @ sasuga_23, berkata " Bagaimana ini bisa terjadi?"

Yonedore membalas pertanyaan itu dengan menuliskan " Ini adalah pengalaman yang berharga."

Berbagai pengguna lain berkomentar bahwa hal tersebut merupakan mimpi masa kecil jika terkunci di sebuah pusat perbelanjaan Toserba.

3 dari 5 halaman

Terkunci di Toilet Selama 'Setahun'

Dream - Seorang pria keturunan Asia tidak bisa membayangkan bahwa ia akan menghabiskan malam tahun barunya di toilet.

Pria yang tak disebutkan identitasnya itu terperangkap di toilet karena pintunya macet, sekitar setengah jam sebelum Tahun Baru.

Berbicara kepada Emirates 24/7, Mayor Khalid Al Hammadi, Direktur Jenderal Kepolisian Penyelamatan Dubai dan Kepala Pasukan Khusus di Polisi Dubai mengatakan insiden tersebut terjadi tahun lalu.

" Itu adalah salah satu misi penyelamatan paling lucu yang kami lakukan menjelang Tahun Baru 2016," katanya.

Mayor Khalid menceritakan keluarga pria itu meminta bantuan ke polisi untuk membuka pintu toilet yang macet dan mengeluarkan saudaranya yang terkunci di dalam.

" Kami mengirim tim dan pada saat mereka berhasil membuka pintu, ternyata sudah tahun baru."

Mayor Khalid menambahkan bahwa orang itu terkejut ketika pintu dibuka oleh tim penyelamat yang mengucapkan 'Selamat Tahun Baru' kepadanya.

" Dia menghabiskan hampir setengah jam di dalam toilet sebelum dibebaskan.

" Dia terkejut mendengar polisi mengucapkan 'Selamat Tahun Baru' dan mengatakan bahwa ini adalah cara yang berbeda untuk merayakan Tahun Baru."

4 dari 5 halaman

3 Tahun 'Kuasai' Ranjang Rumah Sakit, Pasien Dipaksa Keluar

Dream - Seorang pria di Beijing dipaksa keluar dari ranjang rumah sakit pada Selasa kemarin, setelah ia tinggal di sana selama hampir tiga setengah tahun.

Dilaporkan Youth Daily, Kamis 12 Februari 2015, pria yang menolak untuk keluar dari rumah sakit itu bahkan merantai diri dia di tempat tidur.

Pria bermarga Chen itu mengalami kecelakaan mobil pada Agustus 2011 silam dan dikirim ke Rumah Sakit Jingmei untuk mendapat perawatan. Chen sempat keluar sebulan kemudian tapi harus masuk kembali pada Oktober karena ada pembengkakan di kakinya.

Setelah mendapat perawatan selama tiga bulan, dokter mengatakan Chen boleh pulang. Namun Chen bersikeras kakinya masih sakit hingga dia tidak bisa meluruskannya.

Pembengkakan pada kaki yang dialami Chen biasa terjadi saat seseorang terlalu lama berbaring di tempat tidur.

Meski dokter mengatakan Chen telah sembuh, pria 55 tahun itu terus mengatakan bahwa rumah sakit bertanggung jawab untuk merawatnya. Dia bahkan mengaku melewatkan pernikahan putranya saat berada di rumah sakit.

Beberapa kali Chen menerima peringatan untuk meninggalkan rumah sakit, tapi ia menolak. Akibatnya, Chen mendapat tagihan mencapai 2 juta yuan, kata seorang dokter bernama Zhang Jinying.

Meski demikian, pihak rumah sakit tak menerima sepeser pun dari Chen. Selama ini, baik Chen dan istrinya adalah pengangguran dan tidak punya sumber pendapatan yang lain.

Akhirnya, rumah sakit mengajukan kasus Chen ke pengadilan. Chen awalnya menolak bekerja sama, karena menurutnya rumah sakit telah memberinya laporan kesehatan palsu dan dia tidak percaya hukum.

Namun Chen akhirnya bersedia untuk menjalani tes kesehatan dan prosedur administratif lainnya. Dan nasibnya akhirnya diputuskan. Pengadilan memerintahkan Chen untuk keluar dari rumah sakit.

Saat polisi datang untuk mengawal proses keluarnya Chen dari rumah sakit, mereka mendapati pria tersebut merantai dirinya di tempat tidur.

Polisi terpaksa merusak gembok dan rantai yang dipakai Chen mengikat dirinya. Chen kemudian didorong dengan kursi roda keluar rumah sakit.

Ia dikirim ke rumahnya dengan pengawalan polisi sambil masih memakai piyama rumah sakit.

5 dari 5 halaman

Merantai Dirinya

Akhirnya, rumah sakit mengajukan kasus Chen ke pengadilan. Chen awalnya menolak bekerja sama, karena menurutnya rumah sakit telah memberinya laporan kesehatan palsu dan dia tidak percaya hukum.

Namun Chen akhirnya bersedia untuk menjalani tes kesehatan dan prosedur administratif lainnya. Dan nasibnya akhirnya diputuskan. Pengadilan memerintahkan Chen untuk keluar dari rumah sakit.

Saat polisi datang untuk mengawal proses keluarnya Chen dari rumah sakit, mereka mendapati pria tersebut merantai dirinya di tempat tidur.

Polisi terpaksa merusak gembok dan rantai yang dipakai Chen mengikat dirinya. Chen kemudian didorong dengan kursi roda keluar rumah sakit.

Ia dikirim ke rumahnya dengan pengawalan polisi sambil masih memakai piyama rumah sakit.

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan