Pria Gali Makam Orang Tua Demi Motor

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 19 November 2019 08:11
Pria Gali Makam Orang Tua Demi Motor
Saat ditunggu, pengusaha itu....

Dream - Banyak orang melakukan apapun untuk mendapatkan uang. Bahkan, terkadang, cara-cara yang tak masuk akan pun dilakukan agar pundi-pundi uang didapat.

Seorang pria Mozambik ini salah satunya. Pria yang tak disebut namanya itu diamankan polisi karena menggali makam orang tua dan pamannya.

Dia bermaksud menjual tulang-tulang saudaranya itu agar dapat uang tunai dan hadiah.

Pria itu dilaporkan telah menggali kuburan orang tuanya dan mengambil tulang mereka dalam satu malam.

Tindakan ini dilatarbelakangi rayuan seorang pengusaha, yang berjanji untuk memberinya sepeda motor dan uang tunai senilai lebih dari US$300, setara Rp4,2 juta.

Diduga pengusaha itu terlibat dalam eksplorasi sumber daya mineral.

“ Bos mengatakan kepada saya untuk mencari tulang dari orang yang meninggal tanpa sakit. Sebagai gantinya, saya akan mendapatkan sepeda motor," pengakuan pelaku.

 

1 dari 7 halaman

Ilmu Hitam?

" Aku pergi ke pemakaman keluarga, menggali tulang-tulang dari kuburan ayahku, ibuku, dan pamanku," kata dia.

Usai merampok makam keluarga, dia kemudian melakukan perjalanan untuk menemui pengusaha itu. Tapi. pengusaha itu tidak datang. 

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan insiden itu merupakan kasus kelima di daerah itu tahun ini. Sebagian besar warga meyakini serangan ini terkait dengan sihir.

2 dari 7 halaman

Kuburan Nyentrik, Nisan Makamnya Mobil Audi Q5

Dream – Biasanya nisan atau patung dibangun di atas kuburan untuk menjadi penanda atau pengingat keluarga yang ingin berziarah. Kalaupun patung, tak jarang yang dipasang adalah patung berbentuk malaikat.

Tapi sebuah keluarga membuat penanda yang nyentrik bahkan bisa geleng kepala. Bukan patung atau nisa, keluarga dari penghuni kuburan itu menggunakan mobil sebagai penanda.

Dikutip dari Oddity Central, Sabtu 2 November 2019, mobil yang dipasang bukanlah mobil asli, melainkan replika mobil Audi Q5. Dekorasi ini ditanam di atas makam pria bernama Antonio. Selain mobil, ada juga patung perunggu yang menyerupai dirinya.

Tak puas dengan penanda tak lazim itu, kuburan itu juga dipasang berbagai replikasi aksesori-aksesori seperti jaket dan sepatu Monclaire, arloji Rolex senilai 42 ribu euro (Rp657,43 juta), gelang Versace, dan beberapa cincin emas di jemari tangan kanannya.

Di sebelah patung, ada sebuah replika perunggu tas Gucci, dua smartphone, dan sebungkus rokok.

3 dari 7 halaman

Bukan Sembarang Pria

Jika dilihat dari dekorasi yang dipajang untuk memperingati kematian, Antonio bukanlah sosok sembarangan. Di dunia kriminal, namanya “ kuat”. Pria berjuluk El Tonto ini merupakan pembajak truk yang terkenal dalam sejarah di Granada, Spanyol.

Pria itu telah ditangkap lebih dari 60 kali sepanjang bekerja sebagai pembajak truk. Antonio kedapatan melarikan truk barang, termasuk parfum dan komputer. Dia juga memelopori perdagangan ganja di Granada dan membuka supermarket berisi barang-barang curian.

 Antonio

Antonio meninggal dunia pada usia 46 tahun. Uniknya, dia tetap dikenang oleh masyarakat di kota asalnya, Pinos Puente, meskipun merupakan seorang penjahat. Dekorasi makam pun diletakkan untuk mengenannya.

Semula, keluarga memilik Ferrari California untuk ditempatkan di makam Antonio. Tapi, Audi Q5 dipilih karena itu adalah kendaraan yang digunakan untuk “ bekerja” semasa dia hidup.

4 dari 7 halaman

39 Tahun Ziarahi Nenek, Ternyata Salah Makam

Dream - Berziarah ke makam orangtua atau kakek nenek sudah menjadi kebiasaan masyarakat. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di sejumlah negara.

Demikian halnya dengan Marn Chuan Lee. Warga Singapura ini punya kebiasaan yang sudah dijalaninya selama 39 tahun, berziarah ke makam nenek.

Marn datang ke makam neneknya setiap tiga bulan sekali. Dia membersihkan dan merapikan, bahkan sampai memasang lampu taman di tempat neneknya dikuburkan di Pemakaman China Choa Chu Kang Singapura.

Selama ini, dia tidak tahu telah berziarah ke makam yang salah. Dia baru menyadari ketika menemukan boneka mainan, pensil warna, dan kalung tak dikenali saat makam itu digali pada Agustus lalu

Pria 50 tahun itu terkejut. Dia tidak pernah menyangka telah salah menziarahi makam selama ini.

" Saya pikir ini sudah gila. Rasanya seperti ada orang yang menculiknya dan kami tidak tahu di mana dia berada," kata Marn, dikutip dari Strait Times.

5 dari 7 halaman

Batu Nisan Tak Sejajar

Dia lalu melaporkan temuannya ke Badan Lingkungan Nasional (NEA). Pada 2 Oktober, badan itu menggali dua kuburan yang tidak diketahui pemiliknya, yang terletak bersebelahan dengan makam nenek Marn.

Hasil analisis NEA menyebutkan terdapat batu nisan yang terpasang tidak selaras. Hal itu menyebabkan batu nisan lainnya berdekatan sehingga ditandai secara salah.

Sementara kuburan yang letaknya berdekatan berisi barang-barang pria. Tidak ada satupun barang milik nenek Marn yang ditemukan.

Marn akhirnya berhasil menemukan makam neneknya pada 11 Oktober. Penemuan itu setelah NEA menggali lagi lima kuburan lainnya.

 

6 dari 7 halaman

Gara-gara Satu Makam Tak Bernisan

Juru bicara NEA mengatakan, pemakaman dilakukan suatu hari 39 tahun lalu. Salah satu keluarga tidak mendirikan batu nisan.

" Dan karena ketidaksejajaran, salah satu batu nisan berada di antara dua plot kuburan," kata juru bicara tersebut.

Hal ini berdampak pada sembilan makam lainnya. Juru bicara itu menambahkan, NEA telah melakukan verifikasi sisa-sisa yang terkubur kepada keluarga terdampak dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang timbul.

Kasus batu nisan ini merupakan masalah pertama kali yang dihadapi NEA dari 16.800 penggalian makam hingga 30 September 2019.

Marn mengaku stress menunggu NEA membantu menemukan jenazah neneknya. " Saya tidak bisa fokus kerja, makan atau tidur," kata Marn.

 

7 dari 7 halaman

Ada 8.500 Makam Tak Bertuan

Juru bicara NEA awalnya tidak bisa melanjutkan proses lebih jauh. Karena perlu menggali kuburan yang berdekatan dan memverifikasi isinya.

Tetapi, ada beberapa kuburan yang tidak diklaim. Pihaknya juga membuka kesempatan klaim hingga 30 September 2019.

Data NEA menyebutkan ada 8.500 makam yang tidak diketahui pemiliknya. Setiap jenazah yang terkubur dalam makam tak bertuan akan dikremasi dan disimpan selama tiga tahun sebelum akhirnya ditebarkan ke lautan.

Sejak itu, Marn kemudian mengkremasi jenazah neneknya. Tetapi dia mengaku takut menyimpan abunya di krematorium, khawatir akan tercampur lagi dengan jenazah lainnya.

Marn memang sangat dekat dengan neneknya. Bersama enam saudaranya, Marn diasuh oleh sang nenek hingga meninggal saat dia berusia 12 tahun.

Dia memilih menyimpan abu nenek di rumahnya, sembari menunggu waktu untuk menempatkannya di klenteng. " Saya baru saja mendapatkannya kembali, saya takut kehilangan dia lagi," ucap Marn.

(ism, Sumber: Strait Times)

Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting