Masjid Sentral Cologne, Berdiri Megah di Tengah Kecaman

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 11 September 2015 09:02
Masjid Sentral Cologne, Berdiri Megah di Tengah Kecaman
Di balik kemegahan dan keindahan arsitekturnya, masjid ini pernah menyimpan kisah ironis. Pembangunan Masjid Sentral Cologne ini dahulu ditentang oleh berbagai kelompok masyarakat kota Cologne.

Dream - Tahukah Anda? Ada sebuah masjid megah nan futuristik di negara yang dulu pernah dipimpin Adolf Hitler, Jerman. Adalah Cologne Central Mosque atau Masjid Sentral Cologne.

Sepintas, turis yang lewat di hadapannya mungkin tak akan mengira jika bangunan ini adalah sebuah masjid. Berbeda dari 'pakem' bentuk masjid pada umumnya, Masjid Sentral Cologne tak memiliki kubah.

Masjid ini dibangun dengan gaya arsitektur yang super modern, dalam balutan gaya Turki Usmaniyah dengan menara tinggi lancip. Nyaris seluruh bagian luarnya dilapisi dinding kaca.

Bentuk bangunan utamanya dibangun menyerupai sebuah bola dunia dengan dinding dari bahan transparan. Masjid ini pun begitu luas yakni 4.500 meter persegi dengan daya tampung ruang salat mencapai 2.000 hingga 4.000 jemaah. Tak heran masjid ini dinobatkan sebagai masjid terbesar di Jerman. 

Di balik kemegahan dan keindahan arsitekturnya, masjid ini pernah menyimpan kisah ironis. Pembangunan Masjid Sentral Cologne ini dahulu ditentang oleh berbagai kelompok Masyarakat kota Cologne. Termasuk di dalamnya seorang pengarang terkenal bernama Ralph Giordano, warga di sekitar lokasi, kelompok sayap kanan serta kelompok neo-Nazi yang ada di Jerman.

Bahkan Jrg Uckermann, sang wakil walikota pun berdiri bersama para penentang tersebut. Dalam penantian panjang, kontroversi tersebut berakhir ketika tanggal 28 Agustus 2008 hasil pemungutan suara di Dewan Kota Cologne memenangkan rencana pembangunan masjid ini. Pemungutan suara tersebut diikuti oleh semua fraksi yang ada di Dewan Kota kecuali Partai Demokratik Kristen.

Namun kini, seiring kebebasan prinsip-prinsip beragama yang kian mantap di Jerman, tak ada lagi kecaman. Masjid terbesar di Jerman ini pun sekarang dikelola oleh sebuah organisasi Islam Jerman dengan bantuan dana dari Kementerian Urusan Agama Pemerintah Turki, yang juga disokong oleh donasi dari 884 organisasi Islam Jerman serta donasi dari Gereja St. Theodore Cologne.

(Berbagai sumber)

 

Beri Komentar