Maksa Nyanyi Nada Tinggi Saat Karaoke, Paru-Paru Pria Ini Jebol

Reporter : Idho Rahaldi
Selasa, 13 Agustus 2019 14:12
Maksa Nyanyi Nada Tinggi Saat Karaoke, Paru-Paru Pria Ini Jebol
Ia mulai kesulitan bernapas setelah menyanyikan beberapa lagu dengan nada tinggi...

Dream - Benarlah kata pepatah: jangan berlebihan dalam segala hal. Bila tetap memaksa, pasti ujungnya tidak bakal baik, meskipun hanya sekadar urusan menyanyi. Karaoke.

Melepas penat dengan berkaraoke bersama teman-teman sebeenarnya tidak berbahaya. Kamu bisa bernyanyi, bercanda, hingga bergoyang, semaunya. 

Tidak peduli suara kamu pas-pasan. Yang penting senang. Jangan pernah memaksakan diri tampil seperti penyanyi aslinya. Apalagi meningkatkan nada hingga batas tertinggi. Karena bila memaksa bisa-bisa berujung celaka.

Simaklah kisah tragis dari China berikut ini. Seorang pria yang paru-parunya jebol saat karaoke bersama teman-temannya. Dia terlalu memaksakan diri menyanyi dengan nada tinggi.

Kalau sudah begitu, acara karaoke yang hanya untuk bersenang-senang akan berujung petaka.

1 dari 7 halaman

Sakit di Dada Kiri

Dikutip dari World Of Buzz, lelaki berusia 65 tahun bermarga Wang tiba-tiba merasakan sakit di dada kirinya ketika dia sedang asik bernyanyi.

“ Saya terbawa suasana dan mulai kesulitan bernafas setelah menyanyikan beberapa lagu dengan nada tinggi,” ujar Wang.

Dia mengabaikan rasa sakitnya, dan lanjut menyanyikan sepuluh lagu berturut-turut. 
Sesampainya di rumah, rasa sakit di dada kiri Wang semakin menjadi-jadi.

Dia kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat, sehari setelah kejadian dan diberi tahu bahwa paru-parunya telah kolaps.

Peng Bin-fei, dokter dari departemen gawat darurat di Rumah Sakit Nanchang mengatakan kepada PearVideo bahwa kondisi ini bisa sangat membahayakan nyawa.

“ Pasien mengalami penyempitan paru-paru akibat menyanyikan nada tinggi yang menyebabkan tekanan tinggi di paru-parunya,” kata dokter Peng Bin-fei.

2 dari 7 halaman

Jangan Lebay

Berdasarkan penjelasan Asosiasi Paru-Paru Amerika, kondisi yang bernama pneumotoraks terjadi ketika udara bocor ke ruang di antara paru-paru dan rongga pleura atau dinding dada

“ Udaranya tidak bisa keluar, sehingga menumpuk di ruang dan menghasilkan tekanan antara dinding dada dan paru-paru,” terang juru bicara Asosiasi Paru-Paru Amerika.

“ Ketika tekanan dan udaranya meningkat, kalian akan kesulitan bernapas karena paru-paru semakin ditekan.”

Beberapa kondisi kolaps paru-paru bisa sembuh dengan sendirinya, sementara lainnya harus dibantu tabung dada untuk mengeluarkan udara dari ruang sampai paru-paru mengembang seperti semula.

Peng Bin-fei menyarankan agar laki-laki, terutama yang sudah tua, untuk tidak karaoke lebih dari dua jam. Itu berarti lakukan sewajarnya saja, jangan terlalu berlebihan alias lebay.

3 dari 7 halaman

Mengapa Orang Sakit Tiba-tiba Jadi Terlihat Bugar Sebelum Meninggal?

Dream Sahabat Dream mungkin pernah melihat seseorang yang sebelumnya sakitparah terlihat segar bugar seolah sudah sembuh. Namun selang beberapa hari atau hitungan jam, ajal menjemputnya.

Kejadian tersebut memang terdengar aneh. Bahkan banyak yang sering cemas manakala orang terdekat mendadak sehat bugar padahal baru menjalani sakit yang parah.

Gejala kematian ternyata hal awam dalam dunia medis. Kalangan peneliti menyebiut fenomena itu sebagai terminal lucidity.

Istilah itu pertama kali dipopulerkan oleh ilmuwan dan ahli biologi Jerman bernama Michael Nahm.

4 dari 7 halaman

Seolah Sudah Sembuh dari Sakit

Terminal lucidity tidak sama dengan gejala kematian lainnya seperti terminal agitation, yang ditandai dengan mengigau, cemas, marah, atau penurunan kognitif.

Gejala kematian terminal lucidity ini tampak halus. Ketika seseorang akan meninggal, dia tiba-tiba tampak bugar, seolah sudah sembuh dari penyakitnya.

Yang sebelumnya tidak bisa berbicara atau beraktivitas, tiba-tiba bisa berbincang panjang lebar atau berjalan-jalan di sekitar rumah sakit.

Biasanya, keluarga akan menganggap 'kesembuhan' yang tiba-tiba itu sebagai sebuah mukjizat dari Tuhan.

5 dari 7 halaman

Masih Jarang Diteliti

Penelitian ilmiah tentang fenomena terminal lucidity ini relatif masih sangat sedikit.

Tetapi, meski baru diberi istilah pada tahun 2009 oleh Nahm, ada laporan bahwa terminal lucidity ini sudah ada dalam literatur medis sejak 250 tahun yang lalu.

Hingga saat ini, penelitian ilmiah masih belum menemukan jawaban yang pasti mengapa fenomena terminal lucidity ini bisa terjadi.

Namun penelitian terbaru menyebutkan bahwa terminal lucidity ini ditemukan pada individu dengan demensia, tumor otak, stroke, dan penyakit mental, seperti skizofrenia.

Sebelumnya orang-orang dengan kondisi ini dianggap tidak mungkin mengalami terminal lucidity. Namun ternyata mereka mengalaminya juga.

6 dari 7 halaman

Rata-rata Meninggal Dalam Satu Minggu

Sekelompok kecil peneliti saat ini sedang mempelajari terminal lucidity. Selain Nahm, Alexander Betthyany dari Wina juga berusaha untuk mengumpulkan data tentang fenomena ini.

Meski hasilnya belum definitif, Betthyany memiliki penemuan yang cukup menarik. Dari 227 pasien demensia, sekira 10 persen mengalami terminal lucidity.

Sementara dari tinjauan literaturnya, Nahm melaporkan bahwa sekitar 84 persen orang yang mengalami terminal lucidity akan meninggal dalam waktu seminggu. Sedangkan 42 persen lainnya meninggal pada hari yang sama.

Temuan ini menunjukkan bahwa kognisi atau kesadaran normal tetap terjadi meskipun otak pasien mengalami kerusakan parah pada detik-detik terakhir hidup mereka.

7 dari 7 halaman

Belum Ada Jawaban Ilmiah

Belum ada jawaban ilmiah yang logis untuk misteri medis ini. Tidak ada informasi yang cukup untuk mendalilkan mekanisme pasti bagaimana terminal lucidity terjadi.

Fenomena-fenomena aneh menjelang kematian seperti terminal lucidity, penampakan saat sakaratul maut, atau pengalaman mendekati kematian telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah pikiran adalah produk dari otak.

Mereka yang mengalami fenomena-fenomena tersebut umumnya meninggal dalam kondisi yang tenang dan damai. Sementara keluarga yang ditinggalkan merasa senang karena masih bisa menghabiskan hari-hari terakhir pasien dengan bahagia.

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri