Viral Mobil Dirusak Massa di Kemang, Ini Kronologinya

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 9 Januari 2020 12:07
Viral Mobil Dirusak Massa di Kemang, Ini Kronologinya
Pelaku telah diamankan di Mapolsek Mampang Prapatan.

Dream - Sebuah video yang menunjukkan massa tengah mengejar mobil di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, tengah viral. Setelah menghentikannya, massa ramai-ramai merusak mobil dengan menggunakan batu.

Kanit Reskrim Polsek Mampang Prapatan, Iptu Sigit Ari, mengatakan, perisitiwa itu bermula ketika pengendara mobil berinisial F diduga mencuri 15 sabun muka di sebuah minimarket di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan. Peristiwa itu terjadi pada Rabu 8 Januari 2020.

" Itu kejadiannya yang di Instagram itu di Jalan Pelita Abdul Majid kan diberhentikannya di situ sama driver ojol (ojek online) dan dipecahin segala macam," ujar Sigit, Kamis 9 Januari 2020.

Peristiwa itu bermula ketika karyawan minimarket mengetahui aksi pencurian yang dilakukan F. Karyawan itu berusaha mengejar pelaku dan meneriakinya maling.

" Penjaga Family Mart itu, penjaganya langsung mengejar dan langsung teriak maling," ucap dia.

Mendengar ada teriakan, massa langsung mengejar mobil pelaku hingga ke wilayah Cilandak. Sigit mengatakan, pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolsek Mampang Prapatan.

" Pelaku pengutilan ini sudah dibawa ke Polsek Mampang dan barbuknya," kata dia.

Sigit menerangkan, polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku guna mengetahui alasannya nekat mencuri 15 sabun muka di minimarket.

2 dari 6 halaman

Maling Kena Kibul, Motor Curian Dijual ke Pemilik Asli

Dream - Peristiwa pencurian tak selamanya seram dan mengerikan. Tanpa mengesampingkan rasa kesal si korban, ada juga beberapa cerita aksi para maling yang lucu dan mengundang gelak tawa.

Salah satunya seperti dialami seorang pemuda di Kota di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Pemuda itu menjual motor curian kepada seorang mahasiwa yang merupakan pemilik asli motor tersebut.

Melansir liputan6.com, diketahui bahwa pemuda itu bernama Rian. Ia masuk jebakan pemilik asli motor tersebut usai menjualnya di situs jejaring sosial Facebook.

" Rian kami amankan saat menunggu pemilik motor, yakni Andika di Jembatan Musi IV. Rian mengaku motor tersebut dibeli dari pencuri bernama Iyan yang juga rekannya," ujar Kapolsek Seberang Ulu II Palembang, Kompol Yenni Diarty, dilansir Liputan6.com.

3 dari 6 halaman

Terjebak Karena Iming-Iming Beli Velg

Kronologi tertangkapnya Rian bermula saat ia dan rekannya, Iyan, menjual motor hasil curiannya di laman facebook dengan akun bernama 'Kandang Black' milik Iyan.

Tanpa disadari ternyata motor itu dikenali oleh pemilik aslinya yakni Andika.

Andika yakin bahwa sepeda motor itu merupakan miliknya yang hilang lantaran ciri-ciri velg dan tabung shock belakang yang sangat ia kenal.

Mengetahui motor itu akan dijual si maling, Andika mulai merancang strategi untuk menjebaknya.

Andika berpura-pura ingin membeli bagian velg dari motor tersebut. Ia pun menghubungi Rian dan membuat janji bertemu untuk bertransaksi.

Sebelum itu, Andika melapor ke Polsek Seberangi Ulu II terlebih untuk menangkap Rian.

Tanpa banyak perlawanan, Rian akhirnya dibekuk polisi saat sedang menunggu Andika di atas Jembatan Musi IV Palembang.

Dari tangannya polisi mengamankan bukti satu unit sepeda motor Honda Vario 150 cc warna cokelat.

4 dari 6 halaman

Berhasil Menemukan Motornya

Menurut pengakuan Rian, ia mendapat sepeda motor itu dari rekannya Iyan dan berniat menjualnya kembali. Ia juga membantah terlibat kasus pencurian sepeda motor milik Andika.

Ia bertemu Andika dengan niat menjual Velg seharga Rp 500.000. Polisi sendiri masih mendalami keterangan Rian.

Sementara korban pencurian, Andika, menuturkan bahwa motornya tersebut hilang pada Minggu dini hari 20 Oktober 2019 saat parkir di depan rumah indekosnya di Jalan Ahmad Yani Lorong Arohim, Kecamatan Seberang Ulu II.

" Pukul 21.00 WIB saya ke minimarket dengan jalan kaki, ketika pulang motor masih ada lalu saya masuk ke kosan untuk main game sampai tertidur, kemudian saat saya bangun pukul 07.00 WIB motor sudah tidak ada lagi," jelas Andika yang merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Palembang.

Andika merasa beruntung karena bisa menemukan motornya kembali lewat Facebook, sementara otak pelaku pencurian, Iyan, saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

5 dari 6 halaman

Kunci Setang ke Kanan Persulit Pencuri, Benarkah?

Dream – Pencurian kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor masih marak terjadi. Selain di lokasi yang sepi, tak sedikit si panjang tangan nekat melancarkan aksinya di tempat yang ramai.

Aksi pencurian acapkali terjadi dalam hitungan menit walaupun pabrikan sudah menyematkan sistem keamanan di sepeda motor.

Belakangan juga beredar informasi di media sosial tentang penguncian setang menghadap ke kanan lebih aman daripada ke kiri. Benarkah?

Dikutip dari Liputan6.com, Senin 21 Oktober 2019, Technical Division PT AHM, Endro Sutarno membenarkan hal tersebut. Endro menilai setang motor yang menghadap kanan lebih menyulitkan pencuri saat hendak melakukan aksi pencurian.

" Itu memang dari dulu sudah bisa kunci ke kanan dan kiri. Memang prinsipnya kunci setang mau ke kanan atau ke kiri bebas saja, cuma kalau susah dibobol itu memang menghadap kanan. Begitu setang motor miring ke kanan, setang akan berada di atas lubang kunci," kata dia di Jakarta.

6 dari 6 halaman

Menyulitkan Pencuri

Endro mengatakan posisi kunci motor bebek dan skutik yang berada di bawah setang akan mempersulit pencuri saat mencungkil kunci kontak kendaraan. Posisi ini akan menekan ruang gerak mereka untuk menggondol roda dua incaran.

“ Untuk kunci yang di atas sebenarnya tidak berpengaruh, cuma memang untuk motor matik atau cab (bebek), itu, kan, di bawah setang. Saat dikunci posisi ke kanan, (posisi ini) menutup keleluasaan orang untuk mencungkil bagian kunci. Lebih kepada ruang geraknya saja,” kata dia.

Waktu yang dibutuhkan untuk merusak kunci kontak lebih lama. Inilah yang membuat posisi setang ke kanan cukup berpengaruh terhadap sistem keamanan motor.

Beri Komentar