Viral Kisah Perempuan di Malang, Dinikahi Hanya 12 Hari

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 22 Januari 2020 15:58
Viral Kisah Perempuan di Malang, Dinikahi Hanya 12 Hari
Alasan sang lelaki?

Dream - Pernikahan diharapkan bisa berlangsung hingga pasangan terpisah ajal. Tapi, kisah yang dialami Maya (bukan nama sebenarnya) mengundang rasa sedih.

Melalui akun Twitternya, Maya bercerita pernikahannya yang berlangsung hanya dua pekan. Dia ditinggal sang suami tanpa kejelasan.

Maya, 23 tahun, mengunggah ceritanya di Twitter sebagai bagian dari pencariannya untuk mendapat dukungan psikologis. Sebab, selama ini, dia mendapat pandangan dan pendapat negatif dari lingkungan tempatnya tinggal.

" Itu loh cewek yang nikah cuman 12 hari."
" Nggak kasihan orang tuanya apa nikah dibikin mainan."

" Yang kedua aku bikin thread ini, aku pengen semua orang yang baca bisa memetik pengalaman dan jangan jadi seperti aku," tulis Maya, diakses Dream.co.id, Selasa, 22 Januari 2020.

 

1 dari 4 halaman

Perkenalan Pertama

Maya bercerita, menikah 13 Desember 2019. Tapi, pernikahannya selesai pada 25 Desember 2019.

" Dia meninggalkanku tanpa aba-aba. Tanpa perpisahan yang jelas, tanpa kesempatanku untuk bertanya, kenapa? apa yang bisa kuperbaiki? Ada yang salah sama aku?" kata dia.

Maya bercerita, mengenal sosok suaminya pada 2018. Lewat seorang teman, pasangan ini saling berkenalan. Dari jabat tangan berpindah ke layar chating. Berhari-hari mereka dekat tanpa label pacaran.

Sang suami melamar maya pada 20 April 2019. Dengan penuh keyakinan pria itu akan melamar Maya.

Orangtua Maya pun terkejut saat mendengar kabar itu. Bahagia bercampur bingung mengenai resepsi yang digelar.

 

2 dari 4 halaman

Percik Amarah

 PerpisahanPerpisahan © Istimewa

Sang lelaki itu bahkan dengan tegas menyampaikan lamaran ke ayah Maya. " Pak, Senin saya dan keluarga akan bertamu ke rumah Bapak dengan niat baik," kata sang lelaki ditirukan Maya.

Proses pertemuan digelar, tanggal ditancap. 24 September 2019, beberapa bulan sebelum resepsi Maya dan kekasihnya menggelar sesi foto pra nikah.

" Nggak ada pikiran lain selain senang, bahagia dan bersyukur sama Allah sudah diberi kenikmatan seindah ini," ucap dia.

Saat H-10 resepsi pernikahan. Maya menemukan sang lelaki berbincang melalui pesan aplikasi dengan istri dari kakaknya. " Ternyata dia tidak memandangku dengan baik," kata dia.

 

3 dari 4 halaman

Keluarga Tak Mendukung

 PerpisahanPerpisahan © Istimewa

Dari percakapan yang dibagikan, sang suami merasa keberatan dengan waktu kerja Maya. Tapi, Maya menahan diri hingga proses pernikahannya berjalan.

Keanehan mulai terjadi saat pekan pertama pernikahan. Maya merasa tak mendapat dukungan dari keluarga sang suami. Dia merasa terasing di rumah mertuanya.

Sindirian yang muncul yaitu posisi Maya yang kerja. Aktivitas ini kerap menjadi sindiran yang muncul di rumah sang mertua.

Selain itu, keanehan yang muncul yaitu sikap sang suami yang kerap pulang malam dan enggan memberikan nafkah batin.

 

4 dari 4 halaman

Diakhiri Lewat Telepon

Puncaknya pada hari ke-12. Maya mengalami muntaber. Tidak ada seorang pun di rumah sang mertua yang membantunya. Bahkan sang suami.

Setelah mendapat pertolongan dari ayah dan ibunya, dia mulai bisa sedikit lega. Tapi dari situ, bara di rumah tangganya mulai diketahui orang-orang di keluarganya.

 PerpisahanPerpisahan © Istimewa

Saat didesak keluarga Maya, sang lelaki itu baru angkat bicara. Melalui telepon, dia meminta pernikahannya dengan Maya diakhiri.

" Maaf. Aku nggak bisa nerusin pernikahan ini," kata sang pria.

Maya mengatakan, sampai hari dia membuat utas pada 20 Januari 2020, sang suami ataupun keluarganya tidak ada yang ke rumah untuk bertanya atau mendudukan perkara ini.

" Semakin sakit dan merasa terbuang tapi aku ga boleh lagi nunjukkin kesedihan itu lagi. Ada orang tuaku yang mungkin sakitnya berlipat ganda dari aku," ucap dia.

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis