Miris! Balita Tertular Corona Usai 10 Menit Main Selimut di Penitipan Anak

Reporter : Sugiono
Minggu, 21 Juni 2020 10:01
Miris! Balita Tertular Corona Usai 10 Menit Main Selimut di Penitipan Anak
Selimut itu milik murid ibunya yang jadi guru penitipan anak.

Dream - Kasihan. Hanya itu yang bisa diungkapkan ketika balita dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 setelah bermain selimut milik temannya selama 10 menit.

Bocah berusia dua tahun dari China itu diduga tertular virus corona setelah ibunya, seorang guru sekolah penitipan anak, membawa anak itu ke ruang kelasnya pada 11 Juni 2020.

Anak itu kemudian menghabiskan 10 menit bermain selimut milik seorang murid perempuan berusia enam tahun, yang belakangan diketahui positif sehari sebelumnya.

Komisi Kesehatan Provinsi Hebei mengatakan bocah itu dites positif pada 15 Juni setelah menunjukkan gejala, seperti demam ringan.

1 dari 6 halaman

Para pejabat mengatakan murid perempuan di tempat penitipan anak itu termasuk salah satu dari empat anggota keluarga yang dites positif pada 14 Juni lalu.

Murid perempuan itu, bersama dengan ibunya, terinfeksi oleh ayah dan neneknya, yang keduanya bekerja sebagai pedagang di pasar Xinfadi di Distrik Fengtai, Beijing.

Peristiwa ini terjadi di tengah munculnya gelombang wabah baru Covid-19 di Beijing. Sebelumnya, seorang bocah lelaki berusia dua tahun dari Anxin di Provinsi Hebei, menjadi salah satu dari 10 kasus baru Covid-19 di China.

2 dari 6 halaman

Empat anak berusia dua hingga 10 tahun serta enam orang dewasa telah terinfeksi virus corona. Kasus mereka dikaitkan dengan pembukaan pasar grosir pertanian Xinfadi di Beijing.

Semua kecuali satu dari 10 kasus baru itu berasal dari Anxin, yang berjarak sekitar 90 mil dari Beijing.

Setelah dilakukan tracing, seluruh kasus baru Covid-19 berasal dari pasar Xinfadi dan pasar seafood Yuquan Timur.

3 dari 6 halaman

Pasar grosir Xinfadi memasok 70 persen kebutuhan hasil pertanian segar warga Beijing. Pasar ini 10 kali lebih besar dari pasar seafood Huanan di Wuhan yang dituding sebaga awal merebaknya virus corona pada akhir Desember 2019 lalu.

Sementara itu, dinas kesehatan Beijing melaporkan terjadi 158 kasus baru Covid-19 hanya dalam sepekan sejak ayah seorang murid sekolah dasar dites positif pada 11 Juni lalu.

Orang tanpa gejala terus ditemukan hampir setiap hari di China. Tetapi otoritas kesehatan China tidak memasukkan mereka yang tidak memiliki gejala ini sebagai bagian dari kasus baru Covid-19.

Sumber: Mirror Online

4 dari 6 halaman

Koma dan Pembengkakan Otak, Bocah 7 Tahun Meninggal Akibat Covid-19

Dream - Seorang gadis malang berusia tujuh tahun di Amerika Serikat meninggal dunia akibat infeksi virus Covid-19. Gadis itu sempat mengalami koma dan mengalami pembengkakan di bagian otak.

Aurea Morales, nama gadis cilik itu meninggal dunia di Durham, Carolina Utara, Amerika Serikat pada Senin, 1 Juni 2020. Dia menjadi korban anak-anak pertama yang meninggal akibat virus Covid-19 di daerah tersebut.

Keadaan kesehatan anggota keluarga lain juga tidak berbeda jauh. Ibu, ayah, dan adik perempuannya sedang dirawat di Rumah Sakit Universitas North Carolina pada bulan lalu setelah ketiganya kondisinya semakin memburuk. Kabar terbaru kondisi keluarga Aurea masih belum diketahui.

Dilansir dari Mirro.co.uk, halaman GoFundMe yang dibuat untuk membantu keluarga Aurea mengatakan, " Dengan hati sedih saya memberitahu bahwa Aurea meninggal dunia kemarin, 1 Juni 2020. Hati kami ikut dengan meninggalnya salah satu keluarga Soto dimasa yang sulit ini dan kami berdoa mereka tetap kuat serta menemukan kedamaian.

5 dari 6 halaman

Sebelumnya, Aurea diketahui dirawat di Rumah Sakit UNC sebagai pasien Covid-19. Infeksi yang dideritanya menyebabkan tubuhnya mengalami pembengkakan otak dan membuatnya koma.

" Ayah, Ibu, dan saudara perempuannya juga tertular virus Covid-19. Kami meminta Anda membantu keluarga ini dimasa yang sulit ini," tulis deskripsi di lama GoFundMe yang dibuat oleh guru-guru Aurea.

Salah satu guru Aurea, Carmen Hatcock menulis, " Saya tidak tahu harus berkata apa. Hati saya benar-benar hancur. Seorang murid di sekolah saya meninggal dunia. Dia duduk di bangku kelas dua. Dia pernah menjadi anak didik saya. Saya senang mengenal Aurea, ia gadis yang manis, baik hati, lucu, dan suka menolong."

6 dari 6 halaman

Salah seorang guru di taman kanak-kanak Aurea yang sempat menjadi gurunya pun terkejut mendengar berita kematian salah satu muridnya.

" Saya masih terpukul dan mencpba untuk mencerna kabar tersebut. Dia begitu bersemangat dan selalu bergembira di kelas. Gambar ini adalah foto dirinya yang diambil pada minggu ketika saya mengajar," tutur Michelle Duke.

Carolina Utara diketahui memiliki 31.000 kasus Covid-19 dengan lebih dari 900 kematian. Penyakit ini secara umum lebih berbahaya bagi penderita di usia lanjut, tetapi para ilmuwan khawatir penyakit tersebut juga dapat menyebabkan reaksi peradangan yang mematikan pada anak-anak.

(Sah, Sumber: Metro.co.uk)

Beri Komentar