Modus Gadaikan KTP Beli Bensin, Alasannya Bikin Emosi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 22 November 2016 09:15
Modus Gadaikan KTP Beli Bensin, Alasannya Bikin Emosi
Praktik ini rupanya marak terjadi di SPBU-SPBU.

Dream – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) mengungkap satu pembayaran tak terduga ketika ada pembelian BBM di SPBU. Rupanya, masyarakat kerap menggadaikan KTP untuk alternatif pembayaran bensin.

Sekretaris Jenderal Hiswana Migas, Syarif Hidayat, mengatakan modus penggadaian barang-barang, seperti STNK, telepon genggam, dan KTP sering dilakukan oleh masyarakat.

Barang-barang tersebut, khususnya KTP digadaikan ketika masyarakat mengaku lupa membawa uang, tak membawa dompet, bahkan tak punya uang.

Ironisnya, konsumen yang kerap menggunakan modus gadai ini adalah pengguna mobil. Setiap harinya ada saja konsumen yang menggadaikan barangnya demi mendapatkan beberapa liter bensin.

“ Lumayan sering. Dalam sehari, ada saja tuh yang lupa membawa uang. Biasanya di Jakarta. Tempat saya di Simatupang masih suka mengalami orang yang lupa membawa dompet,” kata Syarif di Jakarta, dilansir dari Merdeka.com, Selasa 22 November 2016. 

 

1 dari 2 halaman

Bikin KTP Baru Lagi

Dia mengatakan tak banyak SPBU yang menerima gadai barang-barang tersebut. Alasannya, cara gadai tersebut membuat SPBU merugi jika konsumen tidak menebus alat gadainya.

Tak hanya itu, konsumen yang menggadaikan KTP-nya, bisa melapor kepada pihak berwajib dengan alasan KTP hilang untuk membuat KTP baru.

“ Kalau KTP, bisa sebulan tidak diambil-ambil. Yang ada, laci isinya KTP semua,” kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Ada Juga Gadai Ban Serep

Syarif mengatakan kini SPBU tidak menerima lagi gadai KTP. Mereka memberlakukan aturan barang yang digadai adalah ban cadangan alias ban serep. Jika ingin mengambil ban cadangan, konsumen yang menggadaikannya harus menebus BBM yang dibelinya.

“ Ban serep ditahan (dan pembelinya) pasti balik karena ban serep itu susah belinya, apalagi kalau velg racing,” kata dia.

Beri Komentar