Kisah Pilu Janda Muda Dirudapaksa 139 Pria, Termasuk oleh Sang Mertua

Reporter : Reni Novita Sari
Senin, 24 Agustus 2020 12:45
Kisah Pilu Janda Muda Dirudapaksa 139 Pria, Termasuk oleh Sang Mertua
Begini kisah pilu perempuan berusia 25 tahun ini

Dream- Seorang perempuan berusia 25 tahun di negara bagian Andhra Pradesh, India, mengajukan pengaduan resmi ke polisi yang menyatakan bahwa sebanyak 139 orang telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya selama bertahun-tahun.

Polisi Panjagutta Hyderabad, pada hari Kamis lalu, mendaftarkan Laporan Informasi Pertama (FIR) 42 halaman yang diajukan korban.

Korban mengklaim bahwa tiga bulan setelah pernikahannya pada bulan Juni 2009, Ia memperoleh pelecehan seksual dan serangan fisik dari mertuanya sendiri. Ia pun menyatakan bahwa kejadian itu berlangsung selama sembilan bulan lamanya.

1 dari 9 halaman

Mendapat Pelecehan Seksual dari Keluarga

Kepada polisi, perempuan mengaku bercerai pada Desember 2010, tetapi pelecehan itu tidak berhenti. Ia bahkan mengaku beberapa anggota keluarga mantan suaminya terus melecehkannya secara seksual.

" Perempuan ini mengaku mendapat ancaman dan pelecehan seksual dan menghadapi eksploitasi oleh 139 orang dari waktu ke waktu di banyak tempat," kata seorang petugas polisi yang tak disebutkan namanya, dikutip dari Indiatimes, Senin 24 Agustus 2020.

" Dia ketakutan karena ancaman dari para pelaku, dan dia menunda pengajuan pengaduan. Kami mendaftarkan kasus dan sedang menyelidiki lebih lanjut," tambah polisi itu.

2 dari 9 halaman

Memicu Kemarahan Publik

Menurut beberapa laporan media lokal, korban dikirim ke fasilitas medis untuk pemeriksaan kesehatan.

ilustrasi pelecehan seksual© Foto : Shutterstock

Kasus ini telah memicu kemarahan dari para pengguna media sosial, di mana kebanyakan dari mereka mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan keras terhadap para pelakunya.

" Saya terkejut! Saya tidak tahu bagaimana dia bisa bertahan selama bertahun-tahun ini. Ini adalah peringatan. Kami pikir keluarga adalah tempat yang paling aman. Memalukan!," kecam pengguna akun Facebook Divya Rathore.

3 dari 9 halaman

Menurut laman Indiatimes, India terus menjadi salah satu negara paling tidak aman bagi wanita, meskipun kini undang-undang menjadi sedikit lebih ketat.

Di sana, kebanyakan kasus pemerkosaan yang terjadi di lingkup keluarga. Dalam laporan tahunannya, National Crime Records Bureau of India (NCRB) menyebutkan ada 337.922 laporan kekerasan terhadap perempuan seperti pemerkosaan, penganiayaan, penculikan dan kekejaman yang dilakukan oleh suami dan kerabat mereka.

Tuntut Kasus Pelecehan Seksual© Foto : PTI

India tidak bertindak untuk menurunkan faktor kejahatan semacam itu. Kejahatan dan kekerasan terhadap perempuan masih merajalela dan ancaman seringkali dapat menghalangi mereka untuk mengajukan pengaduan.

Sumber : Indiatimes

4 dari 9 halaman

Kisah Kelam Istri Dirudapaksa Lebih dari 100 Kali oleh Suami Selama Lockdown

Dream - Pemirsa Panorama di BBC dibuat geram dan sedih setelah mendengar kisah 'mengerikan' dari para penyintas kekerasan dalam rumah tangga. Termasuk kisah seorang wanita yang 'diperkosa lebih dari 100 kali' oleh suaminya selama diberlakukannya lockdown.

Dalam program itu, pemandu acara Victoria Derbyshire mengungkapkan teror yang dialami mereka yang terperangkap dan terpaksa tinggal bersama orang-orang kasar yang sebenarnya adalah keluarga sendiri selama pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah seorang wanita yang hanya dikenal sebagai Jess. Dia menjadi penyintas kekejaman suami di balik kedok lockdown atau pembatasan sosial berskala besar di Inggris.

5 dari 9 halaman

Awal Mimpi Buruk yang Mengerikan Itu

Kepada Victoria, Jess menceritakan pada malam ketika pemerintah Inggris menetapkan pembatasan sosial, suaminya mengatakan bahwa permainan akan segera dimulai.

" Malam itu kami berada di rumah dan mendengarkan Boris Johnson (Perdana Menteri Inggris) mengumumkan penerapan lockdown.

" Suami menatap saya dan melipat tangan di belakang sambil membusungkan dada. Dia kemudian bilang 'permainan segera dimulai'," kata Jess menceritakan awal penderitaannya.

6 dari 9 halaman

Diperkosa Suami Lebih dari 100 Kali

Jess tahu bahwa suaminya sedang mengintimidasi dirinya. Dan intimidasi itu diwujudkan dalam aksi pemerkosaan brutal selama beberapa pekan, bahkan bulan.

Menurut Jess, suaminya telah memperkosa dirinya sampai berulang kali, mungkin lebih dari 100 kali. Semua dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

" Pengalaman yang sangat buruk, buruk sekali. Sebelum menjalankan aksi bejatnya, dia menutup semua tirai, memutar TV dan musik keras-keras.

" Dia juga mengunci semua pintu dan jendela, agar suara teriakan saya yang meminta tolong tidak terdengar," kata Jess.

7 dari 9 halaman

Dihajar Ayah Pakai Ikat Pinggang

Bukan hanya Jess, Victoria sendiri juga pernah mengalami kekerasan rumah tangga ketika dia masih berusia 12 atau 13 tahun.

Victoria teringat bagaimana 'seluruh tubuhnya' akan 'tegang' setiap kali dia mendengar ayahnya mengunci pintu rumah. Karena Victoria tidak tahu bagaimana suasana hati ayahnya.

Jika perasaannya sedang tidak senang, ayahnya yang temperamen bisa memukul atau mencambuk Victoria dengan ikat pinggangnya hanya karena hal kecil.

8 dari 9 halaman

35 Tahun Tak Kunjungi Rumah Masa Kecil

" Waktu itu saya bisa lari dari rumah. Tapi dalam kondisi pandemi Covid-19, saya bisa merasakan penderitaan mereka yang terjebak di rumah," kata wanita 51 tahun ini.

Dalam satu segmen di acara tersebut, Victoria terlihat mengunjungi rumah masa kecilnya di Littleborough, Rochdale, untuk pertama kalinya dalam 35 tahun.

" Saya sudah lama tidak ke sini. Meski saya memiliki kenangan indah, ada saat-saat yang sangat sulit karena perilaku ayah saya yang kejam," katanya.

9 dari 9 halaman

Dua Per Tiga Alami KDRT Selama Pandemi

Panorama adalah program televisi berusaha mengungkap skala kekerasan dalam rumah tangga yang semakin meningkat di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar.

Menurut program ini, dua pertiga mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Mereka menjalani hubungan yang penuh kekerasan dan menderita selama pandemi Covid-19.

Sumber: Daily Mail Online

Beri Komentar