Korban Banjir Minta Bantuan Lewat TikTok, Netizen Sibuk Berdebat

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 9 November 2021 07:47
Korban Banjir Minta Bantuan Lewat TikTok, Netizen Sibuk Berdebat
Unggahannya membuat banyak netizen berkomentar soal media sosial yang banyak membantu orang saat butuh pertolongan.

Dream - Media sosial sudah banyak digunakan masyarakat untuk segala keperluan, selain menjadi tempat eksis. Mungkina sahabat Dream pernah melihat unggahan seorang netizen yang mengajak berdonasi untuk seseorang yang tengah membutuhkan pertolongan. 

Belakangan laman media sosial juga sedang ramai oleh unggahan video seorang warga yang meminta bantuan untuk evakuasi.  Netizen tersebut merupakan warga korban banjir yang menggunakan aplikasi TikTok untuk mencari bantuan.

Namun keputusannya meminta bantuan tersebut malah ditanggapi komentar yang tak berempati dari warganet lain. Komentar tersebut memicu saling debat di antara para netizen.

Unggahan korban banjir itu diposting kembali pemiliki akun Twitter @AREJULID yang membagikan tangkapan layar akun TikTok korban banjir tersebut.

" Orang lagi minta tolong malah dikata-katain ckckckck. Miris gak ada empatinya sama sekali," tulis pengelola akun tersebut, dikutip Selasa, 8 November 2021.

 

1 dari 3 halaman

Perempuan Mengaku Korban Banjir

Dalam tangkapan layar itu, si pemilik akun Twitter membagikan unggahan seorang perempuan korban banjir meminta bantuan warganet melalui TikTok. Ia meminta tolong untuk dibantu menghubungi tim SAR agar keluarganya bisa segera dievakuasi ke tempat aman.

Perempuan tersebut mengaku sebagai warga korban banjir di Limboto Barat, Gorontalo. Menurut pengakuannya, banjir di rumahnya sudah mencapai tinggi lutut orang dewasa.

Ketinggian air yang terus naik membuat perempuan tersebut semakin panik. Rupanya di dalam rumah terdapat orang tua yang sudah tidak bisa jalan sehingga membutuhkan bantuan evakuasi.

" Saya minta tolong siapa saja yang bisa hubungi Tim SAR. Saya di Limboto Barat. Saya ada orang tua tidak bisa jalan. Saya minta tolong, saya minta bantuan. Ini air sudah mau selutut. Saya tidak ada bantuan, saya minta tolong," tulis pengguna TikTok tersebut.

 

2 dari 3 halaman

Malah Dinyinyiri

Dari sekian banyak netizen, video korban banjir tersebut mendapat komentar yang dnilai tak tepat. Akun @proas****ha**al menyarankan perempuan tersebut menggunakan kuota internetnya untuk menghubungi langsung tim penolong.

" Gini mbak, lu kan ada kuota tuh. Nah di dunia ini ada namanya Google. Nah, Google itu bisa search nomor Tim SAR, bukannya viewers atau rasa iba orang pakai post TikTok," tulis akun tersebut.

 

 

3 dari 3 halaman

Ramai Komentar Netizen

Komentar warganet tersebut membuat banyak netizen saling berdebat. Sebagian besar menilai cara akun tersebut memberikan solusi tak menunjukan empati kepada korban banjir.

" Kenapa beberapa orang suka tanya di base, Twitter, TikTok, atau sosmed lainnya padahal ada Google? Iya, mereka tahu kok ada di Google. Tapi bisa jadi mereka nggak yakin sama jawabannya bener atau salah, bisa juga sudah nyerah, bisa aja pengen tahu jawaban dari pengalaman orang lain," komentar warganet.

Ada pula netizen yang mencoba berempati dengan menyebut pengunggah terpaksa membuat pengumuman ke media sosial karena sudah dilanda kepanikan.  

" Apaan sih, dalam keadaan urgent kayak gitu mungkin mbaknya sudah terlalu panik, dan gak tahu hubungin ke mana, kalau gak bisa berkata baik, mending lu diem dah," tegur warganet.

" Kita tuh biasain dari sekarang kalau ada yang gak tahu jangan dijawab 'Masa gitu aja gak tahu atau gak ngerti'. Orang nanya dijawab 'Google lah'. Tiap orang punya tingkat pemahaman yang beda, ada yang nge-Google cepat tanggap, ada yang baca langsung ngerti, tapi banyak juga yang sebaliknya dan butuh penjelasan yang lebih simple," jelas warganet.

Ada juga warganet yang menceritakan pengalamannya ketika menjadi korban bencana alam. Dia mengaku kesulitan menghubungi tim penolong dan meminta bantuan warganet di media sosial.

" Ini bener banget sih, aku awal tahun lalu keluarga kena banjir persis begini di Jakarta. Sudah coba telepon Basarnas cuma bilang sabar-sabar. Alhasil gak ada pertolongan jadi satu-satunya cuma minta sosial media aja," curhat warganet.

" Karena sering nya kalau up di sosmed gitu malah lebih cepet dapet bantuan. Ya wajar sih kalau akhirnya si mba pilih jalur sosmed," bela warganet.