Jauh-Jauh dari Bandung ke Surabaya, Calon Mertua Ditipu Menantu

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 14 Juli 2019 12:14
Jauh-Jauh dari Bandung ke Surabaya, Calon Mertua Ditipu Menantu
Mobil keluarga itu dibawa kabur sang calon menantu.

Dream - Keluarga Nana Supriatna mengalami nasib sial. Nana yang ingin bersilaturahmi dengan pihak keluarga calon menantu, Rifqi Fahreza, justru menjadi korban penipuan. Penipuan itu justru dilakukan oleh Rifqi.

Kisah itu bermula ketika Ir, 15 tahun, dan keluarganya, menyewa mobil pinjaman Gran Max Silver bernomor polisi B 1880 PFH. Ir dan Nana berangkat berangkat dari Bandung pada Selasa 9 Juli 2019, pukul 22.00 WIB.

Ada sembilan orang yang turut serta. Selain, Ir dan Nana, ada pula Rifqi.

Keluarga tersebut tiba di Surabaya pada Rabu, 10 Juli 2019 pukul 21.30 WIB. Ir menuturkan, Rifqi mengajak keluarganya ke rumah bibinya, yang terletak tak jauh dari Terminal Osowilangun.

" Dia ngakunya, rumah bibinya di gang sempit. Mobil tidak bisa masuk. Jadi kita parkir mobil di terminal itu," kata Ir, dikutip dari Liputan6.com.

Setelah mobil terparkir, keluarga tersebut berjalan kaki menuju rumah sang bibi. Di tengah perjalanan, Rifqi mengatakan, lupa membawa oleh-oleh yang ditaruh di mobil.

1 dari 5 halaman

Baru Kenal Sebulan

Rifqi sempat meminta kunci mobil dan kembali ke terminal. Tapi, permintaan itu menjadi `ucapan perpisahan` pada keluarga itu.

" Lalu kok lama enggak balik-balik. Akhirnya kita balik ke terminal. Ternyata mobil sudah enggak ada. Di sana ada pos polisi, akhirnya kita lapor," kata Ir.

Paman Ir, Hermawan, mengatakan, keponakannya baru mengenal Rifqi selama satu bulan. Dari pertemuan singkat itu, Rifqi mengajak Ir menikah.

" Rifqi ini mengaku sudah tiga bulan di Bandung dan kenal dengan keponakan saya satu bulan dan langsung diajak nikah. KTP Rifqi ini ada dua yang satu KTP Madura dan yang satu KTP Surabaya. Rifqi ini bekerja sebagai pengamen," kata Hermawan.

 

2 dari 5 halaman

Ciri Mobil

Selain mobil, Hermawan juga menyebut ada banyak barang berharga di mobil tersebut. Termasuk, dompet dan ponsel.

" Handphone saya ada di saku jadi saya bisa telepon polisi. Tapi dompet dan uang semua ada di mobil, kalau kami pulang ke Bandung tidak ada ongkos," ucap dia.

Ciri mobil yang dibawa lari, kata Hermawan, ada stiker warna putih tulisan " Persib Aing" , di kaca depan ada stiker Chelsea biru. " Saya nyewa mobil ini, uang muka Rp500 ribu," ujar dia.

Polisi memproses kasus pencurian ini. Polsek Benowo juga memberi keluarga tempat menginap.

Kamis, 11 Juli 2019, keluarga Nana akhirnya diantar pulang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Benowo ke Terminal Bungurasih. Mereka pulang ke Bandung menggunakan bus.

Sumber: Liputan6.com

3 dari 5 halaman

Temuan Puluhan STNK, Pablo Benua Diduga Terlibat Kasus Penipuan

Dream - Kediaman Pablo Benua dan Rey Utami yang berada di kawasan Sentul, Bogor digeledah polisi. Penggeledahan terkait laporan konten youtube milik mereka oleh mantan istri Galih Ginanjar, Fairuz A Rafiq.

Dari penggeledahan itu, polisi tidak menemukan barang bukti terkait video Ikan Asin yang viral di sosial media. Tetapi, polisi menemukan puluhan STNK di kediaman Pablo. 

" Kami temukan puluhan STNK. Setelah dicek di Ditkrimum (Direktorat Kriminal Umum) ada laporan penggelapan kendaraan dan penipuan dengan terlapor Pablo," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juli 2019.

Dari hasil pemeriksaan di Ditkrimum itulah, Kata Argo, pada 2017 dan 2018 Pablo pernah pernah dilaporkan. Tuduhannya. dugaan kasus penggelapan kendaraan dan penipuan.

Karena itu saat ini penyidik akan terus menindaklanjuti kasus dugaan penipuan dan penggelapan kendaraan yang dilakukan suami Rey Utami itu.

" Pablo sebagai terlapor penipuan dan penggelapan tahun 2017 dan 2018. Sekarang dalam proses. Jadi kita masih mengecek semuanya," ungkapnya. (ism) 

4 dari 5 halaman

Temuan Mengejutkan Polisi di Rumah Pablo Benua dan Rey Utami

Dream - Penyidik Polda Metro Jaya mengaku tak menemukan barang bukti berupa perlengkapan rekaman milik Rey Utami dan Pablo Putera Benua di kediamannya di Sentul, Jawa Barat. Namun polisi menemukan barang lain yang tak kalah mengejutkan. 

Seperti diketahui, Rey dan Pablo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus video pencemaran nama baik melalui media sosial. Kasus dengan laporan bernomor LP/3914/7/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus ini diajukan oleh Fairuz A Rafiq dan tenar dikenal sebagai kasus Bau Ikan Asin. 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Agus Yuwono, menyampaikan, penggeledahan dilakukan tadi pagi sekitar pukul 10 setelah pemeriksaan dipastikan selesai pada dini hari tadi. 

 Pablo Benua dan Rey Utami© KLY

" Kita melakukan penggeledahan di rumah Pablo dan Rey di Sentul Bogor," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juli 2019.

Dalam penggeledahan tersebut, Argo mengungkapkan penyidik tak menemukan satupun barang bukti berupa perlengkapan pembuatan konten Youtube seperi kamera, laptop dan flashdisk.

" Hampir semuanya sudah kosong, artinya seperti yang digunakan untuk perekaman sudah tidak ada," imbuhnya.

5 dari 5 halaman

Polisi: Youtube Rey dan Pablo Mengandung Unsur Asusila dan Pornografi

Dream - Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami ditetapkan menjadi tersangka terkait kasus yang dilaporkan Fairuz A Rafiq. Karena itu ketiganya terancam hukuman 6 tahun penjara dan tak cuma dikenakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), tapi juga KUHP.

" Ancamannya enam tahun, pasal yang disangkakan 27 ayat 1, pasal 27 ayat 3, pasal 45 ayat 1. Kemudian pasal 310,311 KUHP, yang tadinya (hanya) UU ITE sekarang kita kenakan KUHP," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Argo Yuwono saat di Polda Metro Jaya Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juli 2019.

 Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami© KLY

Menurut Argo, Rey dan Pablo mengaku secara sadar membuat konten youtube itu untuk disebarluaskan.

" Untuk channel youtube Rey dan Benua mengandung unsur asusila, pencemaran nama baik, dan konten pornografi," jelas Argo.

Sedangkan untuk Galih, lanjut Argo, kepada penyidik mengaku dalam video itu ia sengaja mempermalukan Fairuz A Rafiq.

" Galih Ginanjar saat diwawancara secara sadar menyampaikan jawaban yang mengandung unsur kesusilaan dan pencemaran nama baik," tuturnya. (ism)

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair