Mobil Jenderal 'Kekaisaran Sunda' Ternyata Masih Kredit dan Pajak Macet!

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 6 Mei 2021 15:41
Mobil Jenderal 'Kekaisaran Sunda' Ternyata Masih Kredit dan Pajak Macet!
Mobil Pajero hitam bernopol SN-45-RSD, masih disita polisi.

Dream - Rusdi Karepesina, 55 tahun, pria yang mengaku sebagai jenderal dari Kekaisaran Sunda Nusantara telah dipulangkan setelah dirinya diperiksa pihak kepolisian. Sementara mobil Pajero hitam bernopol SN-45-RSD miliknya, disita polisi.

Menurut Rusdi, ada sejumlah persyaratan yang harus ia penuhi untuk mengambil mobilnya. Salah satunya yakni, membayar pajak kendaraan dan melunasi proses pembelian mobil yang belum selesai.

" Saya bilang pajak itu kan wewenang Bapak (polisi) terus Bapak suruh saya lunasin ke leasing baru bisa, itu kan lagi ada di leasing BPKB-nya. Katanya lunasin di leasing baru bisa (diambil mobilnya)," ungkap Rusdi dikutip dari jabarnews.com, Kamis 6 April 2021.

1 dari 3 halaman

Nopol Tidak Sesusai Aturan

Sebelumnya, polisi memberhntikan kendaraan Rusdi di Tol Cawang pada Rabu, 5 Mei 2021 kemarin. Kasat PJR Polda Metro Jaya Kompol Akmal mengatakan pihaknya memberhentikan mobil pelaku karena melihat nomor kendaraan tidak sesuai aturan yang berlaku.

" Nomor polisinya nggak sesuai aturan," kata Akmal.

Polisi pun tidak menemukan surat kendaraan resmi dari pelaku. Akmal mengatakan saat diperiksa Rusdi mengaku sebagai warga dari Kekaisaran Sunda Nusantara.

" Surat kendaraan (resmi) nggak ada. Cuman bawa STNK terbitan negara kekaisaran sunda nusantara," ungkap Akmal.

2 dari 3 halaman

Berbeda dengan Sunda Empire

Menurut pengakuan Rusdi, Kekaisaran Sunda Nusantara berbeda dengan Sunda Empire. Ia juga menyebut bahwa kelompoknya memiliki banyak anggota.

" Anggotanya banyak. Ini bukan Sunda Empire ya bukan. Kesimpulannya Kekaisaran sudah benar berdasarkan putusan mahkamah internasional, selanjutnya tanya ke pimpinan kita," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Sudah Dipulangkan

Saat ini, Rusdi mengaku dirinya dan temannya bernama Rudy Dhanian Toro telah dipulangkan sejak Rabu, 5 Mei 2021 sekitar pukul 16.00 WIB. Dia mengaku tidak pernah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait asal usul Kekaisaran Sunda Nusantara.

Rusdi mengaku hanya diperiksa soal identitas kendaraan yang diklaim resmi dan sah di Kekaisaran Sunda Nusantara.

" Ditanya tentang mobil aja kita jawab. Kalau menyangkut (plat nomor) SN itu kan wewenang kita silakan tanya pimpinan kita. Udah gitu aja dibawa ke ruangan Kamneg katanya mau diperiksa tapi nggak diperiksa. Ya udah balik lagi ke ruangan PJR, pulang," terang Rusdi.

Sumber: jabarnews.com

 

Beri Komentar