Miliarder Boyong 2.500 Pegawai Liburan ke Eropa

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 11 Mei 2016 15:28
Miliarder Boyong 2.500 Pegawai Liburan ke Eropa
Ini bukan yang pertama. Tahun lalu dia mengaja 6.400 pegawai berliburan ke Perancis.

Dream - Banyak cara dilakukan seorang bos agar pegawainya bisa betah bekerja. Salah satunya adalah mengajak mereka liburan bersama. Namun bos yang satu ini melakukan lebih dari itu.

Dialah Li Jinyuan, miliarder pemilik perusahaan Tiens Group. Li mengajak 2.500 pegawainya diajak liburan. Bukannya ke destinasi wisata Tiongkok, Li mengajak ribuan pegawainya itu tamasya ke Spanyol.

Untuk memberangkatkan 2.500 pegawainya, Li sampau harus mengeluaran uang 5,5 juta pound sterling atau sekitar Rp 105,54 miliar. Li setidaknya harus menyewa 20 pesawat serta empat rangkaia kereta cepat.

Untuk urusan tidur, Li sampai menyewa 1.500 kamar hotel.

Selama liburan, para pegawai diajak berkeliling ke Madrid dan Barcelona. Mereka juga diajak menonton arena adu bateng serta dijamu dengan tarian flamenco.

Meski terbilang luar biasa, kebaikan hati orang terkaya ke-33 China bukanlah yang pertama dilakukannya. Tahun lalu dia membawa 6.400 pegawainya liburan ke Perancis dan tercatat sebagai tur wisata terbesar.

Mereka menyewa 140 hotel dan 4.700 kamar di Cannes dan Monako.

Namun semua itu terasa hambar saat 12.700 pegawai dari Infinitus China diajak liburan ke Thailand.

1 dari 1 halaman

Tahun Lalu 6.400 Pegawai Liburan ke Perancis

Dream - Seorang miliarder memberikan hadiah kejutan untuk merayakan ulang tahun perusahaannya yang ke-20. Mengajak 6.400 orang, Li Jinyuan merayakan hari jadinya itu di Perancis.

Tak pelak aksinya ini langsung menyita perhatian publik. Apalagi Li Jinyuan berambisi menciptakan rekor dunia rantai manusia terpanjang.

Mengutip laman metro.co.uk, Senin, 11 Mei 2015, Li Jinyuan harus menyewa setidaknya 84 pesawat, 140 hotel di Paris, dan 4.760 kamar di 79 hotel ternama di Cannes dan Monako.

Untuk mengangkut ribuan pegawainya, Li juga harus menyiapkan 147 unit bus.

Aksi Li juga membuat sebuah departemen store mewah, Galeries Layayette harus menutup bisnisnya untuk masyarakat umum.

Para pegawa in bekerja untuk perusahaan Tiens dan merayakan 20 tahun ulang tahun serta kerjasamanya dengan wilayah Perancis.

Para direktur Tiens dilaporkan menghabiskan waktu senggang di sebuah hotel mewah. Sementara pegawainya mendapatkan hotel bintang 3 sampai empat.

Di Paris, perusahaan bahkan mem-booking kunjungan khusus di Musium Louvre sebelum melanjutkan perjalanan ke Nice.

" Kami memobilisasi petugas mulai dari profesional wisata, hotel, restoran, pusat belanja, dan merek desainer," ujar Mantel.

Aksi gila ini muncul setelah boos Tien, li Jinyuan ingin merayakan 20 tahun bisnisnya dengan cara berbeda. Tien sendiri bergerak di bidang pariwisata, perdagangan, dan kosmetik.

Mantel mengaku otoritas Perancis telah bekerja keras untuk menyipkan daftar tujuan wisata Tien. Semula, London dan Roma masuk dalam rencana mereka.

Diantara pengunjung China, tampa juga investor dari Rusia dan Kenya.

Beri Komentar