Merinding, Video Viral Suara Orang Ngaji Terdengar dari Masjid Kosong

Reporter : Sugiono
Selasa, 21 April 2020 13:47
Merinding, Video Viral Suara Orang Ngaji Terdengar dari Masjid Kosong
Masjid itu kosong selama tiga minggu selama diberlakukan lockdown

Dream - Wabah Covid-19 telah membuat kehidupan masyarakat berubah setelah diberlakukan lockdown atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Semua aktivitas keseharian masyarakat sekarang lebih banyak dilakukan dari rumah. Termasuk kegiatan ibadah sholat berjemaah di masjid atau surau.

Akibatnya, masjid-masjid banyak yang ditutup. Rumah Allah yang biasanya ramai oleh para jemaah kini terlihat kosong sebagai bagian dari ikhtiar untuk mengurangi penyebaran virus tersebut.

Penutupan masjid ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di negara-negara mayoritas muslim seperti Yordania juga melakukan tindakan pencegahan yang sama.

1 dari 7 halaman

Masjid Kosong Selama Tiga Minggu

Baru-baru ini sebuah video yang diunggah di Instagram memperlihatkan suasana sebuah masjid di Yordania yang terlihat kosong.

Menurut postingan akun @berbagisemangat itu, masjid tersebut dilaporkan sudah kosong selama tiga minggu akibat pandemi Covid-19.

Namun sebuah kejadian misterius terjadi di masjid yang tak disebutkan namanya itu pada hari Kamis pekan lalu.

Pada malam Jumat tersebut, terdengar suara orang-orang seperti sedang mengaji di dalam masjid.

2 dari 7 halaman

Mendengar Orang Mengaji di Dalam Masjid

Padahal, semua pintu dan jendela masjid tersebut terkunci dan tidak ada satu pun orang di dalamnya.

Rupanya, ada beberapa warga yang rumahnya di sekitar masjid mendengar suara orang mengaji dari dalam masjid tersebut.

Tetapi, ketika mereka datang dan melihat kondisi di dalam masjid melalui jendela, ternyata tidak ada jemaah yang sedang mengaji.

Salah seorang warga berinisiatif mengetuk pintu masjid. Namun tidak ada jawaban dari dalam. Sementara suara orang mengaji terus terdengar.

3 dari 7 halaman

Memanjatkan Doa sambil Menangis

Akhirnya, warga yang menggedor pintu masjid itu memanjatkan doanya. Sambil menangis, dia berdoa agar wabah Covid-19 ini cepat berlalu.

Dia juga memohon agar wabah Covid-19 ini segera ditemukan obatnya. Mendengar doa dan tangisan bapak tersebut, membuat netizen merinding dan meneteskan air mata.

Di akhir postingannya, akun @berbagisemangat bertanya kepada netizen, mungkinkah suara orang mengaji itu hanyal rekaman murotall ataukah ada makhluk Allah lainnya yang sedang membaca Alquran di dalam masjid.

" Semogga Allah menjadikan kita orang-orang yang bertaubat," tulis akun @berbagisemangat.

Sumber: Instagram

4 dari 7 halaman

Lihat Videonya

Video yang diunggah di Instagram memperlihatkan suasana masjid yang kosong selama tiga minggu di Yordania. Tapi pada malam Jumat pekan lalu, warga dikejutkan dengan suara orang mengaji dari dalam masjid meski saat diperiksa di dalam keadaannya sepi dan kosong.

      View this post on Instagram

A post shared by BERBAGI SEMANGAT (@berbagisemangat) on

5 dari 7 halaman

Video Tenaga Medis Tetap Sholat Pakai APD di Sela Tangani Pasien Covid-19

Dream - Para tenaga medis yang menangani pasien positif virus corona dituntut untuk menyesuaikan diri dalam segala kondisi. Terutama mengenai waktu ibadah.

Di lain pihak, tenaga medis Muslim juga memiliki kewajiban sholat lima waktu. Sementara mereka diharuskan memakai Alat Pelindung Diri (APD) selama bekerja dan hanya bisa dikenakan satu kali.

Kondisi tersebut tidak menghalangi tim medis Muslim untuk melaksanakan kewajibannya. Mereka tetap menunaikan sholat dalam kondisi tetap mengenakan APD.

Akun Facebook milik Ida Sulaiman menggunggah video seorang tenaga medis di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto, Jawa Timur sedang menunaikan sholat. Tenaga medis tersebut sholat dalam keadaan duduk dan tetap mengenakan APD lengkap.

" Tetap semangat kawan-kawanku, tetap menjadi pelayan masyarakat, semoga Covid-19 segera berlalu. Amin,” kata Ida dalam captionnya, dikutip dari NU Online.

Ida sendiri merupakan salah satu tenaga medis di rumah sakit tersebut. Dia mengatakan rekannya yang sedang sholat tersebut bekerja di ruang isolasi pasien Covid-19.

Video berdurasi 13 detik itu diunggah pada Selasa, 7 April 202 pukul 06.57 WIB. Video tersebut menunjukkan gerakan sholat tenaga medis itu mengikuti tata cara sholat untuk orang yang berada dalam kendaraan atau berhalangan (uzur) untuk beribadah secara normal.

6 dari 7 halaman

Tenaga Medis Wajib Sholat

Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) telah membuat kajian terkait tata cara sholat tenaga medis yang menangani pasien Covid-19. Lembaga pengkaji dan pembuat fatwa NU itu menyatakan tenaga kesehatan tetap wajib sholat meski tanpa bersuci, yaitu berwudhu dan bertayamum.

Pandangan tersebut didasarkan pada hadis Imam Bukhari yang meriwayatkan sholat Rasulullah dalam keadaan berhadas (tidak suci).

" Dari 'Aisyah RA bahwa dia meminjam sebuah kalung dari Asma', lalu kalung itu hilang. Maka Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk mencarinya, kemudian waktu sholat tiba, dan akhirnya mereka sholat tanpa berwudhu."

Dalam keadaan darurat, petugas medis yang menggunakan APD dapat menjalankan shoat meskipun dalam keadaan tidak suci. Karena mereka tidak dapat berwudhu atau tayamum, tidak bisa sujud, badan atau pakaian terkena najis, dan lain-lain.

Tenaga kesehatan dapat melaksanakan semampunya untuk menghormati waktu shalat (li hurmatil waqti). Tetapi, sholat tanpa berwudhu dan bertayamum memiliki konsekuensi hukum yang diperselisihkan ulama.

 

7 dari 7 halaman

Harus Mengulang Sholat Atau Tidak?

Sebagian ulama mewajibkan mereka untuk mengulang sholatnya di lain waktu. Tetapi sebagian lainnya menyatakan mereka tidak wajib mengulang

Kewajiban mengulang shalat itu diperoleh dari keterangan mazhab Syafi'i. Dasarnya adalah pada kesementaraan kesibukan yang dialami oleh dokter dan tenaga medis pasien Covid-19 yang hanya terjadi pada saat wabah dan tidak dijadikan kebiasaan.

Dengan logika demikian, kewajiban mengulang sholat yang dilaksanakan secara tidak sempurna pada waktunya tetap berlaku. Terkait hal ini, LBM PBNU mengambil kutipan ini dari kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhazzab karya Imam An Nawawi dan Kitab Hasyiyatul Baijuri karya Ibrahim Al-Baijuri.

Adapun ketiadaan kewajiban mengulang sholat didapat masih dari pandangan mazhab Syafi’i yang diperoleh dari dua karya Imam An Nawawi, yaitu Kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhazzab dan Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj.

Atas dasar pertimbangan kedua ini, maka tenaga medis yang memakai alat pelindung diri (APD) dapat juga memilih pendapat yang menyatakan kewajiban sholat seketika itu sesuai keadaannya tanpa harus mengulangnya di lain waktu.

Beri Komentar