Satu Keluarga di Serang Jadi Korban Pembunuhan

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 13 Agustus 2019 15:39
Satu Keluarga di Serang Jadi Korban Pembunuhan
Ayah dan anak di keluarga itu meninggal dunia, sementara sang ibu dalam kondisi kritis.

Dream - Satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Serang, Banten, menjadi korban pembunuhan. Ayah dan anak di keluarga itu meninggal dunia, sementara sang ibu dalam kondisi kritis.

" Yang masih kritis itu ibu di RSUD Cilegon," ujar Kasatreskrim Polres Serang Kota, AKP Ivan Adhitira, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 13 Agustus 2019.

Korban meninggal dunia itu Rustadi dan anaknya yang masih berusia empat tahun. Sementara istri Rustadi, Sadiah, masih menjalani perawatan di rumah sakit karena menderita luka tusuk di punggung.

Peristiwa sadis itu diduga terjadi sekitar pukul 00.00-05.00 WIB. Korban ditemukan sudah bersimbah darah oleh temannya pada pukul 07.30 WIB. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

" Tim identifikasi masih melakukan olah TKP dan meminta keterangan keluarga korban apakah ada barang yang hilang," kata Ivan.

(Sumber: )

1 dari 6 halaman

Fakta-fakta Mengejutkan Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Dream - Polisian telah menangkap HS, tersangka pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. HS mengaku nekat membunuh Diperum Nainggolan, istri dan dua anaknya karena sakit hati.

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat, mengatakan, HS memiliki hubungan keluarga dengan korban, diminta untuk mengelola usaha indekostnya.

" Beberapa waktu lalu pengelolaannya adalah pelaku ini dan kemudian ketika pelaku main ke rumahnya, sering dihina oleh korban, itu pengakuannya," kata Wahyu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 16 NOvember 2018.

Wahyu menjelaskan, karena sakit hati, HS menyusun rencana untuk menghabisi nyawa Diperum Nainggolan. Pada Senin 12 November 2018 malam, HS bertamu dengan Diperum Nainggolan seperti biasa.

2 dari 6 halaman

Anak Korban Sempat Tanya Apa yang Terjadi Kepada Pelaku

Ketika itu, HS langsung menghabisi nyawa korban dengan linggis. " Jadi begini, kalau hasil otopsi itu secara rinci belum keluar. Tapi kami bisa sampaikan bahwa berdasarkan olah TKP, korban yang dibunuh dengan menggunakan linggis itu adalah suami istri. Tapi yang di anaknya itu tidak ada luka dari linggis," ujar dia.

Saat terjadi pembunuhan kepada orangtuanya, sang anak bangun dan menanyakan apa yang terjadi. Kedua anak malang itu akhirnya turut dibunuh.

" Karena saat kejadian anak itu bangun mengetahui. Dan sempat bertanya, ada apa om dengan orang tua saya'," kata Wahyu.

Akibat perbuatannya, HS terancam hukuman mati. " Pasal yang diterapkan adalah Pasal 365 ayat 3 kemudian 340 dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati," ujar Wahyu.

3 dari 6 halaman

Pengakuan Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi

Dream - Polisi telah meringkus HS, terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Saat menjalani pemeriksaan awal, HS ngotot tidak mengakui perbuatannya.

" Yang bersangkutan masih mengelak, artinya bahwa dia tidak lakukan apa-apa," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, dikutip dari Pojoksatu.

Argo mengatakan HS beralibi sedang berada di kos saat peristiwa nahas itu terjadi. Dia berdalih tidak tahu ada pembunuhan karena tidur terlelap.

" Katanya dia memang tidur di situ (rumah korban)," kata Argo.

Jawaban HS tidak membuat polisi langsung percaya. HS terus diinterogasi penyidik.

" Akhirnya yang bersangkutan dibawa ke Jakarta untuk diinterogasi, tapi ini penyidik yang akan dalami," kata Argo.

 

4 dari 6 halaman

Akui Bunuh Korban dengan Linggis

Penyidik terus mendesak HS untuk mengakui perbuatannya. Akhirnya, HS tidak bisa mengelak setelah sejumlah barang bukti mengarah padanya.

" HS akhirnya mengakui yang membunuh," kata Argo.

Dia menjelaskan HS menghabisi nyawa dua korbannya Deparum Nainggolan dan Maya Ambarita menggunakan linggis. HS kemudian mencoba membuang barang bukti tersebut.

" Linggis dibuang HS di Kalimalang," kata Argo.

Sementara dua korban lainnya yang merupakan anak Deparum dan Maya, Sarah Nainggolan dan Arya Nainggolan, dibunuh HS dengan cara dibekap. " Sampai kehabisan napas," terang Argo.

 

5 dari 6 halaman

Pembunuhan Bermotif Dendam

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, menyatakan HS resmi ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan keluarga di Pondok Gede pagi tadi. Menurut Dedi, latar belakang peristiwa keji ini adalah dendam.

" Sementara ini motifnya dendam ya," kata Dedi.

Tetapi, Dedi belum bisa memberikan keterangan lebih jauh mengenai hasil pemeriksaan. Pihaknya tengah menunggu hasil uji laboratorium forensik untuk pencocokan darah yang ditemukan pada pakaian milik HS dengan darah di lokasi kejadian.

 

6 dari 6 halaman

Ditangkap Saat Hendak Mendaki Gunung

HS ditangkap di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat pada Rabu malam, 14 November 2018, sekitar pukul 20.00 WIB. Saat ditangkap, HS berniat hendak mendaki gunung.

" Dari pengakuan, yang bersangkutan ini mau naik gunung, bawa tas besar," ucap Argo.

Dari tas HS, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti kunci mobil korban yang diparkir di kontrakan pelaku di Cikarang Utara. Selain itu, uang Rp4 juta dan ponsel milik korban.

Pada tangan HS ditemukan luka yang telah diobati. HS sempat berobat ke klinik yang buka 24 jam di dekat kontrakannya di Cikarang.

" Yang bersangkutan pada jam 5 pagi berobat ke klinik Cikarang. Ditanya sama perawat katanya jatuh," kata dia.

Selain itu, polisi juga menggeledah kamar di kontrakan HS. Di sana, polisi menemukan sebuah celana panjang dengan bercak darah.

" Kita ambil buat sampel dan akan kita cocokkan. Kita tunggu hasil labfor, darah ada di mobil, di kos, dan TKP apakah sama," ucap Argo.

Sumber: Pojoksatu

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham