Kisah Pilu Keluarga Miskin dan Jasad Bayi Tertahan di Peti Mati

Reporter : Sugiono
Minggu, 25 Agustus 2019 10:01
Kisah Pilu Keluarga Miskin dan Jasad Bayi Tertahan di Peti Mati
Yang menyedihkan lagi, sang ibu yang baru melahirkannya tidak dapat melihat bayinya itu karena dia sendiri masih koma.

Dream - Pilu hati netizen ketika membaca pengalaman sedih Unit Khas Van Jenazah yang dibagikan di Facebook saat mendapat tugas mengurus jenazah bayi berusia satu hari.

Siapa yang takkan sedih mendengar ceritanya. Jenazah bayi tanpa nama itu sudah tiga hari berada di dalam peti mati. Bukan keluarga tak mau mengurus pemakamannya.

Bayi malang itu tak bisa langsung dikebumikan karena keluarganya tidak punya uang untuk mengeluarkannya dari rumah sakit.

Yang menyedihkan lagi, sang ibu yang baru melahirkannya tidak dapat melihat bayinya itu karena dia sendiri masih koma.

Bayi malang itu mengalami kejang-kejang sesaat sebelum kematiannya. Tidak terbayangkan bagaimana perasaan ibunya jika tahu anak pertamanya itu meninggal dunia.

1 dari 4 halaman

Tak Punya Uang Mengeluarkan Jenazah dari Rumah Sakit

Menurut salah satu relawan Unit Khas Van Jenazah (UKVJ) bernama En Yus, dia mendapat permintaan untuk mengurus jenazah bayi yang meninggal setelah lahir.

Informasi awal menyebutkan bahwa keluarga dan kakek-nenek dari bayi itu telah kehabisan uang untuk membayar biaya pemakaman cucu pertama mereka.

Setelah mendapat informasi tersebut, UKVJ langsung bergerak dengan mengirim sembilan relawan untuk membantu kakek-nenek bayi malang itu.

Mereka menuju ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah di Klang, Selangor, Malaysia untuk mengambil jenazah bayi itu untuk dimakamkan secara layak.

Ketika jenazah bayi itu tiba di kantor UKVJ bersama kakek-neneknya, 7 orang dari unit bilal langsung melakukan tugas memandikan dan mengafaninya.

2 dari 4 halaman

Jenazah Terlantar Dalam Peti Mati Selama Tiga Hari

Dari pembicaraan dengan sang nenek, jenazah bayi itu sudah ada di dalam peti mati selama tiga hari di rumah sakit.  Padahal, dia dan suaminya sudah berusaha untuk meminjam uang kepada sanak saudara dan tetangga. Namun hingga tiga hari usaha mereka tidak mendapatkan hasil.

Mereka hanya bisa mengumpulkan uang 200 ringgit atau sekira Rp679 ribu yang tidak mungkin cukup untuk mengeluarkan jenazah dari RS.

Padahal, biaya total pengurusan jenazah di RS, dari memandikan hingga menguburkan, sebesar 500 ringgit atau sekira Rp1,6 juta.

Tidak bisa membayangkan betapa sedihnya kakek-neneknya yang tidak bisa mengurus jenazah cucu mereka gara-gara gagal mendapatkan uang.

3 dari 4 halaman

Keluarga Tak Mau Membantu

Sambil menangis, sang nenek mengaku sudah menghubungi adik dan kakaknya. Namun saudara-saudaranya tak mau membantu meminjamkan uang untuk mengurus cucunya.

Setelah mendengar keluhannya, relawan UKVJ mencoba untuk menenangkan sang nenek. Mereka memberi tahu bahwa biaya pemulangan dan pengurusan jenazah cucunya itu ditanggung sepenuhnya oleh UKVJ.

Dengan terus berlinang air mata, suami istri itu tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada relawan UKVJ.

Mereka patut bersedih dengan kematian bayi malang tersebut. Karena dia adalah cucu pertama mereka.

4 dari 4 halaman

Ibu Kejang-kejang Saat Mengandung

Menurut sang nenek, anak perempuannya yang mengandung bayi tersebut telah 3 kali mengalami kejang-kejang. Saat itu usia kandungannya sudah hampir cukup bulan untuk bersalin.

Ketika mengalami kejang-kejang untuk kedua kalinya, dia membawa anak perempuannya itu ke RS. Dia khawatir jika terjadi hal-hal buruk pada anak perempuannya dan bayi yang ada di dalam kandungannya.

Saat menunggu bayi itu lahir, anak perempuannya kembali kejang kejang. Padahal anak perempuannya sudah mengeluarkan tanda-tanda akan melahirkan.

Namun sayang, saat telah lahir, bayinya ternyata sudah meninggal dunia. Ibarat jatuh tertimpa tangga, anak perempuannya koma.

Sementara dia tidak bisa mengeluarkan jenazah cucunya yang sudah dimasukkan peti mati selama tiga hari gara-gara tak punya uang.

Sebelum tim UKVJ meninggalkan makam bayi tersebut, neneknya sempat memberi nama untuknya. Neneknya memberinya nama Nurjannah sesuai dengan nama salah satu kamar perawatan di UKVJ.

(Sah, Sumber: Siakapkeli.my)

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen