Kisah Gadis Dapat Tawaran Jadi Model tapi Berujung Mengerikan

Reporter : Sugiono
Jumat, 27 Desember 2019 07:49
Kisah Gadis Dapat Tawaran Jadi Model tapi Berujung Mengerikan
Setelah menanggapi si penelepon, Mandy akhirnya tahu bahwa dia bukan ditawari jadi model, tapi...

Dream - Informasi lowongan kerja menjadi salah satu kabar paling ditunggu oleh sebagian besar pencari kerja. Informasi dari sumber apa pun pasti akan ditindaklanjuti. Baik itu iklan maupun tawaran melalui telepon langsung.

Namun sebaiknya berhati-hati jika mendapat tawaran pekerjaan melalui sambungan telepon langsung.

Netizen asal Malaysia, sebut saja Mandy, hampir saja terkecoh saat mendapat tawaran menjadi seorang model.

Setelah menanggapi si penelepon, Mandy akhirnya tahu bahwa dia bukan ditawari jadi model, tapi lady escort.

Meski lady escort sebenarnya pekerjaan yang menuntut kemampuan komunikasi agar lawan bisnis mau bekerja sama. Tapi konotasinya telah berubah jadi pendamping pria hidung belang.

1 dari 5 halaman

Awalnya Mengaku Agen Model Lepas

Mandy menerima telepon dari seorang wanita yang mengaku sebagai agen model lepas. Wanita itu menawarkan peluang untuk jadi model.

" Nama saya Sabrina. Saya dari agensi model lepas. Saya hanya ingin tahu apakah Anda tertarik untuk menjadi model?" tanya wanita itu.

Mandy tak segera menjawab. Dia malah balik bertanya dari mana wanita itu tahu nama dan nomor ponselnya.

Wanita itu mengatakan dia mendapatkannya dari promosi barang atau stan khusus yang pernah diikuti dan didatangi oleh Mandy.

Mandy curiga dengan jawaban wanita itu. Dia tidak pernah merasa memberikan nama dan nomor sembarangan jika ada promosi atau stan khusus yang minta.

Saat Mandy minta wanita itu mengirim profil agensinya, dia mengelak. Wanita itu bilang agensinya tidak punya kantor karena sifatnya lepas atau freelance.

2 dari 5 halaman

Pintar Dalam Menggiring Pembicaraan

Meski tidak pernah berpikir jadi model, tapi Mandy tetap melayani obrolan wanita itu. Mandy yakin ini adalah penipuan dan dia ingin tahu caranya.

Setelah berbicara banyak, wanita itu mulai bertanya tentang hal-hal yang bersifat pribadi, seperti penampilan fisik Mandy.

Wanita tersebut sangat pintar dalam berbicara. Dia menyusun pertanyaannya sedemikian rupa sehingga korbannya hampir tidak bisa mengatakan " Tidak" .

Misalnya, jika Mandy mengatakan tidak tertarik jadi model, maka wanita itu akan mengubah pertanyaannya.

" Apa yang memotivasi Anda untuk bekerja? Apakah itu persaingan, ketenaran, atau mungkin uang?"

3 dari 5 halaman

Jadi Model tapi Harus 'Menyenangkan' Klien?

Namun Mandy semakin curiga, dan merasa terkejut ketika wanita itu menjelaskan soal ketatnya persaingan di dunia model.

Bagaimana tidak? Jika setuju jadi model, Mandy diminta melakukan apa saja demi bisa mencapai kesepakatan bisnis. Termasuk melakukan hal yang terlarang.

" Seperti yang Anda tahu, industri permodelan sangat kompetitif dan banyak yang mau melakukan apa saja. Apakah Anda bersedia melakukan apa yang diperlukan? Bahkan jika itu berarti Anda harus 'menyenangkan' klien demi untuk mencapai kesepakatan?"

Mandy pura-pura tidak tahu dengan jawabannya karena dia tidak pernah berpikir sampai di situ. Tapi Mandy tetap mengikuti permainan wanita itu.

4 dari 5 halaman

Bukan Jadi Model, Tapi 'Lady Escort'

Wanita itu kemudian bertanya lagi, " Bagaimana jika kesepakatan tersebut bernilai 5.000 ringgit (Rp16,8 juta) untuk sekali pemotretan dalam satu hari?"

Lagi-lagi Mandy berkata dia tidak tahu. Wanita itu tak menyerah. Dia memberondong Mandy dengan pertanyaan seputar pacar, mantan pacar, dan sebagainya.

Sambil menanyakan semua ini, wanita itu bercanda dengan menyebutkan bahwa agensi modelnya juga menyediakan layanan lady escort.

Dia tertawa kecil ketika mengatakan itu agar tidak terdengar terlalu vulgar. Setelah itu dia memberikan jeda singkat untuk melihat bagaimana Mandy merespons. Mandy hanya diam saja.

5 dari 5 halaman

Cerdik dan Licik Dalam Menjebak Korbannya

Beberapa detik kemudian, wanita itu melanjutkan percakapannya. Sekarang dia mulai berani berbicara tentang layanan lady escort.

Di sinilah Mandy menyadari wanita ini benar-benar licik dalam merayu korbannya. Wanita itu juga cerdik menjebak korbannya.

Jelas-jelas yang ditawarkannya itu bukan jadi model, tapi pendamping pria hidung belang. Ini jelas-jelas sebuah penipuan yang halus.

Mandy kemudian memperingatkan gadis-gadis di luar sana agar berhati-hati. Jika seseorang menjanjikan banyak uang dan masa depan yang bagus, maka harus selalu berhati-hati dengan memeriksa legalitasnya.

(Sah, Sumber: World of Buzz)

Beri Komentar