Kisah Jenazah Berumur 40 Tahun Hilang di Jeneponto, Tersisa Kain Kafan Bersih

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 7 Juli 2021 10:37
Kisah Jenazah Berumur 40 Tahun Hilang di Jeneponto, Tersisa Kain Kafan Bersih
Prof Sufirman Rahman takjub dan kaget bukan kepalang saat menggali makam ayahnya, Rahman alias Galla Ramang.

Dream - Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia Makassar, Prof Sufirman Rahman, takjub dan kaget bukan kepalang saat menggali makam ayahnya, Rahman alias Galla Ramang pada Kamis, 1 Juli 2021 di Kampung Bonia, Desa Bungungloe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto.

Baca Juga: 4 Kisah Bule Cantik Nikahi Pria Indonesia, Belajar Ngaji hingga Berlogat Medok

Bagaimana tidak, kain kafan yang membungkus jasad ayahnya itu terlihat putih bak kapas namun jasadnya di dalamnya menghilang.

Baca Juga: Pilu, Wanita Ini Terpaksa Menikah di Hadapan Jenazah Sang Ibu

" Memang ini diluar akal sehat ya. Bahwa ada seorang meinggal kemudian menghilang jasadnya," kata Sufirman kepada Liputan6.com, Senin 5 Juli 2021.

1 dari 7 halaman

Kronologi Kejadian

Awalnya Sufirman bersepakat dengan keluarga untuk memindahkan makam sang ayah ke pekuburan keluarga. Keputusan itu diambil lantaran makam sang ayah berada di dekat kandang ternak dan saluran pembuangan limbah rumah tangga.

" Menurut kepercayaan kita, kalau ada najis di dekatnya itu tidak bagus buat mayat di alam kubur. Dan itu jadi alasan keluarga untuk sepakat memindahkan ke pekuburuan keluarga," jelasnya.

Akhirnya Sufirman menyiapkan penggali kubur berpengalaman dan tiga orang tim medis untuk membantunya merapikan jenazah ayahnya yang telah dimakamkan sejak 23 April 1990. Namun saat dibongkar, keajaiban terjadi.

" Sama sekali tidak ada apa-apa di dalam kafan. Padahal ini yang bongkar memang ahlinya. Sudah 40 tahun menjadi penggali kubur dan sudah biasa membongkar makam," jelas Sufirman.

2 dari 7 halaman

Bikin Heran Petugas Medis

Ilustrasi© Shutterstock

Tiga orang tim medis yang ikut serta dalam pembongkaran makam Galla Ramang juga ikut heran dengan kejadian tersebut. Pasalnya tak ada satupun anggota tubuh yang tersisa di dalam bungkusan kain kafan milik ayah kandung Prof Sufirman itu.

" Tim medis tiga orang kita persiapkan, untuk antisipasi tulangnya. Ini semua tim medis merasa heran krena tulang belulang tidak ada. Menurut pengalamannya, rambut manusia itu tidak di makan tanah. Ini jangan kan rambut, kain kafan saja masih utuh. Putihnya seperti kapas. Nanti berubah cokelat ketika terkena saluran air," Sufirman menceritakan.

3 dari 7 halaman

Konsultasi ke Kiayi

Setelah memindahkan makam ayahnya, Sufirman pun langsung berkonsultasi dengan pemuka agama. Ia meminta pandangan para kiyai terkait raibnya jasad ayahnya itu dari dalam kubur.

" Setelah kita bongkar, kita konsultasi dengan kiyai dan menurutnya memang ada riwayat seseorang bisa hilang jasadnya," ucap dia.

Sufirman pun hanya bisa memasrahkan kejadian ini kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Menurut dia seluruh yang ada di muka bumi ini memang milik-Nya dan akan kembali pada-Nya.

" Oleh karena itu, keluarga hanya bisa menyampaikan La Haula Wala Quwwata Illa Billah. Allah Maha Kuasa," dia memungkasi.

Sumber: liputan6.com

4 dari 7 halaman

Heboh Jasad Masih Utuh di Bojonegoro, Diduga Sudah Dikubur Puluhan Tahun

Dream - Baru-baru ini jagad sosial dihebohkan dengan ditemukannya jenazah warga yang masih utuh di sebuah makam di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Peristiwa yang cukup mengejutkan warga Kelurahan Ledok Kulon tersebut terjadi di Makam Andong Sari pada 30 Mei 2021 malam.

Kandar, salah seorang warga yang rumahnya berada dekat makam Andong Sari, bercerita, saat itu ada warga Ledok Kulon yang meninggal.

Nama warga yang meninggal itu adalah Sugeng. Dia merupakan warga Gang Puspa Indah, Kelurahan Ledok Kulon, dan berusia sekitar 40 tahun.

Menurut Kandar, pihak ahli waris menyerahkan pemakaman Sugeng kepada penggali kubur. Juru makam kemudian menentukan liang lahat untuk memakamkan jasad Sugeng.

Setelah digali sekitar satu meter, penggali kubur menemukan jenazah yang masih terbungkus kain kafan masih utuh.

5 dari 7 halaman

Kartono, ketua RT 05 RW 02 Kelurahan Ledok Kulon, menyebutkan, jenazah yang ditemukan itu tidak diketahui identitasnya.

" Memang benar, kemarin malam ada pemakaman warga. Saat menggali liang lahat itu sudah ada jenazah yang ditemukan masih utuh," ujar Kartono.

Jenazah tidak diketahui identitasnya karena saat digali sudah tidak ada batu nisan. Selain itu, papan penutup liang lahat juga sudah tidak ada.

Sehingga, jenazah yang dibongkar dan masih utuh tersebut kemungkinan sudah dimakamkan sejak puluhan tahun lalu.

" Jadi penggali sudah tidak menemukan papan pembatas makam, kemungkinan papannya sudah lapuk dimakan usia,” tambah Kartono.

Diduga jenazah yang masih utuh tersebut seorang perempuan. Hal itu terlihat dari lilitan kafannya yang banyak. Menurut syariat Islam, mengkafani mayat perempuan kain kafannya harus terdiri dari lima lembar.

Jenazah yang masih utuh tersebut kemudian diangkat. Setelah itu dimasukkan kembali ke liang lahat yang sama dengan jenazah Sugeng.

“ Karena sudah malam, kemudian dikuburkan bersama dalam satu liang lahat,” pungkas Kartono.

Sementara itu, sebagian warga menduga batu nisan di makam jenazah dengan kain kafan masih utuh itu hilang saat terjadi banjir besar akhir 2007 lalu.

Sumber; BeritaJatim

6 dari 7 halaman

Merinding! Tanah Kuburan di Padang Pariaman Mendadak Meninggi

Dream - Fenomena aneh terjadi di area pemakmana Korong Sungai Asam, Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Sebuah kuburan di area pemakaman umum yang ada di tempat itu tiba-tiba meninggi. Tidak seperti biasa, tanah kuburan terus naik hingga mencapai satu setengah meter. Padahal, kuburan di sebelahnya tetap normal seperti biasa.

Tanah meninggi ini terjadi pada dua makam yang tidak diketahui identitasnya. Membentuk sebuah gundukan dengan lebar diameternya sekitar 3 sampai 4 meter dan tinggi tanah mencapai lebih 1 meter.

“ Tanah meninggi seperti ini menurut warga sekitar seminggu belakang. Sekarang tinggi tanah sudah mencapai 1,5 meter dengan diameter 3,5 meter," ujar Wali Korong Sungai Asam Anwar dikutip dari Padangkita.com, Jumat 26 Maret 2021.

Kuburan itu, sambung Anwar, merupakan makam lama. Tak ada nama di batu nisannya. Hingga kini, warga yang penasaran terus berdatangan melihat makam tersebut.

Menurut Anwar, setahun lalu tanah di tiga kuburan tersebut telah sempat mengalami perubahan. Hanya saja, tinggi tanah tidak seperti sekarang.

“ Tanda-tanda untuk ditinggikan tidak ada. Sebab tidak ada bekas tanah yang diambil dari samping atau tanah didatangi. Kalau didatangi pasti rusak sekitar jalan menuju kuburan,” katanya.

7 dari 7 halaman

Warga setempat telah memasang tali di sekeliling makam. Hal ini agar tidak diinjak atau dinaiki oleh warga yang melihat.

Video yang memperlihatkan tanah kuburan yang meninggi ini telah beredar di media sosial. Informasi beredar, makam tersebut berada di pekuburan suku yang terdapat ratusan makam.

      View this post on Instagram      

A post shared by KABUPATEN PADANG PARIAMAN (@info.padangpariaman)

Beri Komentar