Merasa Tak Ada yang Melihat, Wanita Ini Comot Masker di Jemuran

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 20 Mei 2020 12:33
Merasa Tak Ada yang Melihat, Wanita Ini Comot Masker di Jemuran
Wanita ini dengan santai mengambil masker kain milik orang.

Dream - Pandemi virus corona yang sedang melanda seluruh dunia mengharuskan tiap negara memberlakukan protokol kesehatan. Anjuran dalam protokol tersebut antara lain mencuci tangan dengan sabun, social distancing dan mengenakan masker ketika keluar rumah.

Sebanyak 121 negara yang memiliki kasus corona mewajibkan masyarakatnya untuk menggunakan masker ketika keluar rumah. Imbauan ini menjadikan harga masker melambung tinggi karena banyaknya permintaan akan masker.

Namun terjadinya pandemi tidak seharusnya menghilangkan norma yang kita anut di lingkungan masyarakat bukan?

Baru-baru ini beredar sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook All Singapore Stuff. Dalam video tersebut terlihat seorang wanita yang tengah mencuri masker mulut di atas jemuran pada siang hari bolong.

 

1 dari 5 halaman

Dalam rekaman CCTV tersebut, wanita asal Singapura terlihat sedang berjalan di sepanjang koridor lantai dasar Jalan Bahar, Singapur sambil menenteng plastik belanjaan.

Wanita tersebut melihat masker mulut yang bisa digunakan kembali tergantung dari tempat pengeringan di luar unit apartemen. Semua dia berjalan melewati jemuran tersebut namun tiba-tiba berbalik arah.

Sambil celingukan, wanita itu langsung mengambil masker yang berada di gantungan pengering dan dengan cepat berjalan pergi.

Ketika pemilik unit menemukan video CCTV tesebut, mereka memutuskan untuk tidak mengusut masalah ini dan berkata, " Oke, seperti kata pepatah orang tua, biarkan saja lah! Dasar pelit!"

 

2 dari 5 halaman

Postingan video aslinya telah dihapus di pengunggah namun banyak netizen yang telah membagikan video tersebut. Menurut informasi, video pencurian masker tersebut terjadi pada 15 Mei 2020.

Banyak netizen terkejut dengan tindakan wanita itu. Mereka mempermasalahkan mengapa harus mencuri masker yang telah dipakai oleh orang lain.

Sebagai upaya penghentian penyebaran virus Covid-19, pemerintah Singapura sendiri telah membagikan masker kain yang dapat dicuci untuk warganya selama masa karantina wilayah.

(Sumber: World of Buzz)

3 dari 5 halaman

Viral Foto Kucing Kampung Jaga Jarak Seperti Seharusnya Dilakukan Manusia

Dream - Di tengah masyarakat yang mulai mengabaikan ketentuan jaga jarak, laman media sosial ramai dengan unggahan foto beberapa kucing di sebuah pasar yang duduk manis di lingkaran dengan jarak berjauhan. 

Kicauan Twitter viral itu memperlihatkan kucing-kucing duduk manis dan teratur di atas tanda lingkaran yang seharusnya digunakan warga untuk menjaga jarak selama berbelanja di pasar di Filipina.

Kucing pun ikut menjaga jarak di tengah pandemi Covid-19.© Twitter The Philippine Star

Foto-foto tersebut diambil akhir pekan lalu di depan sebuah toko di Barangay Holy Spirit, Kota Quezon, Filipina, dan menjadi viral setelah dibagikan surat kabar The Philippine Star minggu ini.

4 dari 5 halaman

Tingkah Kucing Liar Bikin Bingung

Para pemilik kucing di Filipina mengaku cukup terkejut dengan tingkah aneh yang diperlihatkan kucing-kucing di pasar tersebut.

Kucing duduk di pembatas untuk menjaga jarak saat belanja di pasar.© Twitter The Philippine Star

Menurut mereka, hanya kucing-kucing yang dipelihara di rumah yang bisa bertingkah seperti itu karena hewan lucu itu memang dilatih untuk melakukannya.

Namun yang ada di foto yang dibagikan di Twitter itu adalah kucing-kucing liar yang hidup di jalanan dan tidak pernah mendapat latihan khusus.

Tingkah para kucing liar yang duduk di atas tanda lingkaran yang digunakan warga untuk menjaga jarak saat berbelanja itu menimbulkan pertanyaan netizen.

5 dari 5 halaman

Bertingkah Aneh Untuk Bertahan Hidup

Beberapa ahli memiliki teori. Tetapi kucing-kucing di pasar itu pada dasarnya didorong oleh kebutuhan untuk bertahan hidup.

Hal ini diungkapkan oleh Mieshelle Nagelschneider, ahli perilaku kucing di The Cat Behavior Clinic. Nagelschneider adalah pakar terkemuka tentang kucing dan menulis buku The Cat Whisperer.

" Hanya ada satu alasan dan alasan itu adalah untuk bertahan hidup,' kata Nagelschneider.

Beri Komentar