Misteri Kerangka Berciuman 2.800 Tahun, Simbol Cinta Sejati?

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 6 Desember 2017 11:27
Misteri Kerangka Berciuman 2.800 Tahun, Simbol Cinta Sejati?
Situs ini pernah dihuni manusia sejak 600 SM hingga 300 Masehi.

Dream - Para peneliti mengungkap temuan unik di Teppe Hasanlu, situs arkeologi kota kuno yang terletak di barat laut Iran. Situs ini pernah dihuni manusia sejak 600 SM hingga 300 Masehi.

Situs arkeologi ini ditemukan pada 1956 dan terus digali selama sepuluh musim hingga 1974 oleh tim peneliti dari Penn Museum, University of Pennsylvania dan Metropolitan Museum.

Dikutip dari Viral4Real, salah satu peninggalan paling unik dan diselimuti misteri di Teppe Hasanlu ialah sepasang kerangka dengan pose yang tak biasa. 

Mereka terlihat saling berpelukan dengan wajah saling menatap. Pasangan kerangka yang kemudian diberi nama Hasanlu Lovers itu seakan akan sedang berciuman.

Ditemukan di tempat pembuangan sampah yang tertutup lumpur saat dilakukan penggalian pada tahun 1972, pasangan kerangka unik ditaksir seumur dengan hancurnya Hasanlu.

Pose yang tidak biasa dari dua kerangka itu memunculkan banyak spekulasi tentang identitas dan hubungan mereka. Ada yang menyebut bahwa mereka adalah simbol cinta abadi.

...

1 dari 2 halaman

Julukan itu Muncul dari...

Dream - Karena itu sebagian orang menyebut mereka dengan sebutan yang cukup fantastis, yaitu The 2800 Years Old Kiss. Dari posenya yang aneh itu, sepasang kerangka itu memang mengundang banyak tanda tanya.

Kerangka di sebelah kiri tampak mengulurkan tangan kanannya untuk menyentuh wajah kerangka di sebelah kanan.

Mereka saling berpelukan. Anehnya, tidak ada benda yang ditemukan bersama mereka kecuali sebuah lempengan batu yang berada di bawah kepala mereka.

Kedua kerangka itu memiliki ciri berupa trauma pada tubuh mereka yang tercipta pada atau sekitar waktu kematian mereka.

Bagaimana keduanya bisa berada di tempat sampah tidak diketahui. Tapi kemungkinan mereka bersembunyi ketika terjadi penghancuran Teppe Hasanlu.

Meskipun cerita mereka tetap terkubur selamanya, namun satu hal yang pasti: mereka saling mencintai dan bahkan kematian pun tidak bisa memisahkan mereka.

....

2 dari 2 halaman

Ditemukan! `Semut Neraka`, Hewan Mengerikan Zaman Prasejarah

Dream - Peneliti baru saja menemukan spesies semut dari zaman prasejarah. Semut kuno yang masuk kategori `semut neraka` ini memiliki anatomi tubuh yang sangat mengerikan.

Semut bernama latin Linguamyrmex vladi yang telah punah ini berasal dari Periode Kapur. Dinamakan semut vladi atau drakula, karena cara makannya tidak seperti semut semut modern.

Alih-alih memiliki mulut seperti semut pada umumnya, vladi mengandalkan bilah seperti pedang yang menghadap ke atas pada bagian rahang bawah (mandibula).

Tidak ada jenis semut lainnya yang memiliki anatomi mulut seperti vladi. Meski demikian, vladi memiliki rambut halus pada bagian mulutnya seperti pada semut pada umumnya.

Rambut halus itu fungsinya juga sama. Membantu rahang semut bergerak cepat saat mengunci mangsanya.

Selain bilah pedang yang mengerikan itu, vladi juga punya tambahan semacam tanduk di bagian mulutnya.

Anatomi vladi yang demikian menakutkan itu diungkap oleh Phillip Barden, seorang peneliti di New Jersey Institute of Technology di Newark, Amerika Serikat.

Barden dan rekan-rekannya menemukan seekor semut vladi yang terperangkap di dalam batu ambar yang diperkirakan berusia 98 juta tahun lalu.

Kehebatan vladi tidak sampai di situ saja. Melalui pemindaian CT Scan, Barden menemukan bahwa tanduk vladi diperkuat oleh lapisan metal.

 Mungkin lapisan metal itu berguna agar tanduk tidak rusak atau patah," kata Vincent Perrichot dari Universitas Rennes 1 di Perancis.

" Masuk akal juga, jika itu untuk memperkuat tanduk vladi," kata Barden. Sebab, tanduk vladi harus bisa menahan dampak berulang saat bilah pedang berusaha menusuk tubuh mangsa.

Beberapa serangga modern mengatasi masalah tersebut dengan cara yang sama, yaitu memperkuat mandibula mereka dengan logam seperti seng dan besi.

Barden mengatakan vladi menggunakan bilah pedang pada mulutnya untuk menusuk tubuh mangsa dan menyedot hemolymph, sebutan ilmiah untuk darah serangga.

Hemolymph tersebut kemudian dialirkan melalui saluran mirip tabung di antara mandibula. Sementara tanduk digunakan untuk menahan mangsa agar tidak bisa bergerak.

Cara makan vladi yang mirip drakula ini terjadi karena mulutnya tidak dirancang untuk mengunyah makanan, tapi menghisap darah korbannya.

(ism, newscientist.com)

Beri Komentar