Kepergok Sekamar Dengan Dua Wanita, Si Pria Mengaku Takut Cicak

Reporter : Idho Rahaldi
Rabu, 11 September 2019 09:24
Kepergok Sekamar Dengan Dua Wanita, Si Pria Mengaku Takut Cicak
Dikamanrnya banyak cicak, solusinya pindah ke kamar sebelah berisi dua wanita...

Dream - Seorang pria asal Malaysia kedapatan tidur bersama 2 wanita yang bukan mahramnya di sebuah Villa. Kedua wanita itu diketahui berusia 20 dan 30 tahunan.

Bahkan salah satu wanita tersebut dikabarkan telah berkeluarga dan memiliki suami. Dilansir dari World Of Buzz, kasus ini terungkap saat dilakukan sidak operasi oleh Departemen Agama Terengganu (JHEAT).

Dalam penyelidikan itu, diketahui bahwa pada awalnya ketiga tersangka memesan dua kamar vila bersebelahan. Kedua kamar itu dipesan atas nama tersangka lelaki berusia 20 tahun itu.

" Penggerebekan, menemukan kamar itu disewa atas nama pria, namun sebelum pencarian masuk di kamar sebelah, petugas menemukan Pria itu tidur dengan dua teman wanitanya, dimana salah satunya adalah istri orang lain," terang Asisten Komisaris JHEAT, Nik Zuhaiza Ismail.

1 dari 4 halaman

Karena Takut Cicak

Saat dilakukan diinterogasi, pelaku ditanya alasan hanya menyewa dua kamar padahal status mereka bukan muhrim. Tak diduga, si pria malah malah memberikan alasan konyol dan tak masuk akal.

Pria itu mengaku harus tidur dengan kedua wanita tersebut karena dikamarnya terdapat seekor cicak.

Selama operasi Nik Zuhaiza mengaku menemukan pasangan lain yang juga tengah tertidur di villa itu.

Pria berusia 40 tahun tengah tertidur dengan pacarnya yang berusia lebih muda dari setengah umurnya.

Setelah dilakukan operasi penggrebekan tersebut kini mereka ditahan dan dikenai pasal 31 Undang-Undang Pelanggaran Syariah.

2 dari 4 halaman

Berboncengan Bukan Muhrim, 26 Pasangan Ditangkap

Dream - Malaysia merupakan negara yang menerapkan hukum syariat cukup ketat. Sayangnya, masih banyak warganya yang tidak mengetahui beberapa aturan tertentu.

Seperti yang terjadi pada 26 pasangan bukan mahram di Terengganu. Mereka ditangkap lantaran berboncengan sepeda motor.

Rata-rata pasangan tersebut mengaku tidak tahu berboncengan motor dengan bukan mahram adalah tindakan ilegal.

" Saya tidak tahu naik sepeda motor dan membonceng dengan bukan mahram adalah satu pelanggaran," kata salah satu dari mereka setelah ditahan Departemen Urusan Agama Terengganu (JHEAT), sebagaimana dilaporkan Sinar Harian.

Menurut Sinar Harian, 52 orang itu berusia antara 16 sampai 42 tahun. Mereka ditahan dalam OP Bonceng di Batu Buruk pada Kamis malam pekan lalu dengan dakwaan 'berperilaku tidak sopan di tempat umum'.

3 dari 4 halaman

Sanksi

Kepala Asisten Komisaris Penegak Syariah JHEAT, Nik Zulhaiza Ismail, mengatakan, mereka ditahan karena kedapatan naik dan membonceng sepeda motor dengan bukan mahram.

Mereka akan dipanggil menghadiri sesi konseling di kantor JHEAT sebelum diberi peringatan. Mereka akan ditahan setelah ini jika terus mengulangi kesalahan yang sama.

" Jika ingkar atau masih mengulangi perbuatan serupa, mereka akan dikenakan tindakan menurut Pasal 34 Enakmen Kesalahan Pidana Syariah (takzir) (Terengganu) 2001," katanya kepada koran itu.

4 dari 4 halaman

Pria dan Wanita Menikah Jadi Mahram?

Dream - Sering kali terdengar ucapan 'bukan mahram' yang digunakan umat Islam untuk membatasi interaksi antara pria dan wanita. Sebagian besar dari mereka berpendapat interaksi pria dan wanita tidak terbatas jika sudah terikat pernikahan.

Tetapi, banyak juga yang menganggap ketika pernikahan terjadi status pria dan wanita menjadi mahram. Ini didasarkan pada pandangan yang memaknai istilah mahram berarti keluarga. Apakah pemahaman ini benar?

Ustaz Ammi Nur Baits dikutip dari konsultasisyariah.com menyebut, istilah mahram bermakna 'orang-orang yang diharamkan untuk dinikahi'.

Ustaz Ammi Nur Baits mengutip pendapat Imam An Nawawi, ulama rujukan mazhab Syafi'iyah dalam kitab Syarah Shahih Muslim yang mengatakan: "  Setiap wanita yang haram untuk dinikahi selamanya, disebab sesuatu yang mubah, karena statusnya yang haram."

Dalam kitab tersebut, Imam An Nawawi menyebut status mahram dikenakan berdasar pada tiga kriteria, yaitu nasab (keturunan atau pertalian darah), persusuan, atau sebab terikat pernikahan.

Sementara pria atau wanita yang tidak masuk dalam tiga kriteria di atas disebut 'bukan mahram'. Sehingga mereka dihalalkan untuk menikah.

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham